Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Takayama Jinya, Menyusuri Era Edo Hida Takayama

Takayama Jinya, Menyusuri Era Edo Hida Takayama

Takayama Jinya menampilkan kantor pemerintahan era Edo di Hida Takayama. Simak ruang pengadilan, gudang, etika melepas sepatu, dan tips jelajah kota tua.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Takayama Jinya adalah bekas kantor pemerintahan daikan dan gundai yang memerintah Hida (Situs Bersejarah yang Ditetapkan Negara). Oyakusho (kantor), oshirasu (ruang pengadilan), dan okura (gudang) masih tersisa, sehingga Anda bisa merasakan administrasi dan kehidupan era Edo.

Daya Tarik

Oyakusho, pusat urusan pemerintahan; "Oshirasu", tempat interogasi dan vonis; serta "Okura", gudang beras tertua dan terbesar yang masih ada. Ornamen seigaiha (motif gelombang) dan makko-usagi (kelinci menghadap depan) juga layak dilihat.

Akses

Dari Stasiun JR Takayama sekitar 10 menit berjalan kaki. Hanya beberapa langkah pula ke lanskap kota kuno, dan di depan jinya digelar pasar pagi.

Tiket Masuk

Perorangan ¥500, siswa SMA ke bawah gratis, rombongan 30 orang atau lebih ¥450.

Perkiraan Waktu Kunjungan

Perkiraan waktu kunjungan sekitar 30 menit.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Berkunjung

Di dalam bangunan dilarang memakai alas kaki, sepatu harus dimasukkan ke kantong sepatu (kantong plastik, tas pribadi, dsb.) dan dibawa selama berkeliling. Di musim dingin tidak ada peminjaman sandal dan tidak ada pemanas ruangan, jadi kaus kaki tebal atau alas kaki dalam ruangan akan lebih nyaman.

Pengalaman Belajar

Di Takayama Jinya, kantor, tempat tinggal, dan gudang berkumpul di satu kompleks, sehingga Anda bisa belajar sekaligus tentang sistem pajak dan peradilan, kehidupan samurai, dan sejarah Hida Takayama.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Gifu

Apa itu Takayama Jinya | Bekas Kantor Pemerintahan Hida pada Zaman Edo

Pusat Pemerintahan Daikan dan Gundai yang Menopang Politik Hida

Takayama Jinya (bekas kantor pemerintahan) adalah bekas kantor yang didirikan oleh Keshogunan Edo untuk memerintah wilayah Hida, sekaligus situs bersejarah nasional tempat Anda bisa merasakan sejarah zaman Edo dalam wisata Hida Takayama.

Pada tahun 1692 (era Genroku ke-5), Hida menjadi tenryō (wilayah yang dikuasai langsung oleh keshogunan), dan di sini dibuka kantor daikan (pejabat pemerintah daerah).

Selama 176 tahun hingga tahun 1868 (era Keiō ke-4), sebanyak 25 generasi daikan dan gundai yang dikirim dari Edo bertanggung jawab atas pemerintahan, keuangan, dan keamanan.

Berbeda dengan kuil atau kastil, ciri khas utamanya adalah Anda bisa berjalan menyusuri bangunan yang dulu menjadi pusat politik nyata.

Bagi wisatawan mancanegara, ini adalah tempat untuk tidak hanya "melihat" sejarah Jepang, tetapi juga membayangkan kehidupan masa lalu ketika kantor, tempat tinggal, dan gudang berada di lahan yang sama.

Situs Bersejarah Berharga dengan Bangunan Utama yang Masih Tersisa

Takayama Jinya dikenal sebagai satu-satunya bekas kantor daikan-gundai di seluruh Jepang yang bangunan utamanya masih utuh hingga kini.

Pada tahun 1929 (era Shōwa ke-4) ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional, dan setelah itu penetapan tambahan terus dilakukan.

Di dalam bangunan, Anda bisa mengamati ruang tempat para pejabat bekerja, ruang tempat daikan-gundai dan keluarganya tinggal, serta gudang beras tempat menyimpan pajak beras (nengu).

Daripada destinasi wisata yang meriah, ini lebih merupakan spot untuk menelusuri sistem zaman Edo sambil melihat bangunan dengan tenang.

Daya Tarik Takayama Jinya | Menyusuri Oyakusho, Oshirasu, dan Okura

Membayangkan Pusat Administrasi Zaman Edo di Oyakusho

Oyakusho (kantor pemerintahan) adalah bagian inti tempat daikan, gundai, dan bawahannya menjalankan tugas pemerintahan.

Berbagai urusan praktis untuk memerintah wilayah dilakukan di sini, seperti pajak beras, kehutanan, pekerjaan umum, kepolisian, dan peradilan.

Di pintu masuk terdapat ōdoko (lantai kehormatan) seluas 2,5 ken yang menunjukkan status setara 100.000 koku, mencerminkan kewibawaan jinya pada masa itu.

Ini adalah ruang tenang dengan kamar-kamar bertatami yang bersambung, namun jika Anda membayangkan bahwa di sinilah keputusan yang menyangkut kehidupan banyak orang ditangani, cara memandangnya pun akan berubah.

Mengenal Peradilan Zaman Edo di Oshirasu

Oshirasu adalah tempat penyelidikan dan penjatuhan vonis dilakukan.

Di dalam jinya terdapat 2 lokasi oshirasu; satu berfungsi sebagai loket tempat warga menyampaikan gugatan dan permohonan, dan satu lagi berperan sebagai ruang pengadilan tempat persidangan benar-benar berlangsung.

Hal yang berkesan adalah Anda bisa melihat gambaran "oshirasu" yang sering muncul dalam drama sejarah Jepang sebagai ruang sejarah yang nyata.

Daripada sekadar memandangnya sebagai tempat yang menyeramkan, pemahaman Anda akan lebih dalam jika memikirkan bagaimana administrasi dan peradilan masa itu saling terhubung.

Memahami Pajak Beras dan Kehidupan Hida di Okura

Okura adalah gudang beras tempat menyimpan pajak beras yang disetorkan dari desa-desa sekitar.

Diperkirakan dibangun pada era Keichō (sekitar tahun 1600), dan termasuk yang tertua serta terbesar di antara gudang beras zaman Edo yang masih ada.

Saat ini digunakan sebagai fasilitas pameran yang memperkenalkan sejarah dan budaya Hida.

Dengan mengetahui sistem zaman ketika beras dikumpulkan sebagai pajak, Anda akan memahami bahwa jinya sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat setempat.

Menikmati Arsitektur dan Ornamen | Perhatikan Seigaiha dan Mamuki-usagi

Melihat Derajat Kehormatan di Sekitar Pintu Masuk

Di sekitar pintu masuk Takayama Jinya, jika Anda mengunjunginya dengan menyadari bahwa lokasi keluar-masuk dibedakan menurut status dan peran, makna bangunannya akan lebih mudah dipahami.

Bukan sekadar melihat bangunan tua, membayangkan "siapa yang melewati bagian mana" adalah salah satu cara menikmatinya.

Seigaiha yang digambar pada ōdoko pintu masuk adalah motif keberuntungan berupa gelombang yang ditumpuk, dan dikatakan mengandung makna harapan akan kemakmuran serta kedamaian yang berkelanjutan.

Jika membandingkan kondisi yang terlihat sekarang dengan tampilan aslinya melalui pameran, Anda juga bisa memperhatikan upaya pelestarian dan restorasi bangunan.

Ornamen Kecil pun Memiliki Makna

Di dalam bangunan, cobalah perhatikan juga mamuki-usagi, hiasan penutup paku berbentuk kelinci.

Motif kelinci yang menghadap ke depan ini konon mengandung makna penangkal bala untuk melindungi bangunan dari kebakaran.

Tidak hanya kamar-kamar besar, jika Anda mengamati detail nageshi (balok horizontal), dinding, dan kusen pintu, pandangan Anda terhadap arsitektur Jepang akan semakin luas.

Daripada hanya bertujuan untuk spot foto, jika Anda berjalan setelah mengetahui makna detailnya, pesona ruang yang tenang ini akan lebih mudah terasa.

Informasi Wisata Takayama Jinya | Harga Tiket Masuk, Durasi, dan Cara Menuju

Memeriksa Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Harga tiket masuk untuk perorangan adalah 500 yen, dan gratis untuk pelajar SMA ke bawah (rombongan 30 orang ke atas 450 yen).

Jam buka adalah pukul 8.45–17.00 pada April–Oktober, dan pukul 8.45–16.30 pada November–Maret, dengan pendaftaran masuk hingga 30 menit sebelum tutup.

Tutup pada akhir dan awal tahun (29 Desember–3 Januari), dan perkiraan durasi kunjungan sekitar 30 menit.

Cara Menuju dengan Jalan Kaki dari Stasiun JR Takayama

Takayama Jinya berlokasi sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Takayama, dan deretan bangunan tua (machinami) pun bisa dicapai dengan berjalan sebentar.

Di depan jinya diadakan pasar pagi (asaichi), dan banyak orang terlihat mampir pada waktu sebelum atau sesudah jam buka.

Akan lebih tenang jika Anda mengunjunginya setelah memeriksa harga tiket dan jam buka.

Etika Kunjungan yang Perlu Diketahui Wisatawan Mancanegara

Lepas Sepatu Saat Berkunjung ke Dalam Bangunan

Di dalam bangunan Takayama Jinya, Anda tidak boleh masuk dengan alas kaki demi pelestarian cagar budaya.

Anda melepas sepatu di pintu masuk, lalu memasukkannya ke dalam kantong sepatu dan membawanya selama berkunjung.

Pada arsitektur bersejarah Jepang, ada situasi di mana Anda harus melepas sepatu untuk melindungi tatami dan lantai kayu.

Kunjungan akan lebih lancar jika Anda datang dengan sepatu yang mudah dilepas-pasang.

Berhati-hati pada Pijakan di Musim Dingin atau Hari Hujan

Karena bagian dalam bangunan merupakan arsitektur bersejarah, akan lebih aman jika Anda tidak mengandaikan kenyamanan yang sama dengan fasilitas modern.

Saat musim dingin atau ketika udara terasa sangat dingin, menyiapkan kaus kaki tebal atau sandal dalam ruangan akan membuat kunjungan lebih nyaman.

Pada hari hujan atau bersalju, sepatu dan barang bawaan mudah basah, sehingga kantong sepatu atau kantong plastik kecil akan sangat berguna.

Periksa Aturan Setempat untuk Hewan Peliharaan dan Pemotretan

Karena banyak bagian beralas tatami, kecuali anjing penuntun, hewan peliharaan tidak boleh masuk.

Untuk pemotretan dan liputan oleh majalah, televisi, dan sejenisnya, diperlukan pengajuan permohonan terlebih dahulu.

Untuk foto kenangan selama perjalanan pun, periksa papan informasi setempat dan arahan petugas, serta usahakan berperilaku yang tidak merusak cagar budaya.

Sudut Pandang untuk Mengunjungi Takayama Jinya Lebih Dalam

Menyadari Keterkaitan dengan Sejarah Kota

Takayama Jinya adalah tempat yang menjadi petunjuk untuk mengenal sejarah kota Hida Takayama.

Dengan hanya menyusuri deretan bangunan tua, kesan yang muncul lebih berpusat pada rumah pedagang dan budaya warga kota.

Di Takayama Jinya, Anda juga bisa memahami pemerintahan zaman Edo dan kehidupan para samurai.

Dengan mengetahui latar belakang sejarah Hida Takayama, cara Anda memandang deretan bangunan di sekitarnya pun akan berubah.

Akan lebih mudah menata pemahaman tentang bagaimana kota yang Anda lihat itu dahulu diperintah.

Cocok untuk Mereka yang Ingin Berkunjung dengan Tenang

Takayama Jinya lebih merupakan tempat untuk membaca sejarah sambil menyusuri bangunan, daripada spot wisata interaktif yang ramai.

Tempat ini cocok untuk melihat tata ruang kamar, taman, dan pameran dengan perlahan tanpa menimbulkan suara keras.

Bagi yang tidak paham sejarah Jepang sekalipun, akan lebih mudah dipahami jika menyadari peran "kantor", "tempat tinggal", dan "gudang beras".

Karena informasi multibahasa seperti bahasa Inggris terkadang juga tersedia, cobalah periksa papan petunjuk di lokasi.

Kesimpulan | Merasakan Sejarah Hida Takayama Lebih Dekat di Takayama Jinya

Takayama Jinya adalah situs bersejarah yang ditetapkan negara yang menambahkan kedalaman sejarah pada wisata Hida Takayama.

Dengan menyusuri Oyakusho, Oshirasu, dan Okura, Anda bisa menelusuri sistem pemerintahan, peradilan, dan pajak beras zaman Edo dalam satu tempat.

Di dalam bangunan, lepaslah sepatu dan berkunjunglah dengan menyadari etika menjaga cagar budaya.

Jika Anda juga memperhatikan deretan bangunan tua dan pemandangan sekitar, Anda akan lebih mudah merasakan keterkaitan sejarah yang dimiliki kota Hida Takayama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Takayama Jinya adalah bekas kantor pemerintahan yang memerintah Hida saat menjadi wilayah langsung shogun (tenryo) di zaman Edo, dan satu-satunya kantor daikan/gundai yang masih bertahan di seluruh Jepang. Kantor ini didirikan pada tahun 1692 dan diperintah oleh 25 generasi daikan/gundai hingga tahun 1868. Di dalamnya tersedia tampilan multibahasa dan penjelasan digital, sehingga menjadi fasilitas yang memudahkan pemahaman sistem pemerintahan era Edo meski dalam waktu singkat.
A. Biaya masuk adalah 500 yen untuk dewasa, gratis untuk siswa SMA ke bawah, dan 450 yen untuk rombongan 30 orang atau lebih. Di Takayama, tempat deretan bangunan tua dan pasar pagi bisa dinikmati gratis, lokasi ini adalah salah satu dari sedikit spot kunjungan berbayar. Karena dengan 500 yen Anda bisa melihat sekaligus kantor pemerintahan, ruang pengadilan, dan gudang beras era Edo, fasilitas sejarah ini terasa sepadan dengan biayanya.
A. Jam buka adalah pukul 8.45–17.00 pada April–Oktober, dan pukul 8.45–16.30 pada November–Maret. Batas masuk 30 menit sebelum tutup, dan selain masa pergantian tahun, penutupan sementara dapat terjadi karena cuaca buruk atau keperluan pengelolaan fasilitas. Pada musim dingin hari cepat meredup, dan berjalan di engawa (beranda kayu tradisional Jepang) saat cahaya lembut sore hari masuk akan terasa berkesan.
A. Dari Stasiun JR Takayama berjalan ke timur sekitar 10 menit, dan terletak setelah menyeberangi Nakabashi yang membentang di atas Sungai Miyagawa. Nakabashi merah adalah spot foto yang melambangkan Hida Takayama, dan cocok pula untuk disinggahi di tengah perjalanan menuju Jinya. Jalan dari stasiun relatif datar, namun pada hari bersalju jalan berbatu mudah licin, jadi pilihlah sepatu yang nyaman untuk berjalan.
A. Waktu kunjungan diperkirakan sekitar 30 menit, dan jika berkeliling dengan saksama sambil membaca penjelasan, sekitar 1 jam. Di dalam bangunan, rutenya hampir satu arah, sehingga Anda bisa bergerak alami dari kantor ke gudang. Jika memadukannya dengan pasar pagi dan deretan bangunan tua, alur melihat Jinya setelah pasar pagi lalu menuju Kami-sannomachi akan memudahkan pemanfaatan waktu.
A. Daya tarik terbesarnya adalah Oshirasu (ruang pemeriksaan dan vonis) serta Okura (gudang beras) yang dibangun pada era Keicho sekitar tahun 1600. Okura disebut sebagai gudang beras era Edo tertua dan terbesar di Jepang yang masih bertahan, dan di pintu masuk kantor terdapat ruang depan besar yang menunjukkan status 100.000 koku. Motif "Mamuki-usagi" (kelinci yang menghadap ke depan) pada penutup paku adalah desain yang membuat Anda merasakan harapan akan pemerintahan yang baik.
A. Seigaiha adalah motif keberuntungan berupa gelombang yang ditumpuk, mengandung harapan akan kemakmuran abadi dan kedamaian. Umumnya gelombang digambar dengan 3 hingga 5 garis, namun di Takayama Jinya menjadi gelombang 4 garis yang merupakan keunikannya. Membandingkan motif pada lantai besar yang direstorasi dengan aslinya yang disimpan di Okura akan membuat Anda menikmati hingga ke perbedaan detailnya.
A. Karena di dalam bangunan Anda naik dengan melepas sepatu, memiliki sepatu yang mudah dilepas-pasang dan kaus kaki bersih akan terasa nyaman. Pada musim dingin lantai kayu cukup dingin, jadi kaus kaki tebal atau legging akan berguna. Karena banyak juga ruang bertatami, hindari barang besar dan kenakan pakaian yang tidak membuat kaki dingin agar bisa fokus pada suasana bangunan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.