Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Nanshoso, Arsitektur Jepang Modern & Taman di Morioka

Nanshoso, Arsitektur Jepang Modern & Taman di Morioka

Nanshoso menghadirkan kediaman bersejarah dan taman di Shimizucho, Morioka. Simak arsitektur Jepang modern, pemandangan empat musim, dan tips berkunjung.

Ringkasan Cepat

Apa itu Nanshoso

Nanshoso adalah kediaman yang dibangun sekitar tahun ke-18 era Meiji beserta taman bergaya chisen kaiyu (taman lanskap dengan kolam) yang terletak di Shimizu-cho, Morioka. Dari engawa (beranda) maupun dari dalam ruangan, Anda bisa menikmati dengan tenang taman empat musim yang diwarnai pohon iroha-momiji dan yama-momiji di kediaman terkenal ini.

Daya Tarik

Arsitektur kediaman era Meiji, taman chisen kaiyu, dan pemandangan taman dari balik pintu kaca menjadi daya tariknya. Di musim gugur, "yuka-momiji"—pantulan dedaunan musim gugur di lantai kayu—menjadi ciri khasnya.

Empat Musim dan Puncak Dedaunan Musim Gugur

Hijau segar di musim semi, hijau pekat di musim panas, dan ketenangan di musim dingin. Puncak dedaunan musim gugur adalah awal hingga pertengahan November, dan pada tahun-tahun tertentu diadakan juga penyinaran malam hari.

Akses

Dari pintu timur Stasiun Morioka sekitar 20 menit berjalan kaki. Dengan bus, dari peron nomor 12 pintu timur naik bus jurusan "Suidobashi", turun di "Shimonohashi-cho" (sekitar 7 menit), lalu jalan kaki sekitar 5 menit. Tempat parkir tersedia untuk 10 mobil di depan bangunan.

Tiket Masuk

Umum (SMA ke atas) ¥400, siswa SD dan SMP ¥200, anak pra-sekolah gratis. Rombongan 10 orang atau lebih: umum ¥360, siswa SD dan SMP ¥180.

Perkiraan Waktu Kunjungan

Jika ingin menikmati taman dan ruangan dengan santai, perkiraan waktunya sekitar 30 menit hingga 1 jam. Termasuk waktu bersantai sambil memandang taman, berkunjung dengan waktu yang longgar akan lebih menyenangkan.

Cara Menikmati dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Di Nanshoso, Anda bisa melepas sepatu dan memandang taman dari atas tatami atau engawa. Disarankan memakai sepatu yang mudah dilepas-pakai, dan di atas tatami perhatikan tempat meletakkan payung basah maupun barang bawaan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Iwate

Apa Itu Nanshō-sō: Tempat Wisata Sejarah di Morioka untuk Menikmati Taman dan Arsitektur Jepang Modern dengan Tenang

Bangunan Ternama Morioka yang Mewariskan Kediaman Era Meiji hingga Kini

Nanshō-sō (Nanshō-sō) adalah kediaman dan taman dari era Meiji yang terletak di Shimizu-chō, Kota Morioka, Prefektur Iwate, sebuah tempat wisata sejarah untuk menikmati arsitektur Jepang modern Morioka dan taman empat musim dengan tenang.

Awalnya dibangun sekitar tahun 1885 (Meiji ke-18) sebagai kediaman pengusaha yang berkaitan dengan Morioka, Segawa Yasugorō, lalu setelah berganti beberapa pemilik, kini dimiliki oleh Koperasi Konsumen Iwate (Iwate Seikatsu Kyōdō Kumiai).

Bangunan Nanshō-sō ditetapkan sebagai Bangunan Lanskap Penting Kota Morioka.

Tamannya merupakan Monumen Terdaftar Nasional (Taman Nanshō-sō, terdaftar 26 Januari 2015) dan juga ditetapkan sebagai taman lindung Kota Morioka.

Alasan Nanshō-sō Cocok untuk Wisatawan Asing

Daya tarik Nanshō-sō adalah Anda dapat merasakan budaya hunian Jepang dan taman di ruang yang tenang, alih-alih keramaian khas objek wisata.

Anda dapat memandang perlahan elemen-elemen khas rumah Jepang seperti kamar bertatami, beranda (engawa), dan pintu kaca yang menghadap taman.

Dengan jarak sekitar 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Morioka, lokasinya mudah dikunjungi dari pusat kota dan mudah pula dimasukkan ke dalam jelajah reruntuhan kastil maupun bangunan bersejarah.

Hal yang Wajib Dilihat di Nanshō-sō: Taman yang Dipandang dari Beranda dan Yuka-momiji

Menyusuri Taman Empat Musim dan Memandangnya dari Dalam Ruangan

Taman Nanshō-sō menampilkan ekspresi yang berbeda menurut musim.

Hijau dedaunan baru di musim semi, hijau pekat di musim panas, daun musim gugur (momiji) di musim gugur, hingga ketenangan di musim dingin, taman yang sama memberi kesan berbeda menurut waktu berkunjung.

Di taman ditanami sekitar 50 pohon momiji seperti yama-momiji, dan biasanya awal hingga pertengahan November adalah puncak keindahan daun musim gugur.

Pada puncak musim daun gugur, beberapa tahun diadakan penyinaran malam (light-up), dan yuka-momiji, yaitu pantulan daun musim gugur pada lantai papan yang mengilap juga populer.

Pintu keluar-masuk taman diinformasikan berada di beranda di samping ruang Suigetsu.

Karena perlu berpindah sambil membawa sepatu dari pintu masuk, berkunjung dengan sepatu yang mudah dilepas-pasang akan terasa lebih aman.

Memperhatikan Detail Arsitektur Jepang Modern

Bangunan ini diperkenalkan sebagai arsitektur Jepang modern berbahan kayu dengan dinding plester, atap genteng merah berglasir, dan ruang Jepang bergaya shoin.

Dengan melihat susunan kamar Jepang yang menyambung, beranda, serta ruang yang terbuka ke taman, tersampaikan bahwa kediaman Jepang dirancang menyatu dengan taman.

Di dalam ruangan, cobalah pula arahkan pandangan ke langit-langit, ranma (kisi ventilasi di atas pintu geser), kusen pintu, dan tokonoma (ceruk hias).

Bukan sekadar mengambil foto, dengan menyisihkan sedikit waktu memandang taman dari ruang tatami, suasana tenang khas Nanshō-sō akan lebih mudah dirasakan.

Mengenal Sejarah Nanshō-sō: Kediaman yang Diwariskan Para Pengusaha Morioka

Kisah Nanshō-sō yang Bermula dari Segawa Yasugorō

Nanshō-sō adalah tempat yang erat kaitannya dengan sejarah modern Morioka.

Segawa Yasugorō yang dikenal sebagai pemilik pertama adalah pengusaha yang meninggalkan nama lewat pengelolaan Tambang Arakawa dan lainnya.

Setelahnya, kediaman ini diwariskan kepada orang-orang yang berkaitan dengan politik dan ekonomi setempat, seperti Oya Umataro yang menjabat Wali Kota Morioka ke-5, keluarga Kindaichi yang berkaitan dengan Bank Morioka, dan Akazawa Tahei seorang pedagang grosir kain (gofuku).

Dikenal Juga sebagai Tempat yang Berkaitan dengan Hara Takashi

Di Nanshō-sō juga diperkenalkan catatan bahwa Hara Takashi, politikus yang berkaitan dengan Morioka, sempat menginap sekitar 1 bulan pada tahun 1908 (Meiji ke-41).

Bukan sekadar melihat kediamannya, jika memandangnya sebagai tempat pergaulan orang-orang yang menopang modernisasi Morioka, kunjungan akan terasa lebih bermakna.

Bahkan bagi wisatawan yang tidak paham sejarah, ini adalah tempat untuk merasakan latar belakang bagaimana kota Morioka tumbuh dari sisi perdagangan, politik, dan budaya.

Panduan Penggunaan Nanshō-sō: Periksa Jam Buka, Hari Tutup, dan Harga Tiket Masuk Sebelum Berkunjung

Jam Buka dan Hari Tutup

Jam buka berbeda menurut musim.

Periode musim panas dari 1 April hingga 30 November, pukul 10.00 hingga 17.00.

Periode musim dingin dari 1 Desember hingga 31 Maret, pukul 10.00 hingga 16.00.

Hari tutup diinformasikan adalah Senin dan Selasa, serta akhir dan awal tahun (sekitar 26 Desember hingga 10 Januari).

Namun, jika hari Senin adalah hari libur nasional, maka tetap buka.

Karena dapat berubah akibat acara atau program musiman, periksalah informasi fasilitas sebelum berkunjung.

Harga Tiket Masuk dan Penggunaan dalam Gedung

Harga tiket masuk adalah 400 yen untuk umum (SMA ke atas), 200 yen untuk siswa SD dan SMP, dan gratis untuk anak prasekolah.

Tarif rombongan untuk 10 orang atau lebih ditetapkan 360 yen untuk umum dan 180 yen untuk siswa SD dan SMP.

Waktu kunjungan diperkirakan sekitar 30 menit hingga 1 jam untuk melihat taman dan ruangan dengan perlahan.

Di Nanshō-sō juga terdapat sudut kafe (kissa) yang menyediakan matcha (teh hijau Jepang), kopi, jus, dan lainnya.

Karena batas waktu pemesanan kafe berbeda menurut musim, jika ingin menggunakannya, harap periksa di resepsi atau informasi fasilitas.

Cara Menuju Nanshō-sō: Menuju dari Stasiun Morioka dengan Bus dan Jalan Kaki

Cara Pergi dari Stasiun Morioka dengan Bus dan Jalan Kaki

Ada rute naik bus jurusan "Suidōbashi" dari pemberhentian bus nomor 12 di Terminal Bus Pintu Timur Stasiun Morioka, turun di "Shimo-no-hashi-chō" sekitar 7 menit, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit.

Jika berjalan kaki dari Pintu Timur Stasiun Morioka, memakan waktu sekitar 20 menit.

Karena lokasinya mudah dikunjungi dengan berjalan kaki dari Kawatoku maupun kawasan pertokoan Sakana-cho, mudah pula merencanakan singgah di sela-sela jalan-jalan kota.

Hal yang Perlu Diperhatikan tentang Parkir saat Berkunjung dengan Mobil

Di depan bangunan terdapat tempat parkir untuk 10 mobil, namun jumlahnya terbatas.

Jika penuh, gunakanlah tempat parkir berbayar di sekitarnya.

Hindari parkir tanpa izin di tempat parkir bulanan di seberang atau sebelah Nanshō-sō, maupun di lahan kosong sekitarnya.

Tips Menikmati Kunjungan ke Nanshō-sō: Etika di Rumah Jepang

Memperhatikan Sepatu dan Barang Bawaan

Nanshō-sō adalah bangunan bersejarah.

Di dalam gedung ada momen melepas sepatu maupun berpindah sambil membawa sepatu.

Jika membawa barang bawaan besar, berhati-hatilah agar tidak terbentur kusen pintu maupun tokonoma.

Di kamar bertatami, akan lebih aman jika tidak meletakkan payung basah atau barang kotor di lantai.

Memeriksa Informasi Setempat untuk Pemotretan dan Akses Masuk

Aturan pemotretan untuk pengunjung umum dapat berbeda menurut acara atau pameran saat berkunjung.

Jika ingin memotret ruangan, taman, atau benda pameran, periksalah pengumuman setempat atau arahan staf.

Penting untuk tidak memasuki tempat yang aksesnya dibatasi, ruang yang ditutup, maupun ruang yang sedang disewakan.

Karena ini fasilitas untuk menikmati ruang yang tenang, perhatikan pula volume percakapan dan suara ponsel.

Rangkuman: Menikmati Waktu yang Tenang di Morioka di Nanshō-sō

Nanshō-sō adalah tempat wisata untuk menikmati sejarah Morioka, arsitektur Jepang modern, dan taman empat musim dengan tenang.

Berbeda dari fasilitas wisata berskala besar, waktu memandang taman dari kamar bertatami itu sendiri menjadi daya tariknya.

Sebelum berkunjung, periksalah jam buka, hari tutup, harga tiket masuk, dan ada tidaknya acara melalui informasi fasilitas.

Bagi wisatawan yang ingin menambahkan sedikit waktu tenang ke dalam jalan-jalan kota Morioka, Nanshō-sō adalah pilihan yang mudah dikunjungi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Nanshoso adalah kediaman dan taman bergaya Jepang modern dari era Meiji yang berada di Shimizu-cho, Kota Morioka, Prefektur Iwate, dan ditetapkan sebagai Bangunan Penting Lanskap Kota Morioka serta Monumen Terdaftar nasional. Kediaman ini dibangun sekitar tahun 1885 oleh pengusaha Yasugoro Segawa, dengan ciri khas desain tercanggih masa itu berupa dinding plester dan genteng merah berglasir. Berbeda dari kediaman mewah yang dikomersialkan, tempat ini adalah lokasi tersembunyi yang masih kental nuansa kesehariannya, kerap dipakai warga lokal untuk minum teh.
A. Tokomomiji adalah fenomena saat daun musim gugur terpantul bagai cermin pada lantai kayu ruang yang dipoles mengilap, dan ini adalah daya tarik terbesar Nanshoso. Fenomena ini muncul di ruang berlantai kayu seluas 30 tatami dengan pintu kaca besar di sisi timur dan selatan, pada musim gugur saat sekitar 50 pohon mapel berubah warna, terutama yama-momiji. Saat memotret lantai, membidik dari posisi rendah sambil menunduk akan membuat pantulan terlihat lebih pekat dan menghasilkan komposisi bak lukisan berbingkai.
A. Puncak daun musim gugur di Nanshoso biasanya berkisar awal hingga pertengahan November. Daun merah dan kuning yang terpantul di kolam taman menjadi daya tariknya, dan suasananya tetap tenang bukan hanya pada hari cerah tetapi juga saat gerimis. Karena pewarnaannya berubah tiap tahun, mempertimbangkannya bersama kondisi daun musim gugur di kota Morioka akan memudahkan perencanaan.
A. Biaya masuk adalah 400 yen untuk umum (SMA ke atas), 200 yen untuk siswa SD dan SMP, dan gratis untuk anak prasekolah. Rombongan 10 orang lebih mendapat diskon menjadi 360 yen untuk umum dan 180 yen untuk siswa SD dan SMP. Karena di sudut kafe Anda bisa menikmati matcha atau kopi secara terpisah, mempertimbangkan anggaran termasuk waktu beristirahat sambil memandangi daun musim gugur akan menambah kepuasan.
A. Jam buka adalah 10.00–17.00 pada musim panas dan 10.00–16.00 pada musim dingin. Periode musim panas adalah 1 April–30 November dan musim dingin 1 Desember–31 Maret, dengan hari tutup pada Senin dan Selasa (buka jika hari libur) serta sekitar pergantian tahun. Perkiraan waktu kunjungan 30 menit hingga 1 jam, dan pada musim daun gugur, hari kerja atau tepat setelah buka relatif lebih leluasa untuk dinikmati.
A. Dari peron nomor 12 terminal bus pintu timur Stasiun Morioka, naik bus tujuan "Suidobashi" sekitar 7 menit, turun di "Shimonohashi-cho", lalu berjalan sekitar 5 menit. Dari pintu timur Stasiun Morioka juga bisa ditempuh berjalan kaki sekitar 20 menit, jadi rute berjalan sambil menyusuri deretan bangunan tua di Konya-cho atau sepanjang Sungai Nakatsugawa pun terasa berkesan. Karena jumlah bus terbatas, lebih aman memastikan jadwal kepulangan terlebih dahulu.
A. Di Nanshoso tersedia 10 petak parkir gratis untuk pengunjung di depan bangunan. Karena jumlahnya sedikit, pada musim daun gugur atau saat iluminasi malam lebih aman juga mempertimbangkan parkir berbayar terdekat. Karena lokasinya di kawasan perumahan dengan banyak jalan sempit, jika tidak membawa barang besar, memadukan bus dan berjalan kaki dari Stasiun Morioka juga merupakan cara yang realistis.
A. Pada iluminasi malam daun musim gugur, taman malam dan tokomomiji bisa dinikmati dengan tampilan berbeda dari siang. Biasanya selama beberapa hari pada pertengahan November diadakan pembukaan khusus dari sekitar penyalaan lampu pukul 16.30 hingga sekitar pukul 19.30. Karena malam hari pijakan menjadi gelap, gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan, dan memotret dari posisi rendah dengan memanfaatkan pantulan cahaya akan menghasilkan suasana yang lebih dramatis.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.