Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Iwamura Castle Ruins, Wisata Kastil Gunung & Kota Kastil

Iwamura Castle Ruins, Wisata Kastil Gunung & Kota Kastil

Iwamura Castle Ruins di Ena, Gifu, menyajikan tembok batu, Rokudanheki, legenda Kirigajo, dan kota kastil tua. Simak tips jalan kaki dan budaya kastil.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Bekas Kastel Iwamura yang tembok batunya masih tersisa di puncak gunung setinggi 717 m termasuk Tiga Kastel Gunung Terbesar Jepang bersama Kastel Takatori dan Kastel Matsuyama. Tempat terkenal yang juga disebut "Kirigajo" (Kastel Kabut) ini menawarkan jelajah kastel gunung dan jalan-jalan kota istana.

Daya Tarik

Tembok batu tiga dimensi "Rokudan-heki" yang menjulang di sisi timur laut honmaru, tembok batu berlapis-lapis yang berlumut, kumpulan 17 sumur di dalam kastel, serta sumur "Kirigai" khusus untuk tuan kastel yang menyimpan legenda kabut.

Akses

Dari Stasiun "Iwamura" jalur Akechi Railway ke bekas kastel sekitar 60 menit berjalan kaki. Dengan mobil, sekitar 20 menit dari Chuo Expressway "Ena IC" melalui Jalan Nasional No. 257; tersedia tempat parkir gratis di depan Museum Sejarah Iwamura dan di honmaru.

Biaya

Museum Sejarah Iwamura: umum ¥300, lansia 65 tahun ke atas ¥200, siswa SMA ke bawah gratis. Jalan-jalan di bekas kastel itu sendiri tidak dipungut biaya.

Perkiraan Waktu Kunjungan

Pendakian ke kastel membutuhkan 30–60 menit sekali jalan, dan dari depan museum ke honmaru sekitar 30 menit berjalan kaki. Luangkan sekitar setengah hari dari kunjungan museum hingga jalan-jalan di bekas kastel agar lebih nyaman.

Keramaian dan Waktu yang Disarankan

Pada awal hingga pertengahan November, ketika dedaunan musim gugur berwarna, jumlah pengunjung meningkat. Datang pada pagi hari, terutama lebih awal, membuat Anda bisa berjalan-jalan dengan lebih tenang.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Berjalan

Saat hujan atau sehabis hujan, pijakan jalan gunung mudah licin, jadi susun rute yang tidak memaksakan diri dengan memperhatikan sepatu, cuaca, dan transportasi pulang. Jangan terlalu menyentuh benda cagar budaya seperti tembok batu dan sumur.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Gifu

Apa Itu Reruntuhan Kastil Iwamura: Mengenal Sejarah "Kirigajō" yang Tersisa di Puncak Gunung

Reruntuhan Salah Satu dari Tiga Kastil Gunung Terbesar Jepang di Kota Ena, Prefektur Gifu

Reruntuhan Kastil Iwamura (Iwamura-jō Ato) adalah sisa-sisa kastil gunung (yamajiro) yang berada di Shiroyama, Iwamura, Kota Ena, Prefektur Gifu.

Reruntuhan benteng utama (honmaru) berada di Gunung Shiroyama dengan ketinggian 717 m, dan dikenal sebagai salah satu dari tiga kastil gunung terbesar Jepang bersama Takatori-jō di Yamato (Prefektur Nara) dan Matsuyama-jō di Bitchū (Prefektur Okayama).

Di antara ketiga kastil gunung tersebut, Reruntuhan Kastil Iwamura dibangun di lokasi tertinggi, dengan beda ketinggian terhadap kaki gunung mencapai sekitar 180 m.

Saat ini bukanlah kastil yang memiliki menara utama (tenshu), melainkan tempat untuk dinikmati dengan berjalan menyusuri reruntuhan seperti dinding batu, kuruwa (area benteng), dan sumur.

Banyak orang membayangkan menara putih ketika berbicara tentang kastil Jepang, tetapi di Reruntuhan Kastil Iwamura Anda dapat merasakan pembangunan kastil yang memanfaatkan kontur gunung.

Sejarah Kastil Gunung yang Berlangsung 700 Tahun dan Situs Bersejarah yang Ditetapkan Prefektur

Kastil Iwamura konon bermula pada tahun 1185 (tahun pertama era Bunji) ketika Katō Kagekado, pengikut senior Minamoto no Yoritomo, membangunnya sebagai jitō (pengelola tanah).

Sejak itu, kastil dan tuannya diwariskan selama sekitar 700 tahun melewati periode Kamakura, Muromachi, Sengoku, dan Edo.

Reruntuhan Kastil Iwamura saat ini ditetapkan sebagai situs bersejarah Prefektur Gifu.

Nama lainnya adalah "Kirigajō" (Kastil Kabut), dan tersisa pula legenda yang berkaitan dengan kabut.

Tempat ini juga diperkenalkan sebagai panggung pertempuran antara klan Oda dan klan Takeda pada periode Sengoku.

Meski tidak mengenal sejarahnya secara detail, berjalan sambil melihat dinding batu yang membentang di tengah gunung akan menyampaikan suasana kastil yang dibangun untuk pertahanan.

Menyusuri Dinding Batu dan Rokudanbeki: Hal Menarik di Reruntuhan Kastil Iwamura

Lihat dari Dekat Dinding Batu yang Berlumut

Salah satu daya tarik utama Reruntuhan Kastil Iwamura adalah dinding batu yang tersisa berlapis-lapis di lereng gunung.

Dinding batu tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan kastil, tetapi juga berperan menata kontur gunung yang curam.

Cara penyusunan batu dan tampilannya berbeda-beda tergantung lokasi, dan ekspresinya berubah semakin Anda berjalan.

Daripada memanjat ke atas dinding batu atau menggeser batu, memandangnya dari jarak sedikit jauh akan memudahkan Anda melihat bentuk keseluruhannya.

Rokudanbeki, Perhatikan Dinding Batu Tiga Dimensi

Hal menarik yang menjadi simbol Reruntuhan Kastil Iwamura adalah "Rokudanbeki" yang menjulang di sisi utara benteng utama.

Ini adalah dinding batu yang disusun dalam enam tingkat, struktur yang dirancang khusus untuk menyusun batu di kontur yang curam.

Metode ini menyediakan lorong sempit yang disebut inubashiri di antara setiap tingkat, dan diperkenalkan sebagai konstruksi yang mempertimbangkan perbaikan dan pertahanan.

Saat mengambil foto, carilah sudut yang dapat menyampaikan ketinggian dinding batu dan tumpukan tingkatnya.

Pagi hari, saat cahaya menyinari dari samping, direkomendasikan karena tekstur tonjolan batu dan lumut menjadi lebih menonjol.

Legenda Kirigai dan Sumur: Kisah yang Ingin Diketahui Sebelum Berjalan

Makna Sumur yang Tersisa di Dalam Kastil

Konon di dalam Kastil Iwamura terdapat 17 sumur.

Pada kastil gunung, ketersediaan air sangat penting, dan sumur merupakan fasilitas vital yang menopang kehidupan saat pengepungan (rōjō).

Karena jumlah sumurnya banyak, Kastil Iwamura disebut jarang menderita kekurangan air, dan hingga kini sebagian sumur masih mengeluarkan air.

Saat menyusuri reruntuhan kastil, mengarahkan pandangan tidak hanya pada dinding batu tetapi juga pada keberadaan sumur akan membuat Anda merasakan bahwa kastil ini juga merupakan "tempat untuk tinggal".

Kirigai yang Berkaitan dengan Nama Kirigajō

"Kirigai" yang berada di Hachiman Kuruwa adalah tempat yang berkaitan dengan nama lain Kastil Iwamura, yaitu "Kirigajō".

Kirigai konon merupakan mata air suci (reisen) khusus untuk tuan kastil.

Tersisa legenda bahwa ketika musuh menyerang, dengan melemparkan tulang ular raksasa yang disimpan di kastil ke dalam sumur, kabut pun muncul dan menyelimuti kastil untuk melindunginya.

Tumpang tindih antara sejarah nyata dan legenda juga menjadi daya tarik menyusuri reruntuhan kastil Jepang.

Mengingat kisah ini di tengah gunung yang sunyi akan membuat kesan terhadap Reruntuhan Kastil Iwamura semakin mendalam.

Cara Menuju Reruntuhan Kastil Iwamura: Hal yang Perlu Dicek Sebelum Datang dengan Kereta atau Mobil

Jika Menggunakan Transportasi Umum

Stasiun terdekat adalah Stasiun Iwamura di jalur Akechi Tetsudō (Akechi Railway).

Dari Stasiun Iwamura ke Reruntuhan Kastil Iwamura memerlukan sekitar 60 menit dengan berjalan kaki.

Karena ini bukan tipe tempat wisata yang langsung sampai ke reruntuhan kastil dari stasiun, pilihlah sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Di sepanjang jalan terbentang Iwamura Jōkamachi (kota di bawah kastil), dan berjalan sambil memandang deretan rumah tradisional akan membuat jalan menanjak tidak membosankan.

Pada hari hujan atau setelah hujan, pijakan bisa menjadi licin, jadi disarankan membuat rencana perjalanan yang tidak memaksakan diri.

Jika Menggunakan Mobil

Jika menggunakan mobil, perjalanan dari Ena IC di Chūō Expressway lewat Jalan Nasional Rute 257 memerlukan sekitar 20 menit.

Anda dapat menggunakan tempat parkir gratis di depan Museum Sejarah Iwamura atau tempat parkir di benteng utama.

Dari tempat parkir di depan Museum Sejarah Iwamura ke benteng utama memerlukan sekitar 30 menit dengan berjalan kaki.

Anda juga dapat berkendara dari Jalan Nasional Rute 257 menuju arah benteng utama, tetapi kendaraan besar seperti bus mikro tidak diperbolehkan melintas.

Kondisi jalan dan syarat penggunaan tempat parkir di lokasi sebaiknya diperiksa sebelum berkunjung agar lebih tenang.

Mampir ke Museum Sejarah Iwamura

Di Museum Sejarah Iwamura yang berada di dekat pintu masuk pendakian kastil, Anda dapat melihat dokumen sejarah terkait Kastil Iwamura dan Domain Iwamura.

Harga tiket masuk umum 300 yen, lansia (65 tahun ke atas) 200 yen, dan gratis untuk pelajar SMA ke bawah.

Jam buka adalah pukul 9.00 hingga 17.00 pada April–November, dan pukul 9.30 hingga 16.00 pada Desember–Maret, serta tutup pada hari Senin (jika hari libur, maka tutup keesokan dan lusa harinya), hari setelah hari libur, serta akhir dan awal tahun.

Mengetahui sejarah di museum sebelum menyusuri reruntuhan kastil akan mengubah cara Anda memandang dinding batu dan kuruwa.

Nikmati Juga Iwamura Jōkamachi: Deretan Rumah Tua dan Etika Berjalan-jalan

Iwamura Jōkamachi, Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting

Jika berkunjung ke Reruntuhan Kastil Iwamura, Iwamura Jōkamachi juga merupakan area yang ingin Anda susuri sekaligus.

Kawasan sekitar Iwamura Hondōri dipilih sebagai Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting nasional pada tahun 1998 (Heisei 10) sebagai deretan rumah pedagang.

Kawasan pelestarian ini merupakan yang ke-48 di seluruh Jepang dan ke-3 di Prefektur Gifu, dengan luas mencapai sekitar 14,6 hektar.

Rumah-rumah kota tua dan gudang tanah liat tersisa sepanjang sekitar 1,3 km, sehingga Anda dapat merasakan keterkaitan antara sejarah kastil gunung dan kehidupan kota.

Dibandingkan hanya melihat reruntuhan kastil saja, hubungan antara kastil dan kota di bawahnya menjadi lebih mudah dipahami.

Tips Berjalan dengan Tenang Menghindari Keramaian

Karena pendakian ke Reruntuhan Kastil Iwamura memerlukan sekitar 30–60 menit sekali jalan, mendaki di pagi hari saat tenaga masih cukup sangat direkomendasikan.

Pertengahan hingga akhir November saat daun musim gugur (momiji) berwarna cenderung lebih ramai pengunjung, jadi memilih waktu yang lebih awal akan membuat Anda dapat berjalan dengan tenang.

Kota di bawah kastil cenderung ramai pada akhir pekan dan hari libur, sedangkan pada hari kerja atau pagi hari Anda dapat berjalan-jalan dengan lebih santai.

Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan ke Jepang

Reruntuhan Kastil Iwamura adalah cagar budaya sekaligus tempat yang mencakup jalur pegunungan.

Jangan terlalu menyentuh dinding batu, sumur, dan papan informasi, serta jangan masuk ke tempat yang bertanda dilarang masuk.

Di kota di bawah kastil, saat memotret di depan bangunan tua pun, penting menjaga jarak agar tidak mengganggu warga atau toko.

Di Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting, etika merokok juga diimbau untuk diperhatikan.

Saat menikmati jajan sambil berjalan maupun memotret, lakukanlah dengan menghormati kehidupan kota.

Kesimpulan: Merasakan Ketenangan Kastil Gunung di Reruntuhan Kastil Iwamura

Reruntuhan Kastil Iwamura bukanlah tempat wisata untuk melihat menara utama, melainkan reruntuhan kastil yang dinikmati dengan berjalan menyusuri kontur gunung dan dinding batu.

Reruntuhan di Gunung Shiroyama setinggi 717 m, Rokudanbeki, dan legenda Kirigai menjadi petunjuk untuk mengenal budaya kastil gunung Jepang.

Karena cara menuju memerlukan waktu berjalan kaki, rencanakan dengan memperhatikan sepatu, cuaca, dan transportasi pulang.

Jika ada waktu lebih, menyusuri Iwamura Jōkamachi sekaligus akan membuat Anda merasakan secara lebih utuh sejarah saling menopang antara kastil dan kota.

Sambil berjalan di jalur berdinding batu yang tenang, nikmatilah waktu tenang khas Reruntuhan Kastil Iwamura.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Iwamura Castle Ruins adalah bekas kastel gunung di Ena, Prefektur Gifu, yang termasuk salah satu dari tiga kastel gunung terbesar Jepang. Honmaru (area utama kastel) berada di ketinggian 717 m, konon dibangun pada tahun 1185 oleh Kato Kagekado, dan memiliki sejarah sekitar 700 tahun. Karena legenda bahwa kabut yang naik melindungi kastel, tempat ini juga disebut Kirigajo (Kastel Kabut), dan pada pagi berkabut tembok batunya tampak fantastis.
A. Namanya berasal dari sejarah "Otsuya no Kata", bibi Oda Nobunaga, yang menjadi penguasa kastel dan melindungi rakyatnya. Konon setelah suaminya meninggal karena sakit pada tahun 1572, ia diserang oleh Akiyama Torashige dari pihak Takeda, dan untuk melindungi rakyat ia menyerahkan kastel tanpa pertumpahan darah dengan syarat menikah. Di daerah ini ia masih dikenal sebagai "kampung penguasa wanita", dan sake serta kue lokal yang menyandang nama Otsuya no Kata tetap populer sebagai oleh-oleh.
A. Rokudan-beki adalah daya tarik terbesar Iwamura Castle yang berada di sisi utara honmaru (area utama kastel), berupa tembok batu yang ditumpuk dalam 6 tingkat. Untuk meratakan lereng curam, dibuat lorong sempit yang disebut inubashiri (jalur sempit di antara tembok batu) di antara setiap tingkat, dan konon bentuk ini lahir dari penumpukan perbaikan. Karena komposisi dari bawah memberi kesan kuat, berdiri di depan tingkat dan memandang dari bawah akan membuat tembok batu bertingkat terlihat lebih berdimensi dalam foto.
A. Dari Stasiun Iwamura (Akechi Railway), perjalanan melalui pintu pendakian kastel hingga honmaru (area utama kastel) memakan waktu sekitar 60 menit berjalan kaki, melewati jalur kota di bawah kastel. Karena ini jalur lokal satu gerbong dengan jumlah perjalanan sedikit, periksa jadwal kereta pulang terlebih dahulu agar lebih tenang. Di kota bawah kastel di tengah jalan tersebar kedai makan dan toko kastela, jadi singgah untuk beristirahat sebelum atau sesudah mendaki akan membuat perjalanan tidak terlalu melelahkan.
A. Dari Ena IC (Chuo Expressway) melalui Jalan Nasional 257 sekitar 20 menit, dan tersedia parkir gratis di depan Iwamura History Museum. Di demaru (area pertahanan luar) di puncak gunung juga ada parkir gratis, tetapi karena jalannya sempit dan kendaraan besar tidak bisa lewat, parkir di depan museum lalu berjalan kaki lebih aman. Dari museum hingga honmaru (area utama kastel) adalah jalan menanjak sekitar 30 menit berjalan kaki, jadi mendaki pada pagi hari saat stamina masih cukup lebih cocok.
A. Biaya masuk adalah 300 yen untuk umum, 200 yen untuk usia 65 tahun ke atas, dan gratis untuk pelajar SMA ke bawah. Buka pukul 9:00-17:00 pada April-November, dan 9:30-16:00 pada Desember-Maret, dengan libur pada hari Senin, hari setelah hari libur nasional, dan akhir-awal tahun. Bekas kastelnya sendiri gratis, dan jika mendaki setelah mendapat pengetahuan dasar di museum, peran tembok batu dan kuruwa (area pertahanan dalam kastel) bisa dipahami dengan lebih jelas.
A. Karena jalur menuju honmaru (area utama kastel) terus berupa jalan batu dan tanjakan dengan selisih ketinggian sekitar 180 m, kenakan sepatu kets atau sepatu gunung yang tidak licin. Karena ini jalan pegunungan, mesin penjual otomatis dan toilet terbatas, jadi menyiapkan minuman di kota bawah kastel akan lebih nyaman. Jalan batu licin saat hujan atau setelah hujan, dan area di sekitar tembok batu berlumut terutama mudah membuat pijakan tidak stabil, jadi hari cerah lebih cocok untuk berkunjung.
A. Daun merah biasanya mencapai puncak pada awal hingga pertengahan November, saat Anda bisa menikmati kontras antara tembok batu berlumut dan pepohonan yang berubah warna. Pada masa ini pengunjung bertambah, jadi mendaki pada pagi hari yang masih awal memungkinkan Anda menjelajah dengan tenang. Selain itu, pada pagi cerah yang dini, kabut naik dari lembah, dan Anda kadang bisa menjumpai pemandangan tembok batu yang terselimuti kabut, sesuai asal-usul nama Kirigajo (Kastel Kabut).

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.