8 Rekomendasi Kawasan Kota Tua di Gifu dan Cara Menikmatinya
Kawasan kota tua (machinami bersejarah) di Gifu memiliki karakter berbeda di setiap daerah, mulai dari kota pedagang di Hida dan kota bekas kastil di sepanjang Sungai Nagara hingga kota penginapan di jalur Nakasendō.
Dalam satu prefektur, Anda dapat membandingkan rumah kayu, gudang berdinding putih, saluran air, pintu berkisi, hingga kota penginapan di jalan menanjak. Karena itu, kawasan seperti Hida Takayama, Gujō-Hachiman, dan Magome-juku cocok dijadikan tema wisata kota, termasuk bagi wisatawan mancanegara yang baru pertama kali ke Gifu.
Dalam artikel ini, kami memperkenalkan suasana dan cara menjelajahi 8 kawasan rekomendasi, terutama kawasan yang ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional (Jūden-ken).
Pilih Berdasarkan Tujuan Wisata agar Lebih Mudah Dijelajahi
Kawasan kota tua bukan hanya tempat berfoto, tetapi juga lingkungan tempat warga masih tinggal dan berdagang hingga kini.
Jika ingin menikmati keramaian pilihlah Takayama atau Magome-juku, jika ingin menikmati pemandangan tenang pilihlah Hida-Furukawa atau Iwamura, dan jika ingin menikmati suasana tepi sungai pilihlah Gujō-Hachiman atau Kawaramachi.
Agar mudah dipilih sesuai suasana yang diinginkan, kami merangkum 8 kawasan berdasarkan karakter dan gaya perjalanan yang cocok.
| Kawasan | Suasana | Wisata yang cocok |
|---|---|---|
| Takayama | Kota pedagang | Jajan kuliner |
| Gujō-Hachiman | Kota kastil berair | Jalan-jalan kota |
| Magome-juku | Kota penginapan menanjak | Menyusuri jalur kuno |
| Iwamura | Kota kastil pegunungan | Pencinta sejarah |
| Mino | Kota pedagang udatsu | Pencinta arsitektur |
| Hida-Furukawa | Dinding putih dan saluran air | Perjalanan tenang |
| Kawaramachi | Jejak pelabuhan sungai | Menginap di kota Gifu |
| Ōta-juku | Kota penginapan jalur kuno | Wisata Nakasendō |
Perhatikan Bentuk Jalan, Bukan Hanya Bangunan
Dengan memperhatikan kisi-kisi rumah, tinggi atap, saluran air, jalan menanjak, dan lekuk jalur kuno, Anda dapat memahami asal-usul kota yang sulit terlihat hanya dari foto.
Saat menjelajahi kawasan kota tua, jangan hanya memotret panorama luas. Amati pula ornamen pintu masuk dan cara warga memanfaatkan area tepi air agar pengalaman perjalanan lebih berkesan.
Nikmati dengan Tenang dan Hormati Kehidupan Warga
Meski dikenal sebagai objek wisata, di sepanjang jalan terdapat rumah tinggal dan toko-toko kecil.
Dengan mematuhi etika dasar—tidak memasuki lahan pribadi, tidak menghalangi pintu toko, dan tidak memotret warga dari jarak dekat tanpa izin—Anda dapat menikmati suasana kota dengan nyaman.
Kawasan Kota Tua Hida di Takayama dan Hida-Furukawa
Kawasan bersejarah di Hida dikenal dengan rumah-rumah kayu dan pemandangan saluran air.
Dengan memadukan keramaian wisata Hida Takayama dan suasana tenang gudang berdinding putih di Hida-Furukawa, Anda dapat melihat perbedaan karakter kota-kota di Hida.
Kawasan Kota Tua Hida Takayama | Jejak Kota Pedagang
Kawasan kota tua Hida Takayama berpusat di area yang disebut "Sanmachi", yang berkembang sebagai kota bekas kastil dan kota pedagang pada zaman Edo.
Jalan yang membentang dari utara ke selatan di sisi timur Sungai Miya dibagi oleh Yasukawa-dōri menjadi Kamichō di selatan dan Shimochō di utara. Kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional pada 1979 (Shōwa 54), lalu diperluas pada 1997 (Heisei 9).
Rumah kota dengan deretan kisi menonjol (degōshi) dan bola cedar (sugidama) di pabrik sake menjadi penanda jalan-jalan kota, dengan Museum Kota Hida Takayama, pabrik sake, restoran, dan toko oleh-oleh berjejer.
Karena banyak restoran dan toko oleh-oleh di sepanjang jalan, kawasan ini cocok untuk berbelanja dan mencicipi kuliner. Suasana pada pagi dan sore hari, serta tampilan jalan saat hujan, juga menjadi daya tarik.
Dari Stasiun JR Takayama ke deretan bangunan tua sekitar 10–15 menit berjalan kaki, dan pagi buta adalah waktu dengan sedikit orang sehingga mudah mengabadikan deretan bangunan yang tenang dalam foto.
Hida-Furukawa | Menyusuri Sungai Seto dan Gudang Berdinding Putih
Kawasan gudang berdinding putih di Hida-Furukawa membentang di sepanjang Sungai Seto dan menawarkan suasana yang tenang.
Perpaduan suara air, dinding putih, dan elemen kayu menciptakan suasana sederhana dan menenangkan.
Di Sungai Seto, sekitar 1.000 ekor koi berenang tiap tahun mulai April hingga November, dan kontras koi berwarna cerah dengan dinding putih menambah warna pada pemandangan.
Koi dipindahkan ke kolam bekas Kastil Masushima untuk melewati musim dingin dari akhir November hingga sekitar awal April, namun kawasan gudang berdinding putih yang tertutup salju di musim dingin pun memiliki suasana tenang khas Hida.
Dari Stasiun JR Hida-Furukawa ke kawasan gudang berdinding putih sekitar 5 menit berjalan kaki, dan dari Takayama sekitar 15 menit dengan kereta lokal jalur Takayama, sehingga aksesnya mudah.
Kawasan Bersejarah Hida Berubah Sesuai Musim
Meski jalan yang sama, bayangan bangunan dan kesan tepi air berubah sesuai musim.
| Musim | Tampilan | Cara menyusuri |
|---|---|---|
| Semi | Cahaya lembut | Perhatikan tepi air |
| Panas | Teduh pepohonan pekat | Cari tempat sejuk |
| Gugur | Warna yang tenang | Susuri gang |
| Dingin | Salju dan dinding putih | Hati-hati pijakan |
Jelajahi Kota Bekas Kastil Gujō-Hachiman dan Iwamura
Kawasan kota bekas kastil memperlihatkan jejak sejarah bukan hanya melalui kastil dan kuil, tetapi juga rumah pedagang, kawasan pengrajin, saluran air, dan bentuk jalan.
Gujō-Hachiman dan Iwamura adalah tempat di mana hubungan antara topografi dan kehidupan semakin terlihat seiring Anda menyusuri kota.
Gujō-Hachiman | Kota Bekas Kastil dengan Saluran Air dan Rumah Tradisional
Deretan bangunan tua Gujō-Hachiman terpilih sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional pada 2012 sebagai "Gujō-Hachiman Kitamachi" yang berpusat di Yanagimachi, Shokunin-machi, dan Kajiya-machi.
Kawasan pelestarian seluas sekitar 14,1 hektar ini dikenal karena sistem pemanfaatan air dari mata air alami menyatu dengan deretan rumah tradisional di kota bekas kastil yang dikelilingi gunung dan sungai.
Saat menyusuri jalan, air irigasi mengalir dekat deretan rumah, dan Anda bisa merasakan betapa dekatnya kehidupan kota dengan air melalui Sōgi-sui (mata air yang terpilih dalam 100 Mata Air Terbaik) dan "Yanaka Mizu no Komichi".
Saat memotret di tepi air, jangan berhenti terlalu lama di jalan sempit atau menghalangi jalan yang digunakan warga sehari-hari.
Iwamura | Kota Pedagang Bersejarah di Pegunungan
Karakter sejarah Iwamura lebih terasa jika kawasan kota bekas kastil ini dijelajahi bersama reruntuhan Kastil Iwamura, yang dikenal sebagai salah satu dari tiga kastil gunung terbesar di Jepang.
Iwamura Hondōri ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional pada 1998 (Heisei 10). Kawasan seluas sekitar 14,6 hektar ini mempertahankan deretan rumah kota pedagang dari kota bekas kastil.
Anda dapat menikmati wisata sejarah dalam suasana pegunungan yang tenang. Jalan ini juga dikenal sebagai lokasi syuting serial drama pagi NHK.
Dibanding berkeliling singkat di jalan yang ramai, tempat ini cocok untuk perjalanan menyusuri dengan tenang sambil melihat kisi bangunan dan ornamen tepi atap.
Menyusuri Kota Penginapan Jalur Nakasendō di Magome-juku dan Ōta-juku
Kota-kota penginapan di jalur Nakasendō mempertahankan suasana jalur kuno yang dahulu dilalui banyak pelancong.
Magome-juku menawarkan pemandangan jalan menanjak, sedangkan Ōta-juku memberi kesempatan mengenal budaya jalur kuno di sekitar Sungai Kiso.
Magome-juku | Kota Penginapan di Sepanjang Jalan Menanjak
Magome-juku adalah kota penginapan ke-43 di jalur Nakasendō, terletak paling selatan dari 11 kota penginapan Kiso, dengan ciri pemandangan toko dan bangunan berjejer di kedua sisi jalan menanjak.
Awalnya termasuk Prefektur Nagano, tetapi digabungkan ke kota Nakatsugawa, Prefektur Gifu pada 2005, dan jejak masa lampau tersisa di jalan menanjak berbatu.
Ini juga tempat kelahiran sastrawan Shimazaki Tōson yang dikenal lewat karya "Yoake Mae", dan tempat-tempat terkait sastra seperti Museum Tōson tersebar di sini.
Karena jalan berbatu dan kemiringan tanjakan menciptakan kedalaman pada foto, memotret dengan menyertakan perbedaan ketinggian jalan—bukan hanya bagian depan bangunan—akan menyampaikan suasana khas kota penginapan.
Menuju Tsumago-juku di sebelahnya, jalur Nakasendō sekitar 9 km yang melewati Magome-tōge (Celah Magome) terus membentang, dan populer sebagai jalur hiking sekitar 2,5–3 jam sekali jalan bagi wisatawan mancanegara.
Di jalan menanjak, berhentilah di tempat yang aman dan jangan menghalangi arus pejalan kaki.
Ōta-juku | Jejak Jalur Kuno di Tepi Sungai Kiso
Ōta-juku berkembang sebagai kota penginapan ke-51 di jalur Nakasendō, dan "Ōta no Watashi" (penyeberangan Ōta) yang menyeberangi Sungai Kiso termasuk salah satu dari tiga tempat tersulit di jalur Nakasendō.
Anda dapat membayangkan peran kota penginapan melalui peninggalan seperti gerbang honjin yang dibangun untuk prosesi pernikahan Kazunomiya pada 1861 dan kediaman keluarga Hayashi (wakihonjin), yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Terletak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Mino-Ōta, dan meski deretan bangunan jalur kuno terlihat sederhana pada pandangan pertama, memperhatikan lebar jalan, cara berbelok, dan tata letak bangunan akan membuat Anda merasakan jejak zaman ketika ini menjadi pusat perjalanan.
Di Kota Penginapan, Perhatikan Pijakan dan Lebar Jalan
Karena kota penginapan memiliki jalan menanjak dan sempit, gunakan sepatu yang nyaman agar perjalanan lebih aman.
Saat memotret dengan latar bangunan tua pun, penting untuk mengutamakan lalu lintas kendaraan dan warga setempat, serta tidak memotret lama di tengah jalan.
Jelajahi Kota Pedagang Mino dan Pelabuhan Sungai Kawaramachi
Mino dan Kawaramachi di Kota Gifu merupakan kawasan bersejarah yang menyimpan jejak perdagangan dan transportasi sungai.
Mino cocok bagi wisatawan yang ingin mengamati bentuk bangunan, sedangkan Kawaramachi praktis dipadukan dengan jalan-jalan di sekitar Sungai Nagara.
Kawasan Udatsu di Mino | Amati Detail Atap Rumah Pedagang
Kawasan udatsu di Mino berkembang dari kota kastil Ogurayama-jō yang dibangun oleh Kanamori Nagachika pada awal zaman Edo, lalu tumbuh sebagai kota pedagang Mino washi (kertas tradisional Jepang).
Rumah pedagang dengan dinding tahan api "udatsu" di kedua ujung atap berjejer, dan terpilih sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional pada 1999.
Udatsu berfungsi mencegah rambatan api dan dahulu hanya dapat dibangun oleh keluarga kaya. Unsur ini menjadi asal-usul ungkapan "udatsu ga agaranai" (tidak maju/tidak sukses), dan kunjungan akan semakin menarik jika Anda membandingkan bentuk udatsu pada setiap rumah.
Karena terdapat Mino Washi Akari Art Kan (Museum Seni Cahaya Mino Washi) dan toko yang menawarkan pengalaman mengenal washi, kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin memadukan wisata kota dengan kerajinan tradisional.
Kawaramachi | Menelusuri Jejak Pelabuhan Sungai Nagara
Kawaramachi di Kota Gifu adalah kawasan di sekitar Minatomachi, Tamaimachi, dan Motohamamachi yang membentang ke barat dari ujung selatan Jembatan Nagara. Di sini masih tersisa bangunan-bangunan tua dengan pintu berkisi.
Dahulu berkembang sebagai pelabuhan sungai Nagara yang menangani kayu Okumino dan washi Mino, dan pada 2015 diakui sebagai properti budaya penyusun Warisan Jepang "Kota Bekas Kastil Sengoku Gifu yang Menghidupkan Keramahan Tuan Nobunaga".
Hingga kini, toko kue tradisional Jepang dan toko kerajinan membentuk suasana kawasan. Karena mudah dipadukan dengan Kastil Gifu atau Nagaragawa Ukai (penangkapan ikan dengan burung kormoran), Kawaramachi cocok untuk wisata singkat selama menginap di Kota Gifu.
Saat Menjelajahi Kota Pedagang, Bandingkan Atap, Kisi, dan Fasad Toko
Saat menjelajahi kota pedagang, jangan hanya melihat bangunan dari depan. Perhatikan ujung atap, kerapatan kisi, serta pemasangan noren dan papan nama untuk menemukan keunikan setiap bangunan.
Karena kebijakan pemotretan di dalam toko dan pemotretan produk berbeda tiap toko, periksalah papan petunjuk dan jika perlu mintalah izin lebih dulu agar lebih aman.
Etika Menjelajahi Kota Tua bagi Wisatawan Mancanegara
Untuk menjelajahi kawasan kota tua dengan nyaman, seimbangkan kebebasan berwisata dengan penghormatan terhadap kehidupan warga.
Pengambilan foto, makan dan minum, serta cara berhenti di jalan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan.
Saat Memotret, Hormati Warga dan Rumah Tinggal
Dalam foto deretan bangunan, meski berniat memotret seluruh bangunan, warga atau pengunjung toko bisa saja ikut terpotret.
Hindari memotret orang dari jarak dekat dan jangan terus-menerus mengarahkan kamera ke jendela atau pintu rumah agar privasi warga tetap terjaga.
Saat Menikmati Kuliner, Jangan Menghalangi Toko atau Lalu Lintas
Di kawasan belanja seperti Hida Takayama atau Magome-juku, ikuti aturan toko mengenai tempat makan dan minum serta pembuangan sampah.
Saat berhenti di jalan sempit, hindari pintu masuk toko dan tengah jalan, serta nikmatilah sambil melihat arus di sekitar.
Hal yang Boleh dan Tidak Boleh di Kawasan Kota Tua
Jika ragu, gunakan tiga patokan: lindungi bangunan, jangan mengganggu kehidupan warga, dan ikuti petunjuk toko.
| Situasi | Boleh | Hindari |
|---|---|---|
| Foto | Memotret eksterior | Memotret orang tanpa izin |
| Jalan | Berhenti di tepi | Memotret di tengah |
| Toko | Melihat papan petunjuk | Menghalangi pintu masuk |
| Rumah tinggal | Menjaga jarak | Mengintip |
Saat Hujan atau Salju, Seimbangkan Pemandangan dan Keselamatan
Saat hujan, kisi dan jalan berbatu berwarna tenang, dan saat salju, garis dinding putih serta bangunan kayu menjadi menonjol.
Di sisi lain, karena pijakan menjadi licin, jangan terlalu fokus pada foto dan berjalanlah sambil memperhatikan tangga serta selokan agar aman.
Kesimpulan
8 rekomendasi kawasan kota tua di Gifu masing-masing memiliki daya tarik berbeda, yaitu keramaian Hida Takayama, saluran air Gujō-Hachiman, jalan menanjak Magome-juku, kota bekas kastil Iwamura, udatsu Mino, dinding putih Hida-Furukawa, pelabuhan sungai Kawaramachi, dan budaya jalur kuno Ōta-juku.
Untuk kunjungan pertama, pilihlah Hida Takayama atau Gujō-Hachiman. Jika tertarik pada kota penginapan, pilihlah Magome-juku atau Ōta-juku. Untuk jelajah arsitektur yang tenang, pilihlah Iwamura, Mino, atau Hida-Furukawa.
Kawasan kota tua adalah objek wisata sekaligus ruang hidup warga setempat.
Dengan menjaga bangunan serta mematuhi etika fotografi, makan, dan minum saat menjelajah, Anda dapat menikmati pemandangan bersejarah Gifu dengan lebih mendalam.





Ulasan (0)