Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Tsumakirishima: Tangga Oni & Pohon Kusu Raksasa

Kuil Tsumakirishima: Tangga Oni & Pohon Kusu Raksasa
Panduan Kuil Tsumakirishima di Miyakonojo, salah satu Kirishima Rokusha Gongen. Lihat tangga Oniiwa, batu suci, pohon kusu, dan goshuin.

Ringkasan Cepat

Kuil Seperti Apa?

Kuil Shinto Tsumakirishima di Kota Miyakonojo, Prefektur Miyazaki, adalah spot spiritual kepercayaan gunung yang memuja Izanagi-no-Mikoto dari mitologi Jepang, dengan tangga batu legendaris yang konon disusun oni (makhluk iblis dalam folklor Jepang) dalam satu malam serta batu suci dan pohon keramat yang tersebar.

Daya Tarik

Tangga Oniiwa (tanjakan tanpa menoleh) sekitar 170 anak tangga, batu suci yang konon terbentuk dari air mata Izanagi-no-Mikoto, pohon kamper raksasa berusia sekitar seribu tahun, dan air suci Ryuo Shinsui.

Cara Menuju ke Sana

Sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Higashi-Takasaki Jalur JR Kitto. Dengan mobil sekitar 15 menit dari Takaharu IC Jalan Tol Miyazaki.

Perkiraan Waktu

Sekitar 30 menit hingga 1 jam untuk berkunjung mengelilingi area kuil secara menyeluruh.

Tata Cara Berkunjung

Pada "tanjakan tanpa menoleh", tradisinya adalah menaiki tangga sambil mengucapkan permohonan, tanpa menoleh ke belakang dan tanpa berteriak keras.

Persiapan Mendaki untuk Berziarah

Karena Anda harus menaiki sekitar 170 anak tangga batu alami yang curam, sepatu yang nyaman untuk berjalan adalah keharusan. Berhati-hatilah saat hujan atau di waktu yang gelap.

Yang Bisa Dialami

Anda bisa merasakan mitologi Jepang dan kepercayaan gunung, serta menikmati pengalaman mengucapkan permohonan dan menerima goshuin (stempel kaligrafi kuil; tersedia versi edisi terbatas musiman).

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Miyazaki

Tsumakirishima-jinja: Kuil Tua di Miyakonojō yang Sarat Mitologi dan Kepercayaan Gunung

Tsumakirishima-jinja dibaca "Tsumakirishima-jinja".

Kuil ini terletak di Higashikirishima, Takasaki-chō, Kota Miyakonojō, Prefektur Miyazaki, dan menjadi tempat wisata dengan banyak daya tarik bagi wisatawan yang tertarik pada kepercayaan gunung di sekitar Gunung Kirishima maupun mitologi Jepang.

Di dalam kompleks kuil, bukan hanya bangunan utama untuk berdoa (haiden), tetapi juga Onibaiwa-kaidan (tangga batu), batu suci, pohon kamper besar yang konon berusia sekitar 1.000 tahun, hingga kepercayaan terhadap air yang menuntun Anda menelusuri kisah-kisah yang tersisa di tanah ini.

Ingat Nama yang Dibaca "Tsumakirishima"

Jika hanya melihat huruf kanjinya, orang cenderung ingin membacanya "Higashikirishima", tetapi bacaan resminya adalah "Tsumakirishima-jinja".

Saat menanyakan arah dalam perjalanan atau mencarinya di Google, mengetahui cara membacanya akan membuat Anda lebih mudah dan tidak tersesat.

Jika menjelaskannya dalam bahasa Inggris, sebut saja Tsumakirishima Shrine agar lebih mudah dipahami.

Kuil Tua yang Konon Salah Satu dari Kirishima Rokusho Gongen

Tsumakirishima-jinja adalah kuil tua yang konon merupakan salah satu dari Kirishima Rokusho Gongen, 6 kuil yang berdiri mengelilingi Gunung Kirishima.

Menurut riwayat kuil, kuil ini didirikan pada masa Kaisar Kōshō, kaisar ke-5, dan pada tahun Ōwa ke-3 (963 Masehi), seorang pendeta aliran Tendai bernama Shōkū Shōnin disebut telah membangun kembali kuil yang terkubur akibat letusan gunung.

Pada zaman Edo kuil ini disebut Tsumakirishima Daigongen-gū, dan daya tarik besar kuil ini adalah Anda dapat merasakan kepercayaan gunung khas Jepang yang memandang gunung itu sendiri sebagai sesuatu yang suci.

Dewa Utama yang Dipuja adalah Izanagi-no-Mikoto

Dewa utama yang dipuja adalah Izanagi-no-Mikoto.

Izanagi-no-Mikoto dikenal sebagai dewa yang muncul dalam kisah penciptaan negeri dalam mitologi Jepang.

Batu suci dan legenda pedang Totsuka-no-Tsurugi yang diwariskan di kompleks kuil ini juga terhubung dengan dunia mitologi tersebut.

Istilah Cara baca Hal yang diperhatikan
Tsumakirishima-jinja Tsumakirishima Pastikan bacaannya
Izanagi-no-Mikoto Izanagi-no-Mikoto Dewa utama
Batu suci Shinseki Legenda mitologi
Pedang Totsuka Totsuka-no-Tsurugi Legenda pusaka suci

Cara Menikmati Onibaiwa-kaidan (Tanjakan Tanpa Menoleh) di Tsumakirishima-jinja

Salah satu pemandangan yang menjadi simbol Tsumakirishima-jinja adalah Onibaiwa-kaidan.

Ini adalah tangga batu yang disusun dari sekitar 170 anak tangga dari batu alam, dan kesan ziarah akan terasa lebih dalam jika Anda berjalan setelah mengetahui legenda setempat, bukan sekadar melewatinya.

Karena kemiringannya semakin curam saat menanjak, sebaiknya berjalan perlahan dan tenang sambil memperhatikan pijakan kaki.

Tangga Batu yang Konon Disusun Iblis dalam Semalam

Pada Onibaiwa-kaidan tersimpan legenda bahwa seekor iblis (oni) menyusun batu-batu ini dalam 1 malam.

Menurut legenda, iblis yang berjanji menyusun 1.000 batu mengira fajar telah tiba ketika ia baru menyusun 999 batu, lalu pergi.

Daripada menikmati angka itu sendiri sebagai daya tarik wisata, kisah ini lebih mudah dipahami jika diterima sebagai kisah dewa yang melindungi orang-orang baik.

Makna di Balik Nama "Tanjakan Tanpa Menoleh"

Tangga batu ini juga disebut "tanjakan tanpa menoleh" (Furimukazu-no-saka).

Ada kepercayaan bahwa jika Anda menaiki tangga hingga puncak tanpa menoleh ke belakang sambil dengan sepenuh hati memanjatkan permohonan, maka permohonan itu akan terkabul.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang, ini adalah tempat untuk merasakan tradisi memanjatkan doa, namun penting juga untuk tidak menghambat aliran peziarah lain di sekitar.

Situasi Yang perlu diperhatikan Yang sebaiknya dihindari
Mulai menanjak Atur napas Tiba-tiba berlari
Di tengah jalan Lihat pijakan kaki Berjalan mundur
Memanjatkan doa Panjatkan dalam hati Bicara dengan suara keras
Setelah sampai puncak Membungkuk dengan tenang Berlama-lama di jalur

Merasakan Kisah Mitologi melalui Batu Suci dan Pohon Kamper Besar

Di kompleks Tsumakirishima-jinja, batu dan pohon diwariskan turun-temurun sebagai objek kepercayaan.

Bukan hanya keunikan bentuknya, ketika Anda mengetahui mitologi dan doa yang terkait dengannya, cara Anda memandangnya pun berubah.

Saat mengambil foto pun, ini adalah tempat yang sebaiknya dihadapi tanpa melupakan bahwa ini adalah tempat ibadah.

Batu Suci Terkait dengan Kesedihan Izanagi-no-Mikoto

Batu suci ini konon adalah air mata yang membeku, yang ditumpahkan Izanagi-no-Mikoto karena memikirkan Izanami-no-Mikoto.

Selain itu, tersisa pula legenda bahwa Izanagi-no-Mikoto memotong batu menjadi 3 bagian dengan pedang Totsuka-no-Tsurugi, sehingga batu ini juga disebut Kamisaki-ishi, Ma-ishi, Raijin-seki, atau Warisaki-no-kami-ishi.

Daripada hanya melihat bentuk batunya, jika dipandang sebagai kisah doa untuk meredam kesedihan dan menghindari malapetaka, kedalaman khas kuil pun akan terasa.

Pohon Kamper Besar adalah Pohon Suci Berusia Sekitar Seribu Tahun

Di samping tangga batu menuju bangunan utama, menjulang pohon kamper besar yang konon berusia sekitar 1.000 tahun.

Pohon kamper besar ini juga disebut "Shōkū Shōnin Goreitoku Kōshō Ōkusu", dan dikaitkan dengan kepercayaan akan kelahiran yang lancar, penolak penyakit, serta keberuntungan.

Saat memandang lubang pada batang pohon atau kekuatan batangnya, perhatikan cara menyentuh dan posisi berdiri Anda, serta saling mengalah dengan peziarah lain di sekitar.

Ryūō Shinsui Dihadapi dengan Rasa Penyucian Diri

Ryūō Shinsui adalah air suci yang menyembur di lembah Yuya, diperkenalkan sebagai kepercayaan yang berkaitan dengan keberuntungan, nasib baik, dan penolak bala.

Tradisi para pedagang mencuci uang lalu menyimpannya juga diwariskan, dan tempat ini wajar diterima sebagai tempat menenangkan hati sebelum mengatupkan tangan untuk berdoa.

Mengenai minum atau membawa pulang airnya, harap ikuti petunjuk di lokasi atau panduan dari pihak kuil.

Lonceng Kuil Buddha (Bonshō) Juga Menyimpan Lapisan Sejarah

Di kompleks kuil terdapat pula lonceng kuil Buddha (bonshō) yang dipersembahkan pada tahun Keichō ke-20 (1615) dan ditetapkan sebagai warisan budaya Prefektur Miyazaki.

Adanya lonceng kuil Buddha di dalam kompleks kuil Shinto adalah unsur yang menggambarkan sejarah perpaduan Shinto-Buddha (shinbutsu shūgō) di Jepang.

Dengan mengetahui bahwa budaya kuil Shinto dan kuil Buddha telah saling berbaur dalam rentang waktu yang panjang, ziarah pun akan terasa lebih bermakna.

Mencari Ornamen Bertema Dewa Naga (Ryūjin) dengan Tenang

Di Tsumakirishima-jinja, ekspresi yang berkaitan dengan naga juga sangat berkesan.

Dalam kepercayaan Jepang, naga sering dikaitkan dengan air dan perlindungan, serta muncul dalam dekorasi maupun legenda kuil.

Saat berjalan di kompleks kuil, Anda akan menemukan banyak hal jika tidak hanya menengadah, tetapi juga mengarahkan pandangan ke tiang, pintu, dan sekitar pepohonan.

Ekspresi Naga yang Tersisa di Tiang dan Pintu Bangunan Kuil

Di bagian dalam bangunan kuil terdapat tiang dan pintu megah yang diukir sepasang naga jantan dan betina.

Dekorasi detailnya dapat dinikmati dengan tenang jika diamati dari dekat tanpa mengeluarkan suara keras.

Sosok naga akan lebih mudah dipahami jika dipandang sebagai penjaga kuil.

Berjalan sambil Mengetahui Legenda Dewa Naga

Di samping gerbang kuil (shinmon), tersisa pula legenda dewa naga yang konon muncul pada pohon cedar besar berusia 400 tahun.

Pohon cedar besar ini tumbang akibat topan pada September 2018, namun bentuk alam yang berpadu dengan kepercayaan dan kisah adalah sesuatu yang sering dijumpai di kuil-kuil Jepang.

Penting untuk tidak terlalu dekat dengan pohon atau pangkalnya, serta tidak memasuki area yang dilindungi.

Saat Memotret, Utamakan Kepedulian terhadap Peziarah daripada Komposisi

Ukiran naga dan tangga batu adalah tempat yang membuat Anda ingin mengabadikannya dalam foto.

Namun, kuil bukanlah tempat yang hanya untuk berfoto.

Pilihlah sudut yang tidak menangkap peziarah yang sedang beribadah, dan usahakan untuk tidak berlama-lama berdiri di depan haiden agar lebih nyaman.

Objek yang ingin difoto Komposisi yang cocok Hal yang perlu diperhatikan
Onibaiwa-kaidan Menengadah dari bawah Beri ruang di jalur
Batu suci Memandang dari samping Jangan terlalu dekat
Ornamen naga Memotret detailnya Jangan ganggu ibadah
Pohon kamper besar Masukkan seluruh batang Jangan injak pangkal pohon

Cara Menuju Tsumakirishima-jinja dan Lama Waktu Ziarah

Alamat Tsumakirishima-jinja adalah Higashikirishima 1560, Takasaki-chō, Kota Miyakonojō, Prefektur Miyazaki.

Dengan kereta, perkiraannya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Higashitakasaki di Jalur JR Kitto, dan dengan mobil sekitar 15 menit dari Takaharu IC di Jalan Tol Miyazaki.

Tersedia tempat parkir berlapis kerikil, dan karena jalur menuju bangunan utama dipenuhi tangga batu yang curam, sebaiknya perkirakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam untuk berziarah berkeliling kompleks kuil.

Etika yang Perlu Diperhatikan saat Ziarah Pertama Kali

Tsumakirishima-jinja, sebelum menjadi tempat wisata, adalah tempat ibadah.

Meskipun wisatawan yang berkunjung ke Jepang tidak memahami tata caranya, tidak perlu terlalu khawatir asalkan bertindak dengan tenang dan penuh rasa hormat.

Jika ragu, perhatikan dengan saksama petunjuk di lokasi atau gerak-gerik peziarah di sekitar lalu sesuaikan.

Di Gerbang Torii dan Jalan Setapak, Tenangkan Suasana Hati

Gerbang torii adalah penanda penting yang menunjukkan pintu masuk kuil.

Membungkuk ringan sebelum melewatinya akan membantu Anda mengalihkan hati ke suasana ziarah.

Di jalan setapak menuju kuil (sandō), jangan menghalangi bagian tengah terlalu lama, dan menahan diri saat memotret atau mengobrol akan membuat Anda lebih tenang.

Di Depan Haiden, Patuhi Antrean

Di haiden, tunggulah dengan sedikit menjauh hingga ziarah orang di depan Anda selesai.

Tata cara persembahan dan ibadah memiliki perbedaan kecil tergantung daerah dan kuil, tetapi yang terpenting adalah niat untuk membungkuk dengan sopan, dengan dasar 2 kali membungkuk, 2 kali bertepuk tangan, dan 1 kali membungkuk (nirei nihakushu ichirei).

Jika ingin berdoa lama, ada baiknya memastikan tidak ada orang di belakang Anda.

Jangan Memaksakan Diri di Tangga Batu dan Tanjakan

Di kompleks kuil terdapat tangga batu dan tanjakan yang curam, termasuk Onibaiwa-kaidan dengan sekitar 170 anak tangga.

Pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan, dan bergeraklah dengan hati-hati saat hujan atau ketika pijakan kaki gelap.

Bagi yang merasa kurang yakin dengan stamina, penting untuk berziarah sesuai kemampuan sambil memperhatikan petunjuk di lokasi.

Periksa Panduan tentang Goshuin dan Acara Musiman Sebelum Berkunjung

Di Tsumakirishima-jinja terdapat panduan mengenai goshuin (stempel ziarah) dan goshuin edisi terbatas.

Karena isi pemberian dan situasi penerimaan dapat berubah, jika Anda memasukkannya ke dalam rencana perjalanan, sebaiknya pastikan menjelang keberangkatan.

Berkunjung bertepatan dengan acara musiman bisa membuat Anda menjumpai suasana yang berbeda dari ziarah biasa.

Goshuin Diterima sebagai Bukti Ziarah

Goshuin adalah sesuatu yang Anda terima sebagai bukti telah berziarah.

Daripada terburu-buru mengumpulkannya seperti stamp rally, alurnya lebih wajar jika menyelesaikan ibadah terlebih dahulu lalu menuju kantor kuil (shamusho).

Karena desainnya bisa berbeda tergantung penulis dan musim, terimalah sesuai panduan di lokasi.

Perhatikan Perubahan pada Goshuin Terbatas dan Acara Musiman

Diperkenalkan pula goshuin yang berkaitan dengan musim, seperti Tahun Baru, perayaan musiman (sekku), ziarah musim panas (natsumōde), dan ungkapan syukur kepada dewa (shin'on kansha).

Isi pembagian, periode, dan biaya persembahan (hatsuhoryō) dapat berbeda tergantung musim dan acara.

Dalam artikel perjalanan, lebih aman memperlakukannya sebagai hal yang perlu dipastikan melalui panduan sebelum berkunjung, daripada menghafalnya sebagai informasi tetap.

Kata musim Cara menikmati dalam perjalanan Yang perlu dipastikan
Tahun Baru Suasana hatsumōde Panduan keramaian
Sekku Desain musiman Situasi pemberian
Natsumōde Ziarah musim panas Isi pelaksanaan
Shin'on kansha Doa musim gugur Panduan periode

Kesimpulan | Tips agar Tidak Bingung saat Ziarah Pertama Kali

Tsumakirishima-jinja adalah kuil tempat Anda dapat menyentuh mitologi Kirishima dan kepercayaan gunung melalui Onibaiwa-kaidan, batu suci, pohon kamper besar, serta ornamen bertema dewa naga.

Mengingat cara bacanya sebagai "Tsumakirishima-jinja" akan berguna saat mencari di Google maupun saat berpindah tempat.

Di kompleks kuil, berjalanlah perlahan menapaki sekitar 170 anak tangga, dan hadapi batu suci serta pohon kamper besar dengan tenang agar Anda lebih mudah merasakan suasana kuil.

Jika tujuan Anda adalah goshuin atau acara musiman, pastikan panduannya sebelum berkunjung, dan di lokasi ikutilah papan petunjuk atau panduan dari kantor kuil.

Sambil menikmatinya sebagai wisata, tidak melupakan rasa hormat terhadap tempat ibadah adalah poin penting agar Anda dapat berziarah ke Tsumakirishima-jinja dengan nyaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tsumakirishima Shrine adalah kuil tua di Takasaki-cho, Kota Miyakonojo, Prefektur Miyazaki, yang termasuk salah satu dari Kirishima Rokusho Gongen. Konon kuil ini didirikan pada masa Kaisar Kōshō, kaisar kelima, dengan dewa yang dipuja adalah Izanagi no Mikoto, dewa pencipta negeri. Di dalam kompleks tersebar titik spiritual yang berkaitan dengan mitologi, seperti undakan batu yang konon ditumpuk oleh iblis dan batu suci yang katanya berasal dari air mata yang membeku.
A. Tangga Oniiwa adalah undakan batu alami yang konon ditumpuk iblis sebanyak 999 buah. Dipercaya bahwa bila menaikinya tanpa menoleh sambil mengucapkan permohonan, harapan akan terkabul, sehingga juga disebut "Bukit Tanpa Menoleh". Karena batunya tak rata dan pijakan sulit stabil, merapikan barang ke dalam ransel akan memudahkan menggunakan kedua tangan.
A. Batu suci ini konon berasal dari air mata Izanagi no Mikoto yang membeku setelah ia berduka atas mendiang istrinya, dan dikenal sebagai Kamisakeishi, batu yang diceritakan terbelah tiga oleh Totsuka no Tsurugi. Penampang yang terbelah rapi masih tersisa hingga kini, dan banyak pengunjung merasakan suasana yang hening saat mendekatinya. Pedangnya sendiri disimpan sebagai pusaka suci di bangunan kuil, sehingga tempat ini terasa dekat dengan dunia mitologi.
A. Dari Stasiun Higashi-Takasaki di JR Kitto Line sekitar 10 menit berjalan kaki, atau dengan mobil sekitar 15 menit dari Takaharu IC di Miyazaki Expressway. Karena jadwal Kitto Line tidak terlalu banyak, bila memakai kereta, cek jadwal lebih dulu agar tidak ketinggalan. Dari arah Miyakonojo atau Kota Miyazaki, akses dengan mobil lebih realistis, dan lokasinya mudah dimasukkan ke rencana perjalanan yang memakai mobil sewaan.
A. Di Tsumakirishima Shrine terdapat tempat parkir di sekitar jalan menuju kuil, dan Kota Miyakonojo menyebutkan kapasitas 500 mobil. Karena jalur menuju kompleks kuil ada kerikil dan undakan batu, sepatu yang nyaman dipakai berjalan lebih nyaman daripada hak tinggi atau sandal. Pada Tahun Baru atau hari acara cenderung ramai, jadi tiba lebih pagi akan membuat ziarah lebih tenang.
A. Waktu untuk berkeliling kompleks Tsumakirishima Shrine secara menyeluruh sekitar 30 menit hingga 1 jam sebagai patokan. Karena daya tariknya tersebar, mulai dari Tangga Oniiwa, batu suci, pohon kamper besar berusia seribu tahun, hingga air suci Ryuo, sediakan sekitar 1 jam agar lebih leluasa jika ingin sambil memotret. Karena undakan batu menguras tenaga, di musim panas bawalah air minum dan berkelilinglah sambil beristirahat.
A. Di dalam kompleks Tsumakirishima Shrine Anda bisa menerima goshuin (tulisan tinta sebagai peringatan kunjungan). Dalam informasi resmi, selain goshuin biasa, diperkenalkan pula goshuin terbatas pada tiga hari Tahun Baru dan perayaan Nanakusa. Menyiapkan buku goshuin dan uang receh akan memperlancar urusan di loket pemberian.
A. Pohon kamper besar adalah pohon sakral berusia sekitar seribu tahun, dengan rongga besar di batangnya yang bisa dilewati orang, dan menjadi pusat kepercayaan untuk kelancaran persalinan, penolak penyakit, dan keberuntungan. Tata cara sejak dahulu adalah melewati rongga itu lalu meminum air suci Ryuo dari "Lembah Yuya". Menyiapkan botol plastik kosong bagi yang ingin membawa pulang air suci akan memungkinkan Anda membawanya pulang sebagai pengganti jimat.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.