Museum Peringatan Tōyama — Tempat yang Menghubungkan Arsitektur, Taman, dan Seni
Museum Peringatan Tōyama di Kawajima, Prefektur Saitama, merupakan fasilitas yang membuka Rumah Tōyama, Properti Budaya Penting Nasional, bersama taman bergaya kaiyūshiki dan museum seni.
Tōyama Gen’ichi, pendiri Nikkō Securities, membangun kembali rumah tempat ia dilahirkan yang pernah dilepas saat masih kecil, lalu menjadikannya tempat tinggal bagi ibunya, Mii, yang telah menjalani banyak kesulitan.
Rumah yang berawal sebagai tempat tinggal untuk sang ibu
Rumah Tōyama selesai dibangun pada 1936, dengan rangkaian ruang yang memanjang dari gerbang nagayamon menuju pintu masuk, koridor tatami, dan ruang bergaya Jepang.
Jangan hanya melihat kemewahannya. Dengan memikirkan fungsi setiap ruangan sebagai bagian dari rumah yang memadukan kehidupan sang ibu dan penerimaan tamu, arsitekturnya akan terasa lebih dekat.
Museum yang dibuka untuk umum pada 1970
Setelah ibunya wafat, Tōyama Gen’ichi terutama menggunakan tempat ini untuk menerima tamu. Kemudian, bangunan tersebut diteruskan sebagai museum peringatan yang bertujuan melestarikan bangunan dan memperkenalkan karya seni.
Gedung museum seni disiapkan bersamaan dengan pembukaan untuk umum pada 1970 dan menyampaikan koleksi melalui ruang pamer yang berbeda dari rumah utama.
Jika terlebih dahulu memeriksa posisi 3 bangunan, taman, dan museum seni pada denah keseluruhan, Anda akan lebih mudah memahami makna berjalan menyusuri koridor panjang.
Daripada menghafal nama ruangan, perhatikan perbedaan fungsi untuk kehidupan sehari-hari, menerima tamu, dan berdoa.

Memahami Perbedaan Bangunan Timur, Tengah, dan Barat di Rumah Tōyama
Rumah Tōyama terdiri atas gerbang nagayamon serta Bangunan Timur, Tengah, dan Barat yang terhubung oleh koridor; desain dan perannya berbeda di setiap bangunan.
Jangan menganggapnya sebagai rumah yang disatukan dalam satu gaya. Bandingkan nuansa rumah petani, arsitektur shoin-zukuri, dan sukiya-zukuri sambil berjalan.
Bangunan Timur mencerminkan kenangan rumah kelahiran
Bangunan Timur beratap jerami secara simbolis merekonstruksi rumah tempat Tōyama Gen’ichi lahir, dengan dasar rumah petani kaya yang juga memasukkan unsur kediaman samurai.
Amati ruang perapian irori, pilar, langit-langit, dan hubungannya dengan lantai tanah doma untuk melihat bagaimana ruang kehidupan sehari-hari diwujudkan.
Bangunan Tengah adalah ruang tamu yang formal
Pusat Bangunan Tengah adalah aula besar dengan gaya shoin-zukuri tradisional.
Dari tokonoma, pintu dan panel, garis tatami, serta hubungan antarruang, Anda dapat membaca orientasi depan dan tatanan untuk menyambut tamu.
Bangunan Barat menampilkan kehalusan gaya sukiya
Bangunan Barat bergaya sukiya-zukuri dengan desain yang mengadopsi arsitektur ruang minum teh. Kamar Mii berada di pusatnya, dikelilingi ruang samping dan ruang altar Buddha.
Lihat lebih dekat perubahan bahan dan penyelesaian, seperti langit-langit kakekomi serta koridor yang memadukan tatami dengan papan kayu.
Berikut ringkasan ciri 3 bangunan berdasarkan fungsi ruang dan hal yang perlu diamati.
| Bangunan | Karakter utama | Hal yang diamati |
|---|---|---|
| Bangunan Timur | Gaya rumah petani kaya | Atap jerami, irori |
| Bangunan Tengah | Shoin-zukuri | Aula besar, tokonoma |
| Bangunan Barat | Sukiya-zukuri | Langit-langit, koridor |
| Gerbang nagayamon | Pintu masuk rumah | Sumbu pandang dari gerbang |
Di batas antargedung, carilah bagian tempat bahan lantai, langit-langit, dan penyelesaian pilar berubah agar Anda dapat merasakan perbedaan gaya.
Tujuan desain tidak hanya tampak pada dekorasi, tetapi juga pada cara koridor berbelok dan ruang terbuka ke arah taman.

Melihat Kembali Rumah dari Taman Bergaya Kaiyūshiki
Termasuk area putar kendaraan dari gerbang nagayamon, taman ini memiliki luas sekitar 3.000 m² sehingga pemandangan yang terlihat dari dalam bangunan dapat diperiksa kembali dari luar.
Jika menemukan pagoda batu 13 tingkat, lentera batu, aliran air sumur, serta pepohonan dan tanaman musiman secara berurutan, Anda akan memahami bahwa taman bukan sekadar latar bagi ruang bergaya Jepang.
Perhatikan batas antara bangunan dan taman
Ketika melihat taman dari beranda engawa atau jendela, pilar serta pintu dan panel membingkai pemandangan seperti bingkai lukisan.
Setelah keluar ke taman, lihat kembali ruangan yang sama dan bandingkan hubungan antara tinggi atap, bukaan, dan tata letak tanaman.
Jangan menilai empat musim hanya dari bunga
Pada musim semi, bunga ume, sakura, tsutsuji, dan satsuki; pada musim panas, hanashōbu dan teratai di parit; sedangkan pada musim gugur, daun berwarna menghiasi taman.
Waktu berbunga dan perubahan warna bergantung pada cuaca. Jangan hanya mengejar masa terbaik, tetapi amati juga lumut, batu, bentuk pepohonan, serta perubahan cahaya dan bayangan.
Di dalam taman, jangan berjalan melawan arah rute dan jangan melangkah keluar dari batu pijakan atau memasuki petak tanaman.
Pada hari hujan, batu dan lumut menjadi licin. Perhatikan langkah dan jangan memaksakan diri berpindah posisi untuk mengambil foto.

Melihat Koleksi di Museum Seni Tōyama
Koleksi Museum Peringatan Tōyama mencakup sekitar 11.000 benda, termasuk kaligrafi dan lukisan Jepang serta Tiongkok, keramik, boneka, tekstil celup dan tenun, serta kerajinan dari berbagai wilayah dunia.
Tekstil celup dan tenun mencakup sekitar 70% dari seluruh koleksi, sehingga pengunjung dapat membandingkan kerajinan Timur dan Barat dengan tekstil sebagai porosnya.
Koleksi ini mencakup karya yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional, tetapi tidak semuanya dipamerkan setiap saat; karya-karya tersebut diperkenalkan bergiliran melalui beberapa pameran bertema setiap tahun.
Karya yang dipamerkan berubah pada setiap periode
Jika ada karya yang ingin dilihat, periksa periode pameran, pergantian karya, serta pembagian paruh pertama dan kedua pada informasi pameran.
Ada pula periode ketika hanya rumah dan taman yang dibuka. Karena itu, penting untuk memeriksa ada atau tidaknya pameran museum seni bersama informasi harga tiket masuk.
Hubungkan tokonoma di rumah dengan karya seni
Koleksi ini berawal dari karya seni dan kerajinan yang dikumpulkan untuk menghiasi 8 tokonoma di Rumah Tōyama.
Setelah melihat bahan dan tema karya di museum seni lalu kembali ke rumah, Anda dapat membayangkan bagaimana karya tersebut dahulu dinikmati di ruang bergaya Jepang.
Berikut sudut pandang yang dapat diperoleh ketika urutan kunjungan diubah.
| Urutan | Sudut pandang yang diperoleh lebih dahulu | Hal yang diperiksa berikutnya |
|---|---|---|
| Rumah→Taman | Pemandangan dari dalam | Eksterior dan tanaman |
| Taman→Rumah | Tata letak bangunan | Jendela dan engawa |
| Rumah→Museum | Peran tokonoma | Bahan karya |
| Museum→Rumah | Koleksi | Ruang untuk memajang karya |
Pada penjelasan pameran, bacalah nama karya, zaman, dan bahannya, lalu pilih satu unsur yang terhubung dengan ruang rumah untuk diingat agar pengalaman lebih mudah ditinjau kembali.
Pencahayaan dan kotak pajang di ruang pamer disesuaikan untuk pelestarian, jadi jangan mendekatkan wajah atau barang bawaan terlalu dekat ke bagian yang sulit dilihat.

Periksa Hari Buka dan Cara Menuju Museum Peringatan Tōyama
Jam buka normal adalah pukul 10.00–16.30, dengan batas masuk hingga pukul 16.00.
Pada dasarnya museum tutup setiap Senin. Jika Senin merupakan hari libur nasional, museum buka dan tutup pada hari berikutnya; museum juga libur pada akhir dan awal tahun serta saat pergantian pameran.
Perhatikan juga rencana pembongkaran untuk perbaikan
Untuk membongkar dan memperbaiki atap jerami serta bagian lain dari Rumah Tōyama, sebuah Properti Budaya Penting, Museum Peringatan Tōyama dijadwalkan tutup selama 1 tahun mulai sekitar September 2027.
Jadwal pekerjaan dapat berubah, jadi periksa pengumuman penutupan dan pekerjaan sebelum berkunjung.
Gabungkan bus dan berjalan kaki saat memakai transportasi umum
Dengan transportasi umum, gunakan bus rute dari Stasiun Kawagoe atau Stasiun Okegawa, turun di Ushigayato, lalu lanjutkan dengan berjalan kaki.
Cocokkan jadwal bus, tempat naik, rute berjalan kaki, dan bus pulang dengan informasi operator transportasi serta peta, lalu susun rencana dengan waktu longgar.
Berkunjung Sambil Melindungi Warisan Budaya
Rumah Tōyama bukan bangunan baru yang dibuat sebagai fasilitas wisata modern, melainkan Properti Budaya Penting yang dibuka untuk umum sambil tetap dilestarikan.
Ikuti rute, batas akses, aturan pengambilan foto, dan ketentuan barang bawaan di lokasi. Jangan menyentuh pintu atau panel, dinding, maupun kotak pajang.
Jangan memasuki area yang biasanya tertutup
Lantai 2 Bangunan Tengah, ruang minum teh terpisah, dan beberapa ruang lain biasanya tidak dibuka untuk umum.
Pada hari tanpa informasi acara atau pembukaan khusus, jangan membuka pintu atau melewati tali pembatas; lihatlah desain dari area yang dibuka.
Berbagi suasana menikmati karya dengan tenang
Di koridor tatami dan ruang bergaya Jepang, pelankan langkah dan suara. Saat berhenti di tempat sempit, berilah jalan kepada orang di belakang.
Jangan memutuskan sendiri penggunaan lampu kilat, tripod, atau pemotretan komersial. Utamakan panduan hari itu dan arahan staf.
Ringkasan — Berpindah di Antara 3 Sudut Pandang
Di Museum Peringatan Tōyama, berpindah antara arsitektur berbeda pada Bangunan Timur, Tengah, dan Barat, taman bergaya kaiyūshiki, serta beragam karya seni dan kerajinan akan menghadirkan budaya tempat tinggal dan menerima tamu secara lebih utuh.
Periksa pameran, hari tutup, area yang dibuka, dan rencana perbaikan mendatang sebelum berkunjung, lalu datanglah dengan waktu yang cukup.
Jangan menyentuh warisan budaya, tetaplah tenang dan saling memberi jalan, serta cermati hubungan antara bahan, ruang, taman, dan karya.





Ulasan (0)