Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Tempat Musim Gugur di Mie | Kumano Kodo & Ise-Shima

10 Tempat Musim Gugur di Mie | Kumano Kodo & Ise-Shima
Nikmati musim gugur Mie di Kumano Kodo, Ise Jingu, Observatorium Yokoyama, Akame 48 Waterfalls, dan Gunung Gozaisho. Cek akses terbaru.

Ringkasan Cepat

Pesona Mie pada Musim Gugur

Musim gugur di Mie menawarkan pemandangan yang sangat berbeda di setiap kawasan, mulai dari jalan berbatu Kumano Kodo dan hutan Ise Jingu hingga panorama Teluk Ago dan dedaunan musim gugur di Pegunungan Suzuka.

Daya Tarik Utama

Daya tariknya beragam, termasuk Jalur Magose dan Jalur Matsumoto yang masih memiliki jalan berbatu, Kuil Bagian Dalam Ise Jingu di sepanjang Sungai Isuzu, Observatorium Yokoyama yang menghadap Teluk Ago, serta 48 Air Terjun Akame.

Cara Memilih Kawasan

Prefektur Mie memanjang dari utara ke selatan. Perjalanan akan lebih mudah jika Anda berfokus pada salah satu kawasan Higashi Kishu, Ise-Shima, Iga dan Nabari, atau Hokusei dan Chusei, lalu menggabungkan beberapa tempat di kawasan yang sama.

Hal yang Perlu Diperhatikan di Kumano Kodo

Di Kumano Kodo, jalan berbatu yang basah dan daun gugur dapat licin, sementara informasi peringatan tentang beruang dan satwa liar lainnya juga diperbarui. Tentukan bagian yang akan dilalui dan jalan keluar pada peta resmi, lalu akhiri kegiatan saat hari masih terang.

Pakaian dan Barang Bawaan

Jalan berbatu, jalur pejalan kaki di sepanjang air terjun, dan lereng berdaun gugur terkadang lembap. Siapkan sepatu antiselip, perlengkapan hujan, minuman, dan pakaian luar yang mudah disesuaikan untuk mengatur suhu tubuh.

Persiapan Transportasi dan Waktu Senja

Di kawasan dengan layanan kereta atau bus yang terbatas, periksa terlebih dahulu waktu perjalanan pulang. Karena siang hari lebih pendek pada musim gugur, berbalik lebih awal dari rencana akan lebih aman.

Etika Beribadah dan Perlindungan Alam

Di Ise Jingu serta kuil dan tempat suci lainnya, hormati tempat berdoa. Di jalan tua dan ngarai, jangan membawa pulang batu atau tanaman, berjalanlah di jalur yang ditentukan, dan pastikan tidak menghalangi jalan saat mengambil foto.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Mie

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Saat berwisata di Mie pada musim gugur, pemandangan berubah drastis dari satu wilayah ke wilayah lain: jalan berbatu Kumano Kodō, hutan Ise Jingū, dataran tinggi yang menghadap Teluk Ago, air terjun di Iga, hingga dedaunan musim gugur di Pegunungan Suzuka.

Prefektur ini memanjang dari utara ke selatan. Karena itu, meskipun memilih 10 tempat menarik, Anda tidak perlu mengunjungi semuanya dalam satu perjalanan.

Tentukan lebih dahulu apakah Kumano, Ise-Shima, Iga, atau Hokusei–Chūsei yang akan menjadi fokus, lalu hitung waktu berjalan kaki dan waktu berpindah secara terpisah. Dengan begitu, Anda memiliki kelonggaran untuk menikmati suasana musim gugur. Berikut 10 tempat yang mewakili Mie, cara berkeliling yang wajar, serta hal-hal utama yang perlu diperiksa demi keselamatan.

Susun 10 pilihan wisata musim gugur di Mie berdasarkan wilayah

Jangan memadatkan Kumano, Ise-Shima, Iga, dan Hokusei dalam 1 hari

Lintasan Magose dan Matsumoto di Kumano Kodō berada di Higashi-Kishū; Ise Jingū dan anjungan pandang Yokoyama berada di Ise-Shima; Akame Shijūhachi-taki dan Lembah Kaochidani berada di Iga; sedangkan Gunung Gozaisho dan Lembah Momiji Suizawa berada di Hokusei.

Walaupun semuanya tampak berada dalam prefektur yang sama di peta, perjalanan yang melewati jalan pegunungan atau kawasan pesisir memerlukan waktu yang cukup.

Tentukan tempat menginap dan tujuan utama terlebih dahulu, kemudian gabungkan 2 atau 3 tempat di wilayah yang sama.

Periksa informasi dedaunan, akses, dan satwa liar pada hari keberangkatan

Perubahan warna daun bergantung pada ketinggian dan cuaca. Jalur pendakian, jalur pejalan kaki, kereta gantung, dan jalan raya juga dapat mengalami pembatasan.

Di Kumano Kodō, informasi peringatan mengenai beruang dan satwa liar lainnya juga diperbarui.

Jangan menganggap masa puncak atau waktu tempuh pada tahun-tahun sebelumnya sebagai kondisi tetap. Tepat sebelum berkunjung, periksa informasi resmi dari prefektur, pemerintah daerah, dan setiap fasilitas.

Wilayah Pilihan utama Tema perjalanan
Higashi-Kishū Lintasan Magose, Lintasan Matsumoto Jalan batu dan sejarah ziarah
Ise-Shima Ise Jingū, Gunung Asama, anjungan pandang Yokoyama Beribadah dan pemandangan laut
Iga–Nabari Akame Shijūhachi-taki, Lembah Kaochidani Air terjun dan ngarai kekar kolom
Hokusei–Chūsei Gunung Gozaisho, Lembah Momiji Suizawa, Lembah Kōchi Dedaunan pegunungan dan aliran jernih

2 tempat musim gugur untuk berjalan di Kumano Kodō

1. Lintasan Magose|Mengenal jalan batu alami dan budaya hujan Owase

Di jalur Lintasan Magose masih tersisa jalan yang disusun dari batu alami. Di sini Anda dapat melihat dari dekat cara jalan dilindungi di Owase yang bercurah hujan tinggi.

Di tengah pepohonan, perhatikan bentuk dan kemiringan batu serta cara air dialirkan. Anda akan memahami nilainya bukan sekadar sebagai jalur pegunungan, tetapi sebagai jalan ziarah yang telah digunakan sejak lama.

Batu basah dan daun gugur mudah licin. Jika melanjutkan dari lintasan menuju puncak, beban fisiknya lebih besar daripada berjalan santai di jalan kuno.

Tentukan bagian yang akan ditempuh dan titik keluar melalui peta resmi. Periksa juga transportasi pulang dari Stasiun Owase atau tempat lain, lalu susun rencana agar kegiatan selesai saat hari masih terang.

2. Lintasan Matsumoto|Memandang Shichiri-Mihama dari lintasan di tengah hutan bambu

Jalur Lintasan Matsumoto masih memiliki banyak bagian berbatu. Di lintasan yang dikelilingi hutan bambu, Anda akan menjumpai patung Jizō berukuran besar.

Di ujung jalan yang memanjang ke timur dari lintasan terdapat titik yang menghadap Shichiri-Mihama. Di sana, Anda dapat merasakan bentuk lahan yang menghubungkan jalan ziarah pegunungan dengan rute pesisir.

Tempat ini juga mudah dipadukan dengan kunjungan ke pusat Kota Kumano.

Jika menambahkan jalan memutar ke titik pandang atau turunan menuju Onigajō, jarak berjalan dan titik akhir perjalanan akan berubah.

Pastikan hubungan lokasi Stasiun Kumanoshi dan Stasiun Ōdomari melalui peta rute resmi. Jangan tergesa-gesa di jalan batu dan berikan jalan kepada orang yang datang dari arah berlawanan.


3 tempat musim gugur untuk menikmati doa dan pemandangan laut di Ise-Shima

3. Naikū Ise Jingū dan Sungai Isuzugawa|Beribadah sambil merasakan perubahan hutan

Di Naikū, kunjungan ibadah dimulai dengan menyeberangi Jembatan Uji di atas Sungai Isuzugawa.

Pada musim gugur, jangan hanya mencari pohon yang berubah warna. Nikmati secara berurutan aliran sungai, hutan di Gunung Kamiji dan Shimaji, jembatan kayu cemara, serta pemandangan tenang yang dibentuk kerikil di jalan masuk. Perubahan musim pun akan lebih mudah dirasakan.

Sebelum menjadi tujuan wisata, kompleks ini adalah tempat berdoa.

Hormati tata cara beribadah. Hindari memotret sambil menghalangi jalan, berbicara keras, atau memasuki area terlarang.

Upacara dan kepadatan pengunjung dapat mengubah arus pergerakan, jadi periksa juga informasi resmi pada hari kunjungan.


4. Gunung Asama dan Kongōshōji|Menikmati pemandangan Teluk Ise dan mengenal budaya ziarah gunung

Gunung Asama adalah dataran tinggi yang menghadap Ise-Shima. Di puncaknya berdiri Kongōshōji, kuil yang sejak lama dipercaya menjaga arah timur laut Ise Jingū.

Jangan berhenti pada pemandangan. Jika melihat jalan gunung, kompleks kuil, dan panorama ke arah Teluk Ise sebagai satu rangkaian, Anda dapat memahami hubungan antara ziarah Ise dan Gunung Asama secara lebih utuh.

Perjalanan dengan mobil, angkutan umum, atau berjalan kaki masing-masing memerlukan waktu dan perlengkapan yang berbeda.

Angin di puncak lebih dingin daripada di dataran rendah, sementara kabut dapat mengubah jarak pandang. Siapkan jaket tipis penahan angin dan periksa jadwal keberangkatan terakhir serta kondisi jalan sebelumnya.


5. Anjungan pandang Yokoyama|Memandang garis pantai Teluk Ago yang berlekuk

Dari anjungan pandang Yokoyama, Anda dapat melihat dari ketinggian garis pantai yang berlekuk dan pulau-pulau besar maupun kecil di Teluk Ago.

Pada musim gugur, perhatikan juga kejernihan udara dan cahaya yang datang menyudut. Dengan mengamati lapisan permukaan laut, bayang-bayang pulau, dan hutan hijau abadi, Anda dapat menikmati pemandangan musim gugur khas Ise-Shima yang berbeda dari daun merah.

Area pandang memiliki perbedaan ketinggian. Pilihan tempat parkir dan jalur pejalan kaki akan memengaruhi jarak yang ditempuh.

Meski bertujuan menikmati matahari terbenam, perhitungkan bagian tanpa penerangan dan pijakan setelah senja. Periksa panduan resmi serta cuaca hari itu.


5 tempat musim gugur untuk menikmati dedaunan di air terjun, gunung, dan lembah

6. Akame Shijūhachi-taki|Membandingkan suara air dan rupa batu di setiap air terjun

Akame Shijūhachi-taki memungkinkan Anda berjalan di sepanjang aliran air sambil menikmati perubahan air terjun besar dan kecil, batu, serta hutan.

Jangan hanya berada di sekitar pintu masuk. Tentukan titik untuk berbalik sesuai kebugaran dan bagian jalur yang tersedia. Dengan begitu, Anda dapat mengamati suara air, percikan, lumut, dan dedaunan musim gugur dengan saksama tanpa terburu-buru mengejar jumlah air terjun.

Akame Shijūhachi-taki terletak di Taman Kuasi-Nasional Murō-Akame-Aoyama serta terpilih dalam daftar 100 Air Terjun dan 100 Hutan untuk Mandi Hutan di Jepang.

Setelah hujan, debit air dan kondisi permukaan jalan akan berubah.

Gunakan sepatu yang nyaman dan bawa barang yang membuat kedua tangan tetap bebas. Periksa informasi yang dapat berubah, seperti syarat memasuki gunung, pembatasan jalur, dan waktu masuk terakhir, melalui pengumuman resmi pada hari itu.


7. Gunung Gozaisho|Mengamati warna yang bergerak dari puncak menuju kaki gunung

Gunung Gozaisho memiliki perbedaan ketinggian yang besar, sehingga kemajuan musim berbeda di puncak, lereng tengah, dan kaki gunung.

Perjalanan untuk melihat pemandangan dengan kereta gantung dan perjalanan mendaki jalur gunung membutuhkan persiapan yang sama sekali berbeda.

Tentukan tujuan Anda terlebih dahulu, lalu nikmati kawasan berbatu dan panorama gunung dari tempat yang aman.

Gozaisho adalah gunung yang mewakili Pegunungan Suzuka, dengan ketinggian 1.212 meter.

Jalur pendakian dapat ditutup atau dialihkan akibat batu jatuh, longsor, atau pekerjaan konstruksi.

Jangan memilih rute hanya berdasarkan catatan lama. Periksa informasi resmi jalur pendakian, operasi kereta gantung, dan cuaca di puncak, serta jangan memasuki jalan yang dibatasi.


8. Lembah Kaochidani|Mendongak ke tebing kekar kolom dan dedaunan musim gugur

Di Lembah Kaochidani, Anda dapat melihat sekaligus permukaan batu kekar kolom yang memanjang di sepanjang Sungai Shōrenji dan pepohonan yang menutupi lereng.

Selain melihat seluruh tebing dari kendaraan atau titik pandang, di tempat yang aman untuk berjalan bandingkan aliran sungai dengan garis vertikal batu agar skala ngarai lebih terasa.

Berhenti mendadak di tepi jalan atau memotret di tempat dengan jarak pandang buruk sangat berbahaya.

Pastikan tempat parkir yang diizinkan dan batas area berjalan kaki. Saat hujan, waspadai batu jatuh, kenaikan air, dan pijakan yang basah.


9. Lembah Momiji Suizawa|Menikmati pohon maple di lembah dan pemandangan kebun teh

Lembah Momiji Suizawa menawarkan warna berbagai jenis maple yang menyelimuti lembah sekaligus kebun teh di sekitarnya.

Alihkan pandangan dari pemandangan dekat dasar lembah dan lapisan pepohonan ke lanskap pertanian setempat yang tampak dari tempat terbuka. Anda akan melihat bahwa tempat terkenal untuk dedaunan musim gugur berdampingan dengan ruang kehidupan warga.

Di sekitarnya terdapat jalan permukiman dan lahan pertanian.

Jangan memasuki tanah milik pribadi, parkir di jalan, atau menempati satu tempat terlalu lama. Ikuti petunjuk setempat saat berkunjung.

Periksa pula kondisi warna daun dan informasi lalu lintas pada hari kunjungan.

10. Lembah Kōchi|Memandang Jembatan Oshida dan aliran jernih Sungai Anō

Di Lembah Kōchi, Anda dapat menikmati pemandangan yang dibentuk oleh aliran jernih Sungai Anō, batu-batu besar, pepohonan, dan Jembatan Oshida.

Jangan hanya berfokus pada jembatan. Dari tempat yang telah ditunjukkan, bandingkan warna yang terpantul di air dengan terang-gelap batu untuk merasakan kedalaman lembah.

Jadwal dan isi acara seperti iluminasi berubah dari tahun ke tahun.

Jangan berasumsi acara pasti berlangsung; periksa pengumuman resmi. Jika berkunjung saat gelap, perhatikan pijakan, kendaraan yang keluar-masuk, dan kebisingan bagi warga sekitar.

Menyusun perjalanan musim gugur di Mie dengan aman

Gunakan sepatu antiselip di jalan batu, lembah, dan gunung

Jalan batu Kumano Kodō, jalur di sepanjang air terjun, serta lereng yang tertutup daun gugur dapat tetap basah meskipun cuaca cerah.

Siapkan sepatu antiselip, perlengkapan hujan, minuman, dan jaket yang mudah digunakan untuk mengatur suhu tubuh. Biarkan kedua tangan bebas di jalur gunung. Penting pula untuk tidak memasuki rute panjang dengan sepatu yang belum terbiasa digunakan.

Hitung mundur jadwal dari angkutan umum dan waktu matahari terbenam

Di wilayah dengan kereta atau bus yang jarang, periksa lebih dahulu bukan hanya jadwal berangkat, tetapi juga waktu pulang.

Jika menggunakan mobil, kurangi kecepatan di jalan lintasan dan lembah serta tentukan lokasi parkir sebelumnya.

Hari menjadi lebih pendek pada musim gugur. Keputusan untuk kembali lebih awal daripada rencana dapat meningkatkan keselamatan.

Patuhi etika beribadah, pelestarian alam, dan fotografi

Hormati tempat berdoa di kuil dan tempat suci. Di jalan kuno atau lembah, jangan membawa pulang batu, tanaman, maupun lumut, dan tetaplah berjalan di jalur yang ditentukan.

Saat memotret, jangan menghalangi jembatan atau jalan sempit. Tunjukkan pertimbangan jika orang lain atau warga setempat ikut masuk ke dalam gambar.

Ringkasan|Pilih satu wilayah dan telusuri musim gugur Mie secara mendalam

Periksa informasi terbaru dan hubungkan jalan batu, doa, laut, serta dedaunan

Dalam wisata musim gugur di Mie, Anda dapat menyusuri jalur ziarah di Lintasan Magose dan Matsumoto; menikmati doa serta pemandangan laut di Ise Jingū, Gunung Asama, dan anjungan pandang Yokoyama; lalu membandingkan rupa air dan dedaunan di Akame Shijūhachi-taki, Gunung Gozaisho, Lembah Kaochidani, Lembah Momiji Suizawa, dan Lembah Kōchi.

Daripada mengunjungi 10 tempat sekaligus, pilih satu wilayah, periksa informasi resmi mengenai warna daun, akses, transportasi, dan satwa liar, lalu sisihkan waktu yang cukup untuk berjalan. Inilah cara paling langsung untuk menikmati musim gugur Mie secara aman dan mendalam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Pada musim gugur, Mie menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap kawasan: Kumano Kodo di Higashi-Kishu, pemandangan laut di Ise-Shima, air terjun di Iga, dan dedaunan musim gugur di pegunungan Hokusei. Daripada mencoba mengunjungi semuanya sekaligus, pilih Kumano, Ise-Shima, Iga, atau Hokusei sebagai fokus utama agar Anda dapat menikmati suasana musim gugur tanpa terburu-buru berpindah tempat. Menentukan tempat menginap terlebih dahulu juga memudahkan penyusunan rencana.
A. Jalur Magose Pass masih mempertahankan jalan berbatu yang disusun dari batu alam, sehingga Anda dapat melihat dari dekat cara cermat yang digunakan untuk melindungi jalan di Owase yang sering diguyur hujan. Dengan memperhatikan bentuk batu, kemiringan, dan rancangan jalan untuk mengalirkan air, Anda dapat memahami nilainya sebagai jalur ziarah yang telah lama digunakan, bukan sekadar jalur pegunungan. Batu yang basah mudah licin, jadi rencanakan untuk menyelesaikan perjalanan saat hari masih terang.
A. Ise Jingu Naiku dapat dikunjungi secara gratis, dan dari Oktober hingga Desember waktu kunjungannya adalah pukul 05.00–17.00. Perjalanan dimulai dengan menyeberangi Jembatan Uji, lalu Anda dapat merasakan perubahan musim sambil memandang Sungai Isuzu dan hutan di Gunung Kamiji. Karena ini adalah tempat berdoa, hindari memotret hingga menghalangi jalan atau berbicara keras, dan kenakan sepatu yang nyaman untuk jalur berkerikil.
A. Rute penuh Akame 48 Waterfalls memerlukan sekitar 3 jam pulang pergi. Anda dapat berjalan tanpa memaksakan diri dengan menentukan titik kembali sesuai kondisi fisik dan bagian rute yang dapat digunakan. Jalur yang menghubungkan air terjun panjangnya sekitar 3,3 kilometer, dan alamnya terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang serta 100 Hutan Terbaik untuk Forest Bathing. Setelah hujan, debit air dan kondisi permukaan jalur berubah, jadi bawalah ransel agar kedua tangan bebas dan kenakan sepatu antiselip.
A. Tarif pulang pergi Gozaisho Ropeway adalah 2.600 yen untuk dewasa dan 1.300 yen untuk anak-anak, dengan waktu tempuh sekali jalan sekitar 15 menit hingga Stasiun Sanjo Koen. Dari April hingga November, layanan naik beroperasi pukul 09.00–17.00 dan layanan turun terakhir pukul 17.20; dari Desember hingga Maret, layanan naik beroperasi pukul 09.00–16.00 dan layanan turun terakhir pukul 16.30. Dari stasiun masih diperlukan perjalanan tambahan ke puncak Gunung Gozaisho, jadi sediakan waktu yang cukup.
A. Kongosho-ji adalah kuil tua di puncak Gunung Asama yang sejak lama dipercaya menjaga arah timur laut Ise Jingu, arah yang dahulu dianggap sebagai jalan masuk kemalangan. Ungkapan “Jika berziarah ke Ise, naiklah juga ke Asama” mencerminkan kebiasaan mengunjungi kuil ini bersamaan dengan ziarah ke Ise. “Taketake-mairi”, yaitu mendirikan papan peringatan di Okunoin untuk mendoakan orang yang telah meninggal, juga merupakan budaya yang masih bertahan di Ise-Shima.
A. Observatorium Yokoyama merupakan tempat utama untuk melihat garis pantai berlekuk dan pulau-pulau di Teluk Ago dari ketinggian. Lapisan permukaan laut, siluet pulau, dan hutan hijau abadi menciptakan pemandangan musim gugur khas Ise-Shima yang berbeda dari dedaunan musim gugur. Area observasi memiliki perbedaan ketinggian dan beberapa bagian tidak memiliki penerangan, jadi jika ingin menikmati matahari terbenam, pertimbangkan kondisi pijakan setelah hari gelap.
A. Jalan berbatu, jalur di tepi air terjun, dan lereng berdaun gugur dapat tetap lembap meski cuaca cerah, sehingga sepatu antiselip sangat diperlukan. Bawalah perlengkapan hujan, jaket yang mudah disesuaikan dengan suhu, dan air minum, serta biarkan kedua tangan bebas saat berada di jalur pegunungan. Jangan pula memasuki rute panjang dengan sepatu yang belum terbiasa dipakai; menetapkan waktu kembali yang wajar sebelumnya akan memberi rasa aman.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.