Cara Memilih Perjalanan Kereta & Kendaraan Wisata di Kyoto
Kereta dan kendaraan wisata di Kyoto mengubah perjalanan yang hanya berjalan kaki mengelilingi kuil dan kota menjadi pengalaman istimewa di mana perpindahan itu sendiri menjadi tujuan.
Dengan mengombinasikan kereta, perahu, dan ropeway, pemandangan yang dilihat dari darat dan dari tepi air akan berbeda meski di area yang sama.
Pada perjalanan wisata pertama ke Jepang, jika memilih kendaraan yang mudah dimasukkan sebelum atau sesudah mengunjungi kuil atau jalan-jalan kota, itinerary tidak akan terlalu padat.
Memilih Berdasarkan Tujuan Membuat Kendaraan Kyoto Lebih Tepat Sasaran
Kendaraan di Kyoto lebih mudah dipilih jika dibagi menjadi yang untuk menikmati pemandangan, yang untuk mempermudah perpindahan, dan yang untuk merasakan budaya perkeretaapian.
Di area yang dekat dengan alam seperti Arashiyama dan Rakuhoku, waktu di jendela kereta atau di atas perahu itu sendiri menjadi wisata.
Di pusat kota, dengan menggunakan trem atau kereta, Anda lebih mudah menuju titik awal jalan-jalan kota sambil menghindari kemacetan.
Berikut kami rangkum kendaraan yang diperkenalkan dalam artikel ini berdasarkan tujuan perjalanan.
| Kendaraan | Daya Tarik Utama | Cocok untuk Perjalanan |
|---|---|---|
| Sagano Romantic Train | Pemandangan lembah dari jendela | Fokus alam |
| Hozugawa Kudari | Pemandangan sungai | Pengalaman perahu |
| Randen | Suasana trem | Jalan-jalan kota |
| Perahu Yakatabune Arashiyama | Sekitar Jembatan Togetsukyō | Jelajah tepi air |
| Eizan Densha Kirara | Jendela besar | Jelajah Rakuhoku |
| Eizan Cable | Jalan mendaki gunung | Gunung Hiei |
| Perahu Kanal Biwako | Perjalanan kanal air | Pecinta sejarah |
| Museum Kereta Api Kyoto | Pengalaman kereta api | Hari hujan |
| Tango Aomatsu-gō | Kyoto tepi laut | Wisata pinggiran |
| Lift Amanohashidate | Pemandangan dataran tinggi | Pencari panorama |
Periksa Reservasi dan Status Operasi Sebelum Berangkat
Kereta wisata dan perahu terkadang mengalami perubahan syarat penggunaan tergantung musim, cuaca, pemeriksaan, dan kepadatan.
Khususnya kendaraan yang menyusuri sungai atau kanal seperti Hozugawa Kudari, operasinya dapat berubah demi keselamatan, jadi akan lebih tenang jika memeriksa informasi operasi pada hari itu sebelum berangkat.
Jika menggunakan kereta dengan kursi reservasi atau sistem pemesanan, lebih mudah bergerak dengan memeriksa informasinya pada tahap menyusun itinerary daripada mencarinya setelah tiba di lokasi wisata.
Nikmati Kendaraan hingga Jalan-jalan Kota Sebelum dan Sesudahnya
Perjalanan kendaraan di Kyoto, jika dilengkapi dengan jelajah kuil, kawasan pertokoan, dan tepi sungai di tempat tujuan, akan meningkatkan kepuasan, bukan hanya selesai setelah naik.
Jika berjalan di sekitar stasiun untuk memastikan pemandangan yang menarik perhatian dari jendela, Anda akan menemukan wajah Kyoto yang berbeda dari perjalanan yang hanya mengunjungi tempat wisata terkenal.
Pada hari dengan banyak barang bawaan, kurangi perpindahan besar, dan pada hari yang ringan, sisipkan kendaraan di pinggiran kota untuk menekan kelelahan fisik.
Kereta Wisata dan Perahu Sungai Hozu di Arashiyama & Hozukyō
Area sekitar Arashiyama mudah dijadikan titik awal perjalanan kereta dan kendaraan wisata Kyoto.
Karena gunung, sungai, jembatan, dan jalan-jalan kota terkumpul dalam jangkauan yang dekat, daya tariknya adalah mudah mengombinasikan beberapa pengalaman, bukan hanya satu kendaraan saja.
Memandang Lembah Hozukyō dengan Sagano Romantic Train
Sagano Romantic Train (Sagano Torokko Ressha) adalah kereta wisata yang menghubungkan rute sekitar 7,3 km dari Stasiun Torokko Saga melewati Stasiun Torokko Arashiyama dan Stasiun Torokko Hozukyō hingga Stasiun Torokko Kameoka dalam waktu sekitar 25 menit.
Tarif sekali jalan adalah 880 yen untuk dewasa dan 440 yen untuk anak (usia 6 hingga di bawah 12 tahun), dengan harga yang sama untuk semua jarak tempuh.
Dari jendela kereta terlihat alam di sepanjang Sungai Hozu, dengan kesan yang berbeda setiap musim seperti hijau muda di musim semi, angin sungai di musim panas, daun musim gugur (momiji) di musim gugur, dan udara jernih di musim dingin.
Puncak daun musim gugur biasanya pertengahan November hingga awal Desember, dan pada periode ini kursi cepat penuh, jadi kami sarankan reservasi terlebih dahulu.
Karena waktu memandang ke luar jendela menjadi daya tarik utama, cara menikmati yang cocok adalah merasakan suara sungai dan warna gunung dengan perlahan, bukan hanya mengambil foto.
Melihat Kyoto dari Permukaan Air dengan Hozugawa Kudari
Hozugawa Kudari adalah pengalaman menyusuri lembah sepanjang sekitar 16 km dari Kameoka menuju arah Arashiyama dengan perahu selama kurang lebih 100 menit.
Tarif naik perahu reguler bersama adalah 6.000 yen untuk dewasa dan 4.500 yen untuk anak (balita hingga sekolah dasar).
Meski di Hozukyō yang sama, pemandangan yang dilihat dari jendela kereta dan pemandangan bebatuan serta gunung yang dilihat dari atas perahu memberikan kesan dengan intensitas yang berbeda.
Karena operasi dapat berubah tergantung cuaca dan volume air sungai, kebiasaan memeriksa status operasi sebelum berkunjung sangatlah penting.
Merasakan Kyoto Seperti Trem dengan Randen
Randen (Keifuku Electric Railway) adalah kereta yang menghubungkan pusat Kota Kyoto dengan arah Arashiyama, dan mudah digunakan bahkan oleh wisatawan.
Terdiri dari Jalur Utama Arashiyama dan Jalur Kitano, dengan tarif seragam di seluruh rute, sehingga harganya mudah dipahami bahkan pada perjalanan pertama ke Jepang.
Di sepanjang jalur tersebar kuil dan kawasan pertokoan, dan jika turun serta berjalan di setiap stasiun, Anda bisa merasakan irama kota kecil yang berbeda dari perjalanan bus.
Di dalam kereta, jangan meletakkan barang besar di lorong, dan akan lebih nyaman jika tidak menghalangi pergerakan penumpang sekitar bahkan untuk jarak pendek.
Memandang Sekitar Jembatan Togetsukyō dengan Tenang Lewat Perahu Yakatabune Arashiyama
Perahu Yakatabune Arashiyama cocok bagi yang ingin menikmati area tepi air sekitar Jembatan Togetsukyō dengan tenang.
Arashiyama yang dilihat dari tepi dan Arashiyama yang dilihat dari atas sungai memperlihatkan perpaduan jembatan dan gunung yang berbeda.
Karena isi operasi dapat berubah tergantung cuaca dan musim, periksalah petunjuk setempat dan informasi operasi, lalu nikmatilah dengan rencana yang tidak memberatkan.
Perjalanan Eizan Densha untuk Menikmati Pemandangan di Rakuhoku & Gunung Hiei
Arah Rakuhoku cocok bagi yang ingin menikmati pemandangan gunung dan pepohonan dengan sedikit menjauh dari keramaian pusat Kyoto.
Dengan mengombinasikan Eizan Densha, cable car, dan ropeway, Anda bisa merasakan perubahan bertahap saat naik dari kota menuju gunung.
Menikmati Pemandangan Jendela Besar dengan Eizan Densha Kirara
Kereta panorama Kirara dari Eizan Densha adalah kereta yang mengadopsi jendela kaca besar agar dapat menikmati pemandangan di sepanjang jalur yang terus berubah.
Dalam perjalanan menuju arah Kurama dan Kibune dari Stasiun Demachiyanagi, Anda bisa memandang hijau Rakuhoku dan suasana pegunungan dari kursi yang menghadap jendela, sehingga waktu perpindahan pun menjadi bagian dari perjalanan.
Puncak daun musim gugur biasanya awal hingga akhir November, dengan daya tarik utama berupa Momiji no Tunnel (terowongan daun musim gugur) di antara Stasiun Ichihara dan Stasiun Ninose.
Pada musim yang populer, di dalam kereta terkadang padat, jadi perlu kesadaran untuk tidak terlalu fokus mengambil foto dan tidak menguasai sisi jendela terlalu lama.
Menuju Gunung Hiei dengan Eizan Cable & Ropeway
Eizan Cable dan Eizan Ropeway adalah kendaraan gunung yang menuju Gunung Hiei dari arah Yase.
Cable car dikenal sebagai jalur yang mendaki dengan beda ketinggian terbesar di Jepang, dan setelah meninggalkan stasiun di kaki gunung, muncul sensasi ketinggian yang berbeda dari pusat Kota Kyoto, sehingga Anda bisa merasakan udara pegunungan sebelum berziarah ke kuil.
Di puncak gunung, suhu lebih rendah daripada pusat kota dan sensasi tubuh mudah berubah, jadi akan lebih tenang jika menyiapkan sepatu yang nyaman dan pakaian luar yang bisa dikenakan.
Jika merangkum cara pandang setiap musim, lebih mudah menentukan waktu untuk naik.
| Musim | Cara Pandang | Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|
| Musim semi | Warna gunung lembut | Cek kepadatan |
| Musim panas | Hijau pekat | Antisipasi panas |
| Musim gugur | Daun musim gugur dari jendela | Bertindak lebih awal |
| Musim dingin | Pemandangan jernih | Utamakan pakaian hangat |
Pengalaman Kendaraan Kyoto di Tepi Air dan Dalam Ruangan
Perjalanan kendaraan Kyoto meluas bukan hanya ke pemandangan luar ruangan, tetapi juga ke pengalaman mengenal kanal bersejarah dan budaya perkeretaapian.
Pada hari ketika cuaca sulit diprediksi atau ingin sedikit beristirahat dari perpindahan, mempertimbangkan fasilitas dalam ruangan atau perjalanan perahu bersistem reservasi akan menciptakan ruang dalam itinerary.
Merasakan Sejarah Kanal Biwako dengan Perahu Kanal Biwako
Perahu Kanal Biwako (Biwako Sosui-sen) adalah pengalaman perahu bersistem reservasi yang menyusuri Kanal Biwako, kanal buatan yang menghubungkan Danau Biwa dan Kyoto.
Bukan hanya pemandangan tepi air, ada juga sensasi menyusuri kanal yang menopang modernisasi Kyoto pada era Meiji, sehingga cocok juga bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah dan teknik sipil.
Musim sakura di musim semi dan daun musim gugur (momiji) di musim gugur sangat populer, dan karena periode operasi terbatas, reservasi lebih awal serta pemeriksaan informasi operasi sangatlah penting untuk naik perahu.
Melihat, Menyentuh, dan Mengalami di Museum Kereta Api Kyoto
Museum Kereta Api Kyoto adalah fasilitas yang menawarkan cara menikmati dengan melihat, menyentuh, dan mengalami kereta api, terletak di area Umekoji yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Stasiun Kyoto.
Selain memandang kendaraan asli dan model, ada juga pameran untuk mempelajari mekanisme kereta api serta pengalaman naik SL Steam-gō, sehingga mudah dimasukkan dalam perjalanan bersama anak-anak atau saat hari hujan.
Karena isi pameran dan pengalaman terkadang berubah tergantung waktu, jika ada pameran yang dituju, periksalah isi pameran dan pengalamannya.
Perjalanan Kendaraan Tango yang Meluas hingga Kyoto Tepi Laut
Jika menjangkau hingga bagian utara Prefektur Kyoto, Anda bisa menikmati pemandangan tepi laut dan kendaraan di sekitar Amanohashidate.
Karena sensasi jaraknya berbeda dari wisata dalam kota, ini adalah pilihan yang cocok bagi wisatawan dengan jadwal longgar atau yang berkunjung kembali ke Kyoto.
Menuju Kyoto Tepi Laut dengan Tango Aomatsu-gō dari Kyoto Tango Railway
Tango Aomatsu-gō dari Kyoto Tango Railway adalah kereta wisata yang dapat dinaiki tanpa reservasi, cukup dengan tarif reguler.
Menghubungkan Stasiun Nishi-Maizuru dengan arah Toyooka dan Amino, dan karena bisa dinaiki tanpa biaya tambahan, Anda bisa menikmatinya dengan santai dengan tarif maksimal sekitar 1.500 yen sekali jalan.
Di dalam kereta terdapat kursi sofa dan kursi counter untuk menikmati pemandangan, sehingga Anda bisa berpindah sambil merasakan suasana laut dan pedesaan area Tango.
Karena rute operasi dan layanan dalam kereta terkadang berubah setiap hari, periksalah informasi kereta sebelum naik.
Menuju Dataran Tinggi dengan Lift & Monorel Amanohashidate Viewland
Di Amanohashidate Viewland, Anda bisa menggunakan 2 jenis kendaraan menuju dataran tinggi, yaitu lift dan monorel.
Lift cocok bagi yang ingin menikmati keterbukaan, sedangkan monorel cocok bagi yang ingin berpindah sambil duduk atau yang mengkhawatirkan cuaca.
Dari dataran tinggi, Anda bisa menikmati pemandangan Hiryūkan berupa panorama Amanohashidate dari atas, dan cara menikmati matanozoki (tradisi melihat pemandangan terbalik dari sela kaki) juga terkenal.
Karena operasi dapat berubah tergantung pemeriksaan dan cuaca, periksalah syarat penggunaan sebelum mengunjungi Amanohashidate.
Etika dan Penyusunan Itinerary yang Perlu Diketahui Sebelum Naik
Kendaraan di Kyoto terkadang membuat transportasi keseharian penduduk lokal dan pengalaman wisata bertumpang tindih dalam jarak yang dekat.
Bagi wisatawan asing, dengan sedikit memperhatikan persiapan sebelum naik dan kesopanan di dalam kereta, perpindahan akan menjadi jauh lebih lancar.
Utamakan Keselamatan dan Perhatian pada Sekitar Saat Mengambil Foto
Pemandangan dari jendela kereta atau atas perahu memang menggugah untuk diabadikan, namun hindarilah pengambilan foto dengan mencondongkan tubuh ke luar atau menghalangi lorong.
Di dalam kereta yang ramai, akan lebih tenang jika mengatur sudut agar wajah penumpang lain tidak terlalu besar terekam.
Jika ada petunjuk mengenai boleh-tidaknya pemotretan atau perhatian saat mengunggah, utamakanlah petunjuk di tempat tersebut.
Titipkan Barang Besar di Stasiun atau Penginapan
Pada kereta wisata, trem, atau perahu kecil, koper besar mudah menghalangi alur pergerakan.
Jika menitipkan barang di loker koin sekitar Stasiun Kyoto atau di penginapan sebelum berangkat, naik-turun menjadi lebih mudah dan tidak mudah merepotkan penumpang sekitar.
Jika hanya merangkum barang berharga dan jas hujan yang diperlukan dalam tas kecil, pengambilan foto dan transit pun menjadi lebih mudah.
Siapkan Rencana Alternatif untuk Kendaraan yang Dipengaruhi Cuaca
Kendaraan sungai, gunung, dan kanal air terkadang mengalami perubahan rencana tergantung cuaca dan pemeriksaan keselamatan.
Untuk berjaga jika terjadi penghentian operasi atau kepadatan, dengan menyiapkan kafe, museum, kuil, atau kawasan pertokoan terdekat sebagai rencana alternatif, Anda bisa menjaga agar alur perjalanan tidak rusak.
Berikut kami rangkum etika perjalanan kendaraan berdasarkan tindakan.
| Situasi | Perilaku Baik | Perilaku yang Dihindari |
|---|---|---|
| Dalam kereta | Rapatkan barang | Menghalangi lorong |
| Pemotretan | Foto singkat | Mencondongkan tubuh |
| Atas perahu | Dengarkan petunjuk | Berdiri tiba-tiba |
| Puncak gunung | Perhatikan pijakan | Berjalan berpakaian ringan |
| Saat padat | Saling mengalah | Memonopoli tempat |
Kesimpulan | Tambah Pemandangan Perjalanan dengan Kereta & Kendaraan Wisata Kyoto
Perjalanan kereta dan kendaraan wisata Kyoto mengubah waktu perpindahan menuju tujuan menjadi pengalaman bersentuhan dengan pemandangan dan budaya.
Di Arashiyama ada Romantic Train dan Hozugawa Kudari, di Rakuhoku ada Eizan Densha dan cable car, di bagian utara ada kereta wisata Tango dan lift Amanohashidate, dengan cara menikmati yang berbeda di setiap area.
Karena tarif, hari operasi, syarat reservasi, dan aturan pemotretan terkadang berubah, periksalah informasi sebelum penggunaan yang sebenarnya.
Jika memilih kendaraan sambil menyisakan ruang dalam itinerary, bahkan pada kunjungan pertama ke Kyoto, Anda bisa menikmati pemandangan yang tak ditemui hanya dengan berjalan kaki tanpa memberatkan diri.







Ulasan (0)