Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Saitama Tanpa Mobil 2 Hari 1 Malam: Kawagoe & Omiya

Saitama Tanpa Mobil 2 Hari 1 Malam: Kawagoe & Omiya
Saitama tanpa mobil 2 hari 1 malam: Kawagoe, Kashiya Yokocho, Kuil Kawagoe Hikawa, Desa Bonsai Omiya, Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa, dan Museum Kereta Api.

Ringkasan Cepat

Pesona perjalanan 2 hari 1 malam di Saitama tanpa mobil

Rute model 2 hari 1 malam menjelajahi Saitama tanpa mobil. Pada hari pertama, berjalanlah menyusuri kawasan bangunan gudang tradisional Kawagoe, Toki no Kane, dan Kuil Kawagoe Hikawa, lalu menginap di sekitar Stasiun Omiya. Keesokan harinya, gunakan transportasi umum untuk mengunjungi Museum Seni Bonsai Omiya, Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa, dan Museum Kereta Api sambil menikmati pemandangan kota, bonsai, kuil, dan budaya kereta api.

Daya tarik utama

Kawasan bangunan gudang tradisional, Toki no Kane, Kashiya Yokocho, dan Kuil Kawagoe Hikawa di Kawagoe; serta Museum Bonsai, Desa Bonsai, Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa, dan Museum Kereta Api di Omiya.

Perjalanan antarkawasan

Stasiun Kawagoe dan Stasiun Omiya berjarak sekitar 20 menit dengan Jalur JR Kawagoe. Dari Omiya, gunakan New Shuttle menuju Museum Kereta Api, turun di Stasiun Tetsudo-Hakubutsukan, lalu berjalan kaki sekitar 1 menit.

Perkiraan biaya

Tiket umum Museum Seni Bonsai Omiya seharga 310 yen. Tiket Museum Kereta Api seharga 1.500 yen jika dibeli di muka dan 1.600 yen jika dibeli pada hari kunjungan.

Periksa hari tutup

Museum Kereta Api tutup setiap Selasa serta selama libur akhir tahun dan Tahun Baru. Museum Seni Bonsai Omiya tutup pada Kamis, kecuali jika bertepatan dengan hari libur nasional, serta selama libur akhir tahun, Tahun Baru, dan hari tutup sementara. Periksa kalender hari buka resmi sebelum berkunjung.

Cara menyusun rute

Habiskan hari pertama dengan berjalan-jalan di Kawagoe dan menginap di sekitar Stasiun Omiya agar mudah berpindah. Keesokan harinya, kunjungi tempat-tempat terkait bonsai, kuil, dan kereta api; pada hari tutup, sesuaikan rute dengan memperpanjang waktu berjalan-jalan.

Pengalaman yang dapat dinikmati

Di Kawagoe, Anda dapat berjalan-jalan di kota kastel dan berdoa untuk perjodohan di Kuil Hikawa. Di Omiya, Anda dapat menikmati bonsai, mengunjungi kuil tua, dan melihat pameran kendaraan kereta api asli.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Saitama

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Gambaran Umum Itinerary Saitama 1 Malam 2 Hari Tanpa Mobil

Kawagoe dan Omiya terhubung langsung oleh Jalur JR Kawagoe sehingga Anda mudah menggabungkan kawasan bersejarah, kuil Shinto, bonsai, dan budaya kereta api hanya dengan transportasi umum.

Stasiun Kawagoe dan Stasiun Omiya hanya berjarak sekitar 20 menit dengan Jalur JR Kawagoe, jadi perjalanan 1 malam 2 hari tetap nyaman meski tanpa mobil.

Mengunjungi Kawagoe yang membutuhkan banyak waktu berjalan kaki pada hari pertama, lalu Omiya yang memudahkan perjalanan dari stasiun ke beberapa tempat wisata pada hari berikutnya, akan mengurangi jalan memutar saat membawa barang.

Berikut urutan dasar itinerary yang disusun berdasarkan tempat singgah dan tujuan pengalaman.

Urutan Area Kegiatan utama
Hari 1 Sekitar Stasiun Kawagoe Persiapan berjalan-jalan
Hari 1 Kawasan Kurazukuri Arsitektur dan budaya kuliner
Hari 1 Kuil Kawagoe Hikawa Beribadah dan berjalan-jalan
Malam Sekitar Stasiun Omiya Menginap dan makan
Hari 2 Sekitar Desa Bonsai Budaya bonsai
Hari 2 Pusat Omiya Kuil Shinto dan kereta api

Hari 1: Berjalan di Kawasan Kurazukuri dan Kuil Kawagoe Hikawa

Di Kawagoe, menjadikan kawasan Kurazukuri, menara lonceng Toki no Kane, Kashiya Yokocho, dan Kuil Kawagoe Hikawa sebagai poros itinerary memungkinkan Anda menikmati tempat dengan suasana berbeda dalam sehari.

Saat pergi dari stasiun ke kawasan wisata, pilihan praktis adalah bergantian antara berjalan kaki dan bus sesuai stamina serta banyaknya barang bawaan.

Pilih Penginapan di Sekitar Stasiun Omiya agar Mudah Naik Jalur JR Kawagoe

Setelah berwisata di Kawagoe, naiklah Jalur JR Kawagoe menuju Omiya dan menginaplah di sekitar Stasiun Omiya agar lebih mudah memilih perjalanan kereta serta tempat makan pada keesokan paginya.

Stasiun Omiya menjadi titik pertemuan beberapa jalur, termasuk berbagai jalur JR dan New Shuttle, sehingga juga mudah dijadikan basis bagi orang yang berencana menuju Tokyo atau kota lain sebelum maupun sesudah perjalanan.

Periksa Lebih Dulu Hari Tutup Museum Seni Bonsai Omiya dan Museum Kereta Api untuk Hari 2

Museum Seni Bonsai Omiya, Kota Saitama, tutup pada Kamis tetapi buka saat hari libur nasional, sedangkan Museum Kereta Api tutup setiap Selasa serta selama libur akhir dan awal tahun. Periksa hari buka keduanya sebelum membuat reservasi atau menentukan penginapan.

Jika salah satunya tutup, luangkan lebih banyak waktu untuk berjalan di Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa atau sekitar Taman Omiya dan prioritaskan fasilitas yang buka agar itinerary tetap ringan.

Pagi Hari 1|Dari Stasiun Kawagoe ke Kawasan Kurazukuri

Wisata Kawagoe akan lebih mudah dinavigasi jika Anda memeriksa peta dan informasi transportasi hari itu di stasiun sebelum menuju kawasan Kurazukuri.

Mengingat bahwa kawasan ini digunakan sebagai tempat toko beroperasi dan warga tinggal akan membuat Anda berjalan dengan lebih penuh perhatian.

Ringankan Barang di Stasiun Kawagoe Sebelum Berangkat

Jika membawa barang besar untuk menginap, periksa loker koin di sekitar stasiun atau layanan penitipan di tempat menginap, lalu bawa hanya barang yang diperlukan untuk berjalan-jalan.

Pusat Kawagoe memiliki trotoar sempit dan jalan yang ramai pejalan kaki, jadi berhati-hatilah agar ransel tidak mengenai orang di sekitar.

Nikmati Perubahan Kota dari Taisho Roman Yume-dori

Dalam perjalanan dari sisi stasiun menuju kawasan Kurazukuri, pemandangan berubah dari kawasan pertokoan modern menjadi Taisho Roman Yume-dori yang bernuansa retro.

Perhatikan juga papan nama, jendela, dan bagian bawah atap untuk melihat karakter kota yang terbentuk dari tumpang tindih beberapa zaman.

Pilih Tempat Berhenti yang Tepat di Kawasan Kurazukuri

Jalan yang dipenuhi bangunan Kurazukuri juga merupakan jalan umum. Saat mengambil foto, jangan turun ke jalur kendaraan dan pilih tempat yang tidak menghalangi pintu toko atau arus pejalan kaki.

Saat melihat seluruh bangunan dari seberang jalan pun, gunakan penyeberangan dan jangan tiba-tiba mengubah arah hanya untuk mengambil foto demi keselamatan.

Toki no Kane, Menara Lonceng Simbol Kota Kastel Kawagoe

Toki no Kane adalah menara lonceng yang menjadi simbol budaya kota kastel Kawagoe. Keberadaannya lebih mudah dirasakan bila dilihat bersama bangunan kayu dan pemandangan jalan di sekelilingnya.

Berjalanlah di Kanetsuki-dori dan lihat dari berbagai sudut untuk mengamati hubungan antara bangunan dan kota.


Siang Hari 1|Jelajahi Kashiya Yokocho dan Kuil Kawagoe Hikawa

Pada siang hari, kenali budaya kudapan Kawagoe lebih dulu, lalu pergi ke Kuil Kawagoe Hikawa yang terkenal dengan perjodohan agar suasana mudah beralih dari berjalan-jalan ke beribadah.

Gunakan bus bila ingin mempersingkat jarak, atau tambah bagian berjalan kaki bila ingin melihat gang dan karakter kota.

Pilih Tempat yang Tepat untuk Makan di Kashiya Yokocho

Di Kashiya Yokocho, Anda dapat membandingkan kudapan tradisional dan oleh-oleh sambil menikmati suasana setiap toko.

Nikmati barang yang dibeli di tempat yang ditunjukkan toko atau di lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas orang.

Jika tidak menemukan tempat sampah, jangan meninggalkan sampah di jalan. Tanyakan cara membuangnya kepada toko tempat Anda membeli atau bawalah pulang.


Pilih Berjalan Kaki atau Bus ke Kuil Kawagoe Hikawa Sesuai Stamina

Bus reguler dan bus keliling menuju Kuil Kawagoe Hikawa juga tersedia dari Stasiun Kawagoe dan Stasiun Hon-Kawagoe.

Kesesuaian setiap sarana transportasi menurut kondisi wisatawan dirangkum berikut ini.

Sarana transportasi Cocok untuk Hal yang perlu diperhatikan
Berjalan kaki Ingin melihat gang juga Bawa barang ringan
Bus reguler Mengutamakan perjalanan Periksa tujuan
Bus keliling Berkeliling tempat terkenal Periksa layanan

Patuhi Tata Krama Beribadah di Kuil Kawagoe Hikawa

Kuil Kawagoe Hikawa konon didirikan pada zaman Kofun sekitar 1500 tahun lalu. Karena lima dewa yang dipuja mencakup dua pasang dewa suami istri, kuil ini telah dipercaya sebagai kuil perjodohan.

Anda bebas beribadah di Kuil Kawagoe Hikawa, tetapi tata krama dasarnya adalah membungkuk sekali di depan gerbang torii dan menghindari berjalan di tengah jalan menuju kuil.

Di tempat penyucian, perhatikan keadaan sekitar dan tunggu giliran; di depan aula ibadah, jangan menempati tempat terlalu lama.

Jika ingin memotret hiasan atau benda pemberian kuil, utamakan papan pengumuman dan arahan petugas, serta pastikan wajah orang yang sedang berdoa atau pengunjung lain tidak terlihat besar dalam foto.


Dari Kawagoe ke Omiya|Perjalanan Kereta Jalur JR Kawagoe dan Pengaturan Penginapan

Setelah selesai berwisata di Kawagoe, naiklah Jalur JR Kawagoe menuju Omiya dan pindahkan basis wisata hari berikutnya ke Omiya.

Stasiun Kawagoe dan Stasiun Omiya berjarak sekitar 20 menit dengan Jalur JR Kawagoe sehingga perjalanan pada sore hari tidak terlalu membebani.

Setelah sore, jangan mengisi jadwal terlalu padat. Prioritaskan check-in dan makan agar Anda lebih mudah mulai bergerak keesokan paginya.

Periksa Rute Kereta Sebelum Kembali ke Stasiun Kawagoe

Stasiun Kawagoe dan Stasiun Hon-Kawagoe merupakan stasiun berbeda, jadi periksa nama stasiun untuk perjalanan pulang di peta.

Jika langsung ke Omiya, periksa kereta arah Omiya di Stasiun JR Kawagoe dan ikuti informasi operasi serta petunjuk peron.

Prioritaskan Istirahat di Sekitar Stasiun Omiya pada Malam Hari

Di sekitar Stasiun Omiya, Anda mudah menyiapkan makan malam sekaligus minuman untuk pagi berikutnya.

Jika berencana mengunjungi Museum Seni Bonsai Omiya dan Museum Kereta Api keesokan harinya, isi daya ponsel, periksa cara masuk, dan rapikan barang bawaan.

Pagi Hari 2|Jelajahi Museum Seni Bonsai Omiya dan Desa Bonsai Omiya

Mulailah pagi di Omiya dari Museum Seni Bonsai Omiya, tempat Anda dapat mempelajari cara menikmati bonsai. Setelah itu, Anda akan lebih mudah memperhatikan bentuk pohon, pot, dan cara penataan saat berjalan di Desa Bonsai.

Museum berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari pintu timur Stasiun Toro di Jalur JR Utsunomiya dan sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Omiya-koen di Jalur Tobu Urban Park, sehingga Anda dapat memilih stasiun sesuai tujuan berikutnya pada hari itu.

Pelajari Cara Mengamati Bonsai di Museum

Tiket umum berharga 310 yen. Dari bulan 3 hingga bulan 10, museum buka pukul 9 hingga 4:30 sore(masuk sampai 4 sore); dari bulan 11 hingga bulan 2, buka pukul 9 hingga 4 sore(masuk sampai 3:30 sore).

Kesan terhadap bonsai berubah jika Anda perlahan mengamati bukan hanya ukuran pohon, tetapi juga alur batang, jarak antarcabang, pangkal akar, dan keselarasan dengan pot.

Baca penjelasan pameran lebih dulu. Setelah melihat dari posisi yang ditandai sebagai bagian depan, ubah sudut pandang agar lebih mudah memahami lanskap yang ditata pembuatnya.


Lihat Taman Bonsai Luar Ruangan Sesuai Cuaca

Di taman bonsai, nikmati karakter daun, kulit pohon, dan lumut yang tampak dalam cahaya alami.

Saat hujan atau cuaca panas, perhatikan pijakan dan kondisi tubuh, lalu ikuti arahan di museum untuk melihat pameran dalam urutan yang tidak memaksakan diri.

Perhatikan Batas Lahan Pribadi di Desa Bonsai Omiya

Desa Bonsai Omiya memiliki beberapa kebun bonsai dan budaya bonsai telah mengakar di kota itu sendiri.

Setiap kebun mungkin memiliki hari operasional, cara kunjungan, dan aturan fotografi yang berbeda. Periksa tanda di pintu masuk dan jangan memasuki area tanpa izin.


Manfaatkan Bonsai Shiki-no-Ie untuk Beristirahat

Saat berjalan di Desa Bonsai, Anda dapat menggunakan Bonsai Shiki-no-Ie yang terbuka untuk umum sebagai tempat beristirahat.

Beristirahatlah sejenak di ruang tenang rumah tradisional itu dan periksa rute ke tujuan selanjutnya, Taman Omiya atau Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa.

Siang Hari 2|Menuju Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa dan Museum Kereta Api

Pada siang hari, beribadahlah di Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa yang dikelilingi pepohonan, lalu kunjungi Museum Kereta Api terakhir agar Anda dapat mengenal sejarah sekaligus kereta api Omiya.

Jika ingin melihat museum dengan saksama, kunjungi Museum Kereta Api lebih dulu. Jika ibadah menjadi fokus, mulailah dari Kuil Hikawa dan ubah urutan sesuai minat.

Berjalanlah di Jalan Masuk Sekitar 2 km Menuju Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa

Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa konon memiliki sejarah lebih dari 2400 tahun dan merupakan kuil kuno yang menjadi asal nama Omiya.

Anda dapat berjalan dari pintu timur Stasiun Omiya dan merasakan budaya lokal melalui jalan masuk sekitar 2 km yang dinaungi deretan pohon zelkova serta pepohonan di area kuil.

Jalan masuk juga digunakan untuk berjalan santai dan kehidupan sehari-hari. Jangan berjalan berjajar memenuhi lebar jalan dan hindari menghalangi sepeda atau warga setempat.

Periksa Cara Masuk Museum Kereta Api dan Rute New Shuttle Lebih Dulu

Dari Stasiun Omiya, naik New Shuttle, turun di Stasiun Tetsudo-Hakubutsukan, lalu berjalan sekitar 1 menit menuju Museum Kereta Api.

Jam buka adalah pukul 10 hingga 5 sore(masuk terakhir 4:30 sore)dan tiket umum seharga 1,500 yen untuk pembelian awal atau 1,600 yen pada hari kunjungan.

Tiket masuk daring dijual dan juga dapat dibeli di minimarket atau mesin tiket di dalam museum. Beberapa pengalaman mengemudi dan simulator memiliki tiket masuk yang mencakup reservasi pengalaman.


Amati Kereta yang Dipamerkan dari Keseluruhan hingga Detail

Kendaraan asli lebih mudah dipahami jika Anda melihat seluruh bodi lebih dulu, lalu mengalihkan pandangan ke detail seperti kursi dan papan informasi.

Saat menikmati pameran interaktif atau mengambil foto, jangan menyerobot antrean. Periksa tanda untuk memastikan apakah pameran boleh disentuh dan saling berbagi ruang dengan keluarga yang membawa anak serta pengguna kursi roda.

Persiapan Perjalanan Saitama Tanpa Mobil dan Antisipasi Hari Tutup

Itinerary ini dapat ditempuh hanya dengan transportasi umum, tetapi cara bergerak berubah tergantung hari tutup fasilitas budaya, operasi bus, dan acara kuil.

Periksa situs resmi sebelum berangkat. Jika ada fasilitas yang tutup, siapkan rencana untuk mengalihkan waktu kunjungan ke tempat lain.

Sesuaikan Itinerary dengan Jadwal Tutup Mingguan Fasilitas

Museum Kereta Api tutup setiap Selasa serta saat libur akhir dan awal tahun. Museum Seni Bonsai Omiya, Kota Saitama, tutup pada Kamis(buka saat hari libur nasional), saat libur akhir dan awal tahun, serta pada hari penutupan sementara.

Periksa status buka pada hari kunjungan melalui kalender hari buka setiap fasilitas.

Berikut cara menyusun alternatif jika hari kunjungan bertepatan dengan hari tutup.

Kondisi Tempat yang diprioritaskan Cara menyusun ulang
Selasa Bonsai dan kuil Perpanjang waktu berjalan
Kamis Kuil dan kereta api Prioritaskan museum
Tutup sementara Fasilitas yang buka Ubah urutan

Prioritaskan Kenyamanan Berjalan dan Informasi Terkini

Siapkan sepatu yang sudah nyaman dipakai, perlengkapan hujan, minuman, dan alat pengisi daya. Jika memakai kartu IC transportasi, periksa juga saldo dan cakupan penggunaannya.

Menyimpan nama stasiun dan tujuan dalam tulisan Jepang di ponsel akan membantu saat bertanya kepada petugas.

Periksa lagi pemberitahuan operator transportasi dan fasilitas pada pagi hari kunjungan untuk informasi penghentian layanan, pekerjaan konstruksi, festival, perubahan pameran, dan lainnya.

Ringkasan|Nikmati Kawagoe dan Omiya Tanpa Mobil dengan Nyaman

Itinerary Saitama 1 malam 2 hari yang mudah direncanakan adalah berjalan di kawasan Kawagoe dan Kuil Kawagoe Hikawa pada hari pertama, menginap di sekitar Stasiun Omiya, lalu mengunjungi Museum Seni Bonsai Omiya, Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa, dan Museum Kereta Api pada hari berikutnya.

Di Kawagoe, bergantianlah antara berjalan dan menggunakan bus. Di Omiya, gunakan kereta sebagai sarana utama, termasuk New Shuttle dan Jalur JR Kawagoe, agar dapat merasakan budaya berbeda dalam satu perjalanan meski tanpa mobil.

Periksa hari tutup dan informasi operasi di situs resmi, tetap perhatikan orang di sekitar saat beribadah dan mengambil foto, lalu sesuaikan tempat singgah dengan minat serta stamina Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Rute 2 hari 1 malam dengan mengunjungi Kawagoe pada hari pertama dan Omiya pada hari kedua memudahkan perjalanan. Pada hari pertama, gabungkan kawasan bangunan gudang tradisional kura-zukuri dan Kuil Kawagoe Hikawa; pada hari kedua, kunjungi Museum Seni Bonsai Omiya, Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa, dan Museum Kereta Api. Menginap di sekitar Stasiun Omiya memungkinkan Anda menjadikan Jalur JR Kawagoe sebagai rute utama sambil mengurangi kebutuhan untuk memindahkan bagasi.
A. Dari Stasiun Kawagoe ke Stasiun Omiya diperlukan sekitar 20 menit dengan Jalur JR Kawagoe tanpa berganti kereta. Di Stasiun Omiya, Anda dapat berganti ke New Shuttle atau berbagai jalur JR sehingga praktis untuk menuju Museum Kereta Api atau ke arah Tokyo pada hari berikutnya. Memeriksa lokasi peron New Shuttle setelah tiba dapat mempersingkat waktu perjalanan pada pagi berikutnya.
A. Toki no Kane adalah menara lonceng Kawagoe yang telah menandai waktu bagi warga kota kastel sejak awal zaman Edo. Bersama kawasan bangunan gudang tradisional kura-zukuri di sekitarnya, menara ini membentuk lanskap Koedo, dan menara yang ada sekarang dibangun kembali setelah kebakaran besar pada zaman Meiji. Karena jalan ini juga digunakan warga dalam kehidupan sehari-hari, lihatlah dari sisi Kanetsuki-dori tanpa melangkah ke badan jalan agar lebih mudah memotret menara lonceng dan atap gudang dalam satu foto.
A. Kuil Kawagoe Hikawa dikenal sebagai tempat untuk memohon jodoh karena lima dewa yang dipuja di sana mencakup dua pasangan dewa suami istri. Kuil ini konon didirikan sekitar 1.500 tahun lalu dan telah dipuja sebagai kuil pelindung pasangan suami istri dan keluarga. Enmusubi-dama yang tersedia dalam jumlah terbatas setiap pagi dibagikan dengan sistem nomor antrean; jika ingin mendapatkannya, jadwalkan kunjungan pada pagi hari agar dapat selesai bersembahyang sebelum berjalan-jalan di kota.
A. Dari Stasiun Kawagoe atau Stasiun Hon-Kawagoe, Anda dapat menggunakan bus rute reguler atau Bus Keliling Koedo. Bus Keliling Koedo melewati tempat naik nomor 2 di Pintu Keluar Barat Stasiun Kawagoe dan Stasiun Hon-Kawagoe; satu kali perjalanan dapat dibayar dengan kartu IC transportasi seperti PASMO atau Suica. Berjalan kaki cocok jika ingin menikmati pemandangan kota, sedangkan naik bus lebih ringan pada hari ketika membawa banyak barang.
A. Gunakan loker koin di stasiun atau layanan penitipan barang di tempat menginap, lalu mulailah berjalan-jalan dengan tas kecil. Trotoar di kawasan kura-zukuri sempit dan ramai sehingga koper besar mudah menghambat pergerakan. Membawa hanya barang berharga, minuman, dan perlengkapan hujan juga memudahkan Anda keluar-masuk toko serta naik dan turun bus.
A. Biaya masuk umum adalah 310 yen, dan waktu tutup berbeda 30 menit menurut musim. Dari Maret hingga Oktober, museum buka pukul 9:00–16:30 dengan batas masuk pukul 16:00; dari November hingga Februari, buka pukul 9:00–16:00 dengan batas masuk pukul 15:30. Setelah melihat bonsai dari posisi yang ditandai sebagai bagian depan, ubahlah sudut pandang agar alur batang dan keserasiannya dengan pot lebih mudah dipahami.
A. Museum Seni Bonsai Omiya, Saitama tutup pada hari Kamis, kecuali hari libur nasional, serta selama libur akhir tahun dan Tahun Baru; Museum Kereta Api tutup setiap hari Selasa serta selama libur akhir tahun dan Tahun Baru. Pastikan untuk memeriksa hari buka kedua fasilitas sebelum membuat reservasi atau menentukan penginapan. Jika salah satunya tutup, luangkan waktu lebih lama untuk berjalan di jalan masuk Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa atau mengunjungi Taman Omiya agar rute dapat disusun ulang tanpa menyisakan waktu kosong.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.