Di antara kuil Shinto dan kuil Buddha di Mie terdapat keyakinan Ise yang berpusat pada Ise Jingū, kuil-kuil yang berada di kaki Pegunungan Suzuka, kuil utama aliran Shinshū Takada, serta tempat suci yang mewariskan pemujaan alam Kumano.
Daya tariknya bukan hanya kemegahan bangunan, tetapi juga bentuk doa yang terhubung dengan hutan, laut, gunung, dan batu raksasa.
Artikel ini memilih 10 kuil yang mudah dipadukan bahkan dalam perjalanan pertama ke Mie dan memperkenalkannya berdasarkan kawasan.
Cara Memilih 10 Kuil Shinto dan Buddha di Mie
Meskipun berada di prefektur yang sama, Ise, Hokusei, Tsu, Iga, dan Kumano terpisah oleh jarak yang jauh sehingga tidak mungkin dikunjungi seluruhnya dalam 1 hari.
Tentukan dahulu tempat menginap dan sarana transportasi, lalu persempit tujuan berdasarkan latar belakang keyakinan serta hubungannya dengan tempat wisata sekitar agar perjalanan tetap nyaman.
Tentukan Fokus Perjalanan untuk Setiap Kawasan
Di Ise dan Toba, Anda dapat menjadikan Ise Jingū serta Futamiura sebagai fokus, lalu memadukannya dengan kuil terkait dan kuil cabang dari kompleks Jingū.
Di Hokusei, yang utama adalah alam Pegunungan Suzuka dan kuil-kuilnya; di Tsu terdapat kompleks besar Senju-ji; di Iga terdapat ichinomiya kawasan tersebut; sedangkan di Kumano terdapat tempat berdoa yang memuliakan batu raksasa sebagai tubuh dewa.
Memilih 1 kawasan yang menarik akan memudahkan Anda menyediakan waktu yang cukup di setiap kompleks.
Periksa Ketentuan Sebelum Berziarah
Festival, perbaikan, atau cuaca buruk dapat mengubah area yang dapat dikunjungi dan kondisi transportasi.
Sebelum berangkat, periksa panduan kunjungan setiap kuil serta patuhi petunjuk dan pembatasan masuk di lokasi.
Jika ingin memasuki bangunan utama kuil Buddha atau mengajukan doa khusus, prosedur penerimaannya terkadang berbeda dari kunjungan biasa di dalam kompleks.
| Kawasan | Kuil Utama yang Diperkenalkan | Cara Menyusun Perjalanan |
|---|---|---|
| Ise dan Toba | Ise Jingū, Futami Okitama Jinja, Sarutahiko Jinja, Tsukiyomi-no-miya, Kongōshō-ji | Utamakan transportasi umum dan periksa informasi operasional saat menuju Gunung Asama |
| Hokusei | Tsubaki Ōkami Yashiro, Tado Taisha | Periksa dahulu sambungan dari stasiun kereta dan perjalanan pulang |
| Tsu dan Iga | Takada Honzan Senju-ji, Aekuni Jinja | Padukan dengan berjalan-jalan di kota kastel atau jalan lama |
| Kumano | Hana-no-Iwaya Jinja | Kunjungi bersama pusat Kota Kumano dan pemandangan pesisir |
Kunjungi 4 Kuil di Pusat Keyakinan Ise
Di Kota Ise tidak hanya terdapat kawasan Ise Jingū, tetapi juga kuil-kuil yang berkaitan dengan keberangkatan, pembukaan jalan, dan dewa Bulan.
Jangan memadatkan semuanya sekaligus. Jika menjadikan Naikū atau Gekū sebagai pusat dan menyediakan setengah hingga 1 hari, Anda dapat merasakan udara hutan dan perubahan sepanjang jalan menuju kuil.
Ise Jingū|Berjalan di Hutan Naikū dan Gekū
Ise Jingū terdiri dari banyak kuil dengan Kōtaijingū (Naikū) dan Toyouke Daijingū (Gekū) sebagai pusatnya.
Naikū memuliakan Amaterasu Ōmikami, sedangkan Gekū memuliakan Toyouke Ōmikami; masing-masing memiliki kuil utama dan kuil cabang.
Jangan hanya terburu-buru mengunjungi bangunan. Menyeberangi Jembatan Uji atau Jembatan Hiyoke, lalu berjalan sepanjang Sungai Isuzu dan hutan kawasan Jingū juga merupakan bagian penting dari ziarah.
Untuk kunjungan pertama, alur dari Gekū ke Naikū lebih mudah dipahami.
Kedua kompleks berjauhan, jadi jangan berasumsi akan berjalan kaki; periksa bus rute reguler dan pilihan lainnya.
Di dalam pagar suci terdapat panduan mengenai fotografi. Patuhi papan dan petunjuk petugas, lalu berziarahlah dengan tenang.
Futami Okitama Jinja|Memandang Laut di Balik Meoto Iwa
Kuil ini berada di tepi laut Futamiura dan terkenal dengan Meoto Iwa di lepas pantai.
Saat berjalan di kompleks, Anda dapat merasakan aroma laut dan suara ombak, sekaligus menyadari hubungan antara keyakinan Ise dan laut.
Meoto Iwa dianggap berfungsi sebagai gerbang torii dan juga dikenal sebagai tempat melihat matahari terbit, tetapi pemandangannya sangat berubah menurut musim dan cuaca.
Jalan menuju kuil dekat dengan laut, sehingga Anda perlu memperhatikan pijakan pada hari berangin kencang atau ombak tinggi.
Jika berjalan dari arah Stasiun JR Futaminoura, periksa juga waktu matahari terbenam dan transportasi pulang.
Jangan meninggalkan kawasan pesisir yang ditentukan dan berziarahlah hanya di jalur yang ditetapkan.
Sarutahiko Jinja|Kuil bagi Dewa Pembuka Jalan
Kuil ini berada di Ujiurata, Kota Ise, dekat Naikū, dan memuliakan Sarutahiko Ōkami sebagai dewa agung yang membuka serta menunjukkan jalan.
Orang yang berdoa pada titik perubahan perjalanan atau sebelum langkah baru datang berkunjung; di dalam kompleks Anda juga dapat berziarah ke Sarume Jinja.
Lokasinya mudah dipadukan dengan Naikū pada hari yang sama, tetapi pemahaman akan lebih dalam jika Anda lebih dahulu menetapkan tujuan ziarah dan membaca penjelasan sejarah di kompleks sambil berjalan.
Kawasan sekitar Naikū terkadang ramai, jadi sediakan waktu tambahan untuk berpindah.
Jika terdapat petunjuk terkait upacara atau pekerjaan, jangan terpaku pada rute biasa dan utamakan arahan di lokasi.
Tsukiyomi-no-miya|Kuil Cabang dengan 4 Kuil Berjajar
Tsukiyomi-no-miya adalah kuil cabang Naikū, dengan 4 kuil termasuk Tsukiyomi-no-miya sendiri yang berjajar.
Tempat ini sedikit jauh dari kawasan pertokoan besar di jalan masuk, sehingga Anda dapat mengunjungi setiap kuil secara berurutan di antara pepohonan.
Masing-masing memuliakan Tsukiyomi-no-mikoto dan aramitama-nya, Izanagi-no-mikoto, serta Izanami-no-mikoto; susunan bangunannya sendiri menunjukkan luasnya ritual di Jingū.
Periksa panduan di kompleks mengenai urutan ziarah.
Jika berjalan kaki antara Naikū dan Tsukiyomi-no-miya, pastikan kondisi jalan serta waktu tempuh di lokasi; jika terlalu berat, gunakan transportasi umum.
Rasakan Keyakinan Gunung di 2 Kuil Hokusei
Di kaki timur Pegunungan Suzuka terdapat kuil-kuil yang dikelilingi hutan lebat dan air jernih.
Tempat-tempat ini juga dapat dikunjungi dari arah Nagoya, tetapi beberapa cukup jauh dari stasiun terdekat. Karena itu, penting untuk menentukan transportasi pergi-pulang sebelum menghitung waktu ziarah.
Tsubaki Ōkami Yashiro|Berada di Hutan Kaki Pegunungan Suzuka
Kuil ini berada di Yamamoto-chō, Kota Suzuka, dengan Sarutahiko Ōkami sebagai dewa utama.
Saat melewati jalan masuk yang dikelilingi pohon cedar, Anda akan merasakan ketenangan seolah dilindungi oleh gunung itu sendiri.
Mengetahui sejarah Sarutahiko Ōkami sebelum berkunjung dapat mendorong Anda memikirkan perbedaannya dengan Sarutahiko Jinja di Ise serta luasnya keyakinan yang berakar di daerah ini.
Cuaca di sepanjang kaki gunung dapat berbeda dari dataran, jadi siapkan sepatu yang nyaman dan perlengkapan hujan.
Jika tujuan Anda adalah doa khusus atau menerima benda berkah, periksa panduan penerimaan lebih dahulu.
Tado Taisha|Menelusuri Sejarah di Kaki Gunung Tado
Kuil ini berada di Tado-chō, Kota Kuwana, di kaki Gunung Tado.
Aliran air di kompleks bersama gunung di belakangnya membentuk lanskap keyakinan Hokusei.
Tempat ini juga dikenal melalui festival lokal, tetapi pada kunjungan biasa Anda dapat melihat suasana kompleks yang tenang, berbeda dari kemeriahan hari festival.
Pada hari festival, pembatasan lalu lintas dan cara berziarah dapat berbeda dari biasanya.
Jika menginginkan ziarah yang tenang, periksa jadwal acara; jika menggunakan transportasi umum, cari tahu lebih dahulu rute dari stasiun Yōrō Railway ke lokasi.
Kunjungi 2 Kuil Buddha yang Mewakili Mie
Selain kuil Shinto, Mie memiliki kuil utama suatu aliran dan kuil gunung yang terhubung dengan keyakinan Ise.
Di dalam bangunan, ingat bahwa tempat ini merupakan ruang ibadah; periksa panduan di lokasi mengenai izin fotografi, alas kaki, dan area yang dapat dikunjungi.
Takada Honzan Senju-ji|Mengenal Budaya Shinshū di Kompleks Besar
Ini adalah kuil utama aliran Shinshū Takada yang berada di Isshinden-chō, Kota Tsu.
Banyak bangunan berjajar di kompleks yang luas; Mieidō dan Nyorai-dō telah ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.
Bukan hanya melihat arsitektur besar, dengan berjalan dari kota gerbang menuju kompleks Anda dapat membayangkan bagaimana kota terbentuk dengan kuil sebagai pusatnya.
Ini adalah fasilitas keagamaan yang masih aktif, sehingga aturan dasarnya adalah tidak mengganggu ketika kebaktian atau acara berlangsung.
Jika memadukannya dengan berjalan-jalan di Isshinden, hindari berhenti di jalan permukiman atau mengambil gambar tanpa izin dan berjalanlah dengan menghormati kehidupan sehari-hari warga.
Asamadake Kongōshō-ji|Kuil Pelindung Arah Kimon Ise Jingū
Kuil ini berada di puncak Gunung Asama dan sejak lama dihormati sebagai kuil yang melindungi arah kimon Ise Jingū.
Tradisi menghubungkan ziarah Ise dengan pendakian ke Gunung Asama terus diwariskan; di udara pegunungan Anda dapat merasakan kedalaman keyakinan Ise.
Di dalam kompleks, ikuti rute yang ditunjukkan untuk mengunjungi area sekitar bangunan utama dan tempat-tempat yang memperlihatkan sejarah keyakinan.
Jalan dan transportasi menuju puncak dapat dipengaruhi cuaca.
Jangan membuat rencana dengan anggapan sama seperti di pusat Ise; periksa informasi operasional, kondisi jalan, dan perjalanan pulang.
Saat cuaca buruk, keputusan untuk tidak memaksakan diri naik dan mengganti rencana dengan kuil-kuil di Kota Ise juga penting.
Kenali Doa Khas Daerah di 2 Kuil Iga dan Kumano
Di Iga dan Kumano, Anda akan menjumpai keyakinan yang tumbuh dalam sejarah, budaya, dan lingkungan alam yang berbeda dari Ise.
Karena jarak perjalanan jauh, jangan menghubungkan keduanya pada hari yang sama; rencanakan masing-masing sebagai perjalanan kawasan yang terpisah.
Aekuni Jinja|Mengenal Sejarah Daerah di Ichinomiya Provinsi Iga
Kuil ini berada di Ichinomiya, Kota Iga, dan sejak lama dihormati sebagai ichinomiya Provinsi Iga.
Tempat ini menjadi pintu masuk untuk memahami ritual dan sejarah daerah yang sulit terlihat jika hanya mengenal kota kastel serta budaya ninja Iga.
Bacalah sejarah di kompleks, lalu pandang bangunan kuil dan alam di belakangnya sebagai satu kesatuan untuk memahami peran kuil dalam melindungi tanah tersebut.
Kuil ini jauh dari pusat Iga Ueno, jadi jika hanya menggunakan kereta dan berjalan kaki, periksa rute dengan saksama.
Jika menggunakan mobil, ikuti panduan di sekitar kompleks dan jangan parkir di jalan permukiman terdekat.
Hana-no-Iwaya Jinja|Tempat Suci Kumano dengan Batu Raksasa sebagai Tubuh Dewa
Kuil ini berada di Arima-chō, Kota Kumano, tidak memiliki bangunan pemujaan, dan memuliakan batu raksasa sebagai tubuh dewa.
Tempat ini diwariskan sebagai lokasi yang berkaitan dengan mitologi Jepang; di hadapan dinding batu yang menjulang ke langit, Anda dapat merasakan bentuk pemujaan alam yang berbeda dari bangunan.
Tempat ini juga mudah dimasukkan dalam perjalanan ke Kumano Kodō Iseji atau Pantai Shichiri Mihama.
Di area dekat tubuh dewa, jangan melampaui pagar atau tali shimenawa dan berziarahlah dengan tenang.
Karena berada dekat laut, periksa pula dampak hujan, angin, dan transportasi.
Pada hari upacara, alur kunjungan mungkin berbeda dari biasanya.
Perencanaan dan Tata Krama agar Kunjungan Kuil di Mie Nyaman
Kunjungan ke kuil akan lebih memuaskan jika Anda memusatkan setiap tahap pada 1 tempat untuk memahami sejarah dan merasakan suasananya, alih-alih mengejar jumlah lokasi.
Siapkan pakaian dan pembagian waktu, serta jadikan perhatian terhadap fasilitas keagamaan dan warga setempat sebagai bagian dari itinerary.
Gunakan Prinsip 1 Hari untuk 1 Kawasan
Periksa lokasi Ise, Hokusei, Tsu, Iga, dan Kumano pada peta, lalu batasi kawasan yang dikunjungi dalam 1 hari.
Sebagai patokan, di Ise padukan Naikū dan Gekū dengan 1 hingga 2 tempat sekitar; di Tsu padukan Senju-ji dengan berjalan-jalan di Isshinden. Sisakan kelonggaran dalam jadwal.
Perhitungkan pula waktu berjalan dari stasiun atau tempat parkir ke kompleks.
Di Dalam Kompleks, Utamakan Panduan Setempat
Membungkuklah di depan torii atau gerbang kuil dan ikuti panduan setiap tempat mengenai cara berjalan di jalur masuk serta penyucian tangan.
Cara memberi hormat berbeda antara kuil Shinto dan Buddha; bahkan setiap kuil Shinto dapat memberikan petunjuk khusus sesuai sejarahnya.
Terimalah goshuin sebagai bukti ziarah dan jangan menganggap sebelumnya bahwa jam penerimaan atau cara pemberiannya selalu sama.
Utamakan Ziarah daripada Fotografi
Ada tempat yang tidak boleh difoto, seperti kuil utama, bagian dalam bangunan, atau selama festival berlangsung.
Meskipun fotografi diizinkan, jangan menghalangi jalur pengunjung dan jangan memasukkan orang lain ke dalam gambar tanpa izin.
Tripod dan pengambilan gambar yang lama dapat menyebabkan kepadatan, jadi periksa aturan setiap tempat.
| Hal yang Diperiksa | Sebelum Berangkat | Tindakan di Lokasi |
|---|---|---|
| Transportasi | Periksa kereta, bus, dan informasi jalan untuk pergi-pulang | Kurangi jumlah kunjungan saat terjadi keterlambatan |
| Ziarah | Periksa festival, perbaikan, dan panduan kunjungan | Utamakan papan dan petunjuk petugas |
| Pakaian | Siapkan sepatu nyaman dan perlengkapan hujan sesuai musim | Perhatikan pijakan di kerikil dan tangga batu |
| Fotografi | Jangan merencanakan perjalanan dengan fotografi sebagai tujuan utama | Hormati area terlarang dan pengunjung lain |
Ringkasan|Kunjungi Tempat-Tempat Doa Mie Berdasarkan Kawasan
Kuil-kuil Mie mencerminkan alam dan sejarah tanahnya: hutan Ise Jingū, kaki gunung Hokusei, kompleks besar Tsu, ichinomiya Iga, dan batu raksasa Kumano.
Daripada mengunjungi seluruh 10 tempat sekaligus, pilih 1 kawasan dari Ise, Hokusei, Tsu dan Iga, atau Kumano dan berjalanlah sambil memahami sejarahnya.
Periksa panduan ziarah dan transportasi, lalu kunjungi dengan menghormati tempat doa yang tenang.












Ulasan (0)