Apa Itu Nanshō-sō: Tempat Wisata Sejarah di Morioka untuk Menikmati Taman dan Arsitektur Jepang Modern dengan Tenang
Bangunan Ternama Morioka yang Mewariskan Kediaman Era Meiji hingga Kini
Nanshō-sō (Nanshō-sō) adalah kediaman dan taman dari era Meiji yang terletak di Shimizu-chō, Kota Morioka, Prefektur Iwate, sebuah tempat wisata sejarah untuk menikmati arsitektur Jepang modern Morioka dan taman empat musim dengan tenang.
Awalnya dibangun sekitar tahun 1885 (Meiji ke-18) sebagai kediaman pengusaha yang berkaitan dengan Morioka, Segawa Yasugorō, lalu setelah berganti beberapa pemilik, kini dimiliki oleh Koperasi Konsumen Iwate (Iwate Seikatsu Kyōdō Kumiai).
Bangunan Nanshō-sō ditetapkan sebagai Bangunan Lanskap Penting Kota Morioka.
Tamannya merupakan Monumen Terdaftar Nasional (Taman Nanshō-sō, terdaftar 26 Januari 2015) dan juga ditetapkan sebagai taman lindung Kota Morioka.
Alasan Nanshō-sō Cocok untuk Wisatawan Asing
Daya tarik Nanshō-sō adalah Anda dapat merasakan budaya hunian Jepang dan taman di ruang yang tenang, alih-alih keramaian khas objek wisata.
Anda dapat memandang perlahan elemen-elemen khas rumah Jepang seperti kamar bertatami, beranda (engawa), dan pintu kaca yang menghadap taman.
Dengan jarak sekitar 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Morioka, lokasinya mudah dikunjungi dari pusat kota dan mudah pula dimasukkan ke dalam jelajah reruntuhan kastil maupun bangunan bersejarah.

Hal yang Wajib Dilihat di Nanshō-sō: Taman yang Dipandang dari Beranda dan Yuka-momiji
Menyusuri Taman Empat Musim dan Memandangnya dari Dalam Ruangan
Taman Nanshō-sō menampilkan ekspresi yang berbeda menurut musim.
Hijau dedaunan baru di musim semi, hijau pekat di musim panas, daun musim gugur (momiji) di musim gugur, hingga ketenangan di musim dingin, taman yang sama memberi kesan berbeda menurut waktu berkunjung.
Di taman ditanami sekitar 50 pohon momiji seperti yama-momiji, dan biasanya awal hingga pertengahan November adalah puncak keindahan daun musim gugur.
Pada puncak musim daun gugur, beberapa tahun diadakan penyinaran malam (light-up), dan yuka-momiji, yaitu pantulan daun musim gugur pada lantai papan yang mengilap juga populer.
Pintu keluar-masuk taman diinformasikan berada di beranda di samping ruang Suigetsu.
Karena perlu berpindah sambil membawa sepatu dari pintu masuk, berkunjung dengan sepatu yang mudah dilepas-pasang akan terasa lebih aman.
Memperhatikan Detail Arsitektur Jepang Modern
Bangunan ini diperkenalkan sebagai arsitektur Jepang modern berbahan kayu dengan dinding plester, atap genteng merah berglasir, dan ruang Jepang bergaya shoin.
Dengan melihat susunan kamar Jepang yang menyambung, beranda, serta ruang yang terbuka ke taman, tersampaikan bahwa kediaman Jepang dirancang menyatu dengan taman.
Di dalam ruangan, cobalah pula arahkan pandangan ke langit-langit, ranma (kisi ventilasi di atas pintu geser), kusen pintu, dan tokonoma (ceruk hias).
Bukan sekadar mengambil foto, dengan menyisihkan sedikit waktu memandang taman dari ruang tatami, suasana tenang khas Nanshō-sō akan lebih mudah dirasakan.

Mengenal Sejarah Nanshō-sō: Kediaman yang Diwariskan Para Pengusaha Morioka
Kisah Nanshō-sō yang Bermula dari Segawa Yasugorō
Nanshō-sō adalah tempat yang erat kaitannya dengan sejarah modern Morioka.
Segawa Yasugorō yang dikenal sebagai pemilik pertama adalah pengusaha yang meninggalkan nama lewat pengelolaan Tambang Arakawa dan lainnya.
Setelahnya, kediaman ini diwariskan kepada orang-orang yang berkaitan dengan politik dan ekonomi setempat, seperti Oya Umataro yang menjabat Wali Kota Morioka ke-5, keluarga Kindaichi yang berkaitan dengan Bank Morioka, dan Akazawa Tahei seorang pedagang grosir kain (gofuku).
Dikenal Juga sebagai Tempat yang Berkaitan dengan Hara Takashi
Di Nanshō-sō juga diperkenalkan catatan bahwa Hara Takashi, politikus yang berkaitan dengan Morioka, sempat menginap sekitar 1 bulan pada tahun 1908 (Meiji ke-41).
Bukan sekadar melihat kediamannya, jika memandangnya sebagai tempat pergaulan orang-orang yang menopang modernisasi Morioka, kunjungan akan terasa lebih bermakna.
Bahkan bagi wisatawan yang tidak paham sejarah, ini adalah tempat untuk merasakan latar belakang bagaimana kota Morioka tumbuh dari sisi perdagangan, politik, dan budaya.

Panduan Penggunaan Nanshō-sō: Periksa Jam Buka, Hari Tutup, dan Harga Tiket Masuk Sebelum Berkunjung
Jam Buka dan Hari Tutup
Jam buka berbeda menurut musim.
Periode musim panas dari 1 April hingga 30 November, pukul 10.00 hingga 17.00.
Periode musim dingin dari 1 Desember hingga 31 Maret, pukul 10.00 hingga 16.00.
Hari tutup diinformasikan adalah Senin dan Selasa, serta akhir dan awal tahun (sekitar 26 Desember hingga 10 Januari).
Namun, jika hari Senin adalah hari libur nasional, maka tetap buka.
Karena dapat berubah akibat acara atau program musiman, periksalah informasi fasilitas sebelum berkunjung.
Harga Tiket Masuk dan Penggunaan dalam Gedung
Harga tiket masuk adalah 400 yen untuk umum (SMA ke atas), 200 yen untuk siswa SD dan SMP, dan gratis untuk anak prasekolah.
Tarif rombongan untuk 10 orang atau lebih ditetapkan 360 yen untuk umum dan 180 yen untuk siswa SD dan SMP.
Waktu kunjungan diperkirakan sekitar 30 menit hingga 1 jam untuk melihat taman dan ruangan dengan perlahan.
Di Nanshō-sō juga terdapat sudut kafe (kissa) yang menyediakan matcha (teh hijau Jepang), kopi, jus, dan lainnya.
Karena batas waktu pemesanan kafe berbeda menurut musim, jika ingin menggunakannya, harap periksa di resepsi atau informasi fasilitas.
Cara Menuju Nanshō-sō: Menuju dari Stasiun Morioka dengan Bus dan Jalan Kaki
Cara Pergi dari Stasiun Morioka dengan Bus dan Jalan Kaki
Ada rute naik bus jurusan "Suidōbashi" dari pemberhentian bus nomor 12 di Terminal Bus Pintu Timur Stasiun Morioka, turun di "Shimo-no-hashi-chō" sekitar 7 menit, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit.
Jika berjalan kaki dari Pintu Timur Stasiun Morioka, memakan waktu sekitar 20 menit.
Karena lokasinya mudah dikunjungi dengan berjalan kaki dari Kawatoku maupun kawasan pertokoan Sakana-cho, mudah pula merencanakan singgah di sela-sela jalan-jalan kota.
Hal yang Perlu Diperhatikan tentang Parkir saat Berkunjung dengan Mobil
Di depan bangunan terdapat tempat parkir untuk 10 mobil, namun jumlahnya terbatas.
Jika penuh, gunakanlah tempat parkir berbayar di sekitarnya.
Hindari parkir tanpa izin di tempat parkir bulanan di seberang atau sebelah Nanshō-sō, maupun di lahan kosong sekitarnya.

Tips Menikmati Kunjungan ke Nanshō-sō: Etika di Rumah Jepang
Memperhatikan Sepatu dan Barang Bawaan
Nanshō-sō adalah bangunan bersejarah.
Di dalam gedung ada momen melepas sepatu maupun berpindah sambil membawa sepatu.
Jika membawa barang bawaan besar, berhati-hatilah agar tidak terbentur kusen pintu maupun tokonoma.
Di kamar bertatami, akan lebih aman jika tidak meletakkan payung basah atau barang kotor di lantai.
Memeriksa Informasi Setempat untuk Pemotretan dan Akses Masuk
Aturan pemotretan untuk pengunjung umum dapat berbeda menurut acara atau pameran saat berkunjung.
Jika ingin memotret ruangan, taman, atau benda pameran, periksalah pengumuman setempat atau arahan staf.
Penting untuk tidak memasuki tempat yang aksesnya dibatasi, ruang yang ditutup, maupun ruang yang sedang disewakan.
Karena ini fasilitas untuk menikmati ruang yang tenang, perhatikan pula volume percakapan dan suara ponsel.
Rangkuman: Menikmati Waktu yang Tenang di Morioka di Nanshō-sō
Nanshō-sō adalah tempat wisata untuk menikmati sejarah Morioka, arsitektur Jepang modern, dan taman empat musim dengan tenang.
Berbeda dari fasilitas wisata berskala besar, waktu memandang taman dari kamar bertatami itu sendiri menjadi daya tariknya.
Sebelum berkunjung, periksalah jam buka, hari tutup, harga tiket masuk, dan ada tidaknya acara melalui informasi fasilitas.
Bagi wisatawan yang ingin menambahkan sedikit waktu tenang ke dalam jalan-jalan kota Morioka, Nanshō-sō adalah pilihan yang mudah dikunjungi.




