Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Hiroshima 3 Hari 2 Malam: Miyajima, Onomichi & Tomonoura

Hiroshima 3 Hari 2 Malam: Miyajima, Onomichi & Tomonoura
Rute 3 hari 2 malam dengan transportasi umum: Kuil Itsukushima di Miyajima, kuil-kuil Onomichi, dan pelabuhan bersejarah Tomonoura. Tips penginapan dan rute.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Perjalanan

Rute contoh 3 hari 2 malam di Hiroshima ini menghubungkan Miyajima, Onomichi, dan Tomonoura dari barat ke timur dengan transportasi umum. Nikmati pemandangan laut Kuil Itsukushima, jalan menanjak dan wisata kuil di Onomichi, serta suasana kota pelabuhan Tomonoura, dengan bermalam di Onomichi atau Fukuyama. Rute ini menawarkan keseimbangan antara pemandangan laut dan kawasan kota bersejarah.

Sorotan selama 3 hari

Hari pertama: Kuil Itsukushima dan Torii Besar, serta Gunung Misen bila waktu dan cuaca memungkinkan. Hari kedua: kereta gantung Senkojisan dan menyusuri kuil-kuil tua. Hari ketiga: lentera batu Joyato di Tomonoura dan pemandangan Laut Pedalaman Seto dari Taichoro.

Rute dan urutan perjalanan

Masuk dari Stasiun Hiroshima dan keluar dari Stasiun Fukuyama, bergerak dari barat ke timur. Rute berkeliling yang menghubungkan Miyajima, Onomichi, dan Tomonoura tergolong efisien, dengan koneksi lancar ke arah Osaka dan Okayama serta ke Shinkansen.

Cara menuju tiap tempat

Dari Miyajimaguchi, feri ke Miyajima memakan waktu sekitar 10 menit dan biaya sekali jalan untuk dewasa adalah 200 yen. Di Onomichi, perjalanan dengan kereta gantung Senkojisan memakan waktu sekitar 3 menit; dari Stasiun Fukuyama ke Tomonoura, perjalanan dengan Bus Tomotetsu memakan waktu sekitar 30–35 menit.

Perkiraan waktu

Rute ziarah kuil tua Onomichi memiliki panjang sekitar 2 kilometer dan memakan waktu sekitar 3 jam berjalan kaki, sehingga dalam perjalanan berkeliling lebih realistis memilih kuil yang diminati. Gunung Misen sekitar 30 menit berjalan kaki dari Stasiun Shishiiwa hingga puncak.

Cara memilih area menginap

Malam pertama, pilih area sekitar Stasiun Hiroshima yang praktis untuk perjalanan kereta; malam kedua, pilih Onomichi agar bisa menyusuri kota pelabuhan pada pagi dan malam hari, atau Fukuyama bila mengutamakan akses ke Tomonoura dan koneksi Shinkansen.

Cara menikmati Kuil Itsukushima

Saat ketinggian air pasang melebihi 250 sentimeter, bangunan kuil tampak mengapung di atas laut; saat kurang dari 100 sentimeter, Anda dapat berjalan mendekati Torii Besar. Koridornya memiliki celah untuk menghadapi air pasang tinggi, jadi gunakan sepatu yang kokoh dan antiselip.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Hiroshima

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Rencana Perjalanan Hiroshima 3 Hari 2 Malam: Panduan Miyajima, Onomichi & Tomonoura

Itinerary Hiroshima 3 hari 2 malam adalah rencana perjalanan keliling yang menghubungkan tiga kawasan wilayah Setouchi (Laut Pedalaman Seto), yaitu Miyajima, Onomichi, dan Tomonoura, dengan nyaman hanya menggunakan transportasi umum.

Karena Miyajima, Onomichi, dan Tomonoura berjajar dari barat ke timur di Prefektur Hiroshima, perjalanan keliling yang berpindah tempat menginap ke arah timur lebih efisien daripada perjalanan pulang pergi ke tempat yang sama.

Jika hari pertama menjadikan pusat kota Hiroshima sebagai basis untuk ke Miyajima, hari kedua menjelajahi Onomichi, dan hari ketiga menuju Tomonoura melewati Stasiun Fukuyama (Fukuyama Station), kamu bisa menikmati pemandangan pantai dan kawasan kota bersejarah secara seimbang.

Urutan dari barat ke timur membuat perjalanan keliling Hiroshima mudah dipahami

Jika menetapkan Stasiun Hiroshima (Hiroshima Station) sebagai titik awal dan Stasiun Fukuyama sebagai titik akhir perjalanan, kamu bisa berpindah secara alami dari Miyajima ke Onomichi lalu Tomonoura.

Wisatawan yang menuju arah Osaka atau Okayama mudah melanjutkan ke kota berikutnya dari Stasiun Fukuyama, dan bila menggunakan Bandara Hiroshima (Hiroshima Airport) pun lebih mudah menyusun transportasi pulang terlebih dahulu.

Tempat menginap malam kedua dipilih antara Onomichi dan Fukuyama

Orang yang ingin menikmati pemandangan senja di jalan menanjak dan pantai pada pagi hari cocok menginap di Onomichi, sedangkan yang ingin perjalanan hari ketiga lebih ringkas cocok menginap di Fukuyama.

Agar tidak berjalan di jalan menanjak sambil membawa bagasi besar, memeriksa layanan penitipan bagasi di penginapan atau stasiun sebelum perjalanan akan membuat lebih tenang.

Jika merangkum peran ketiga hari, alurnya menjadi seperti berikut.

Hari Kawasan utama Tema perjalanan Rekomendasi menginap
Hari 1 Miyajima Kuil dan pemandangan laut Pusat kota Hiroshima
Hari 2 Onomichi Jalan menanjak dan wisata kuil Onomichi/Fukuyama
Hari 3 Tomonoura Jalan-jalan kota pelabuhan Menuju tujuan berikutnya

Hari 1|Menyusuri Kuil Itsukushima dan kawasan kota di Miyajima

Hari pertama setelah tiba di Hiroshima, arahkan ke Miyajima, lalu susunan berjalan menyusuri pantai dan jalan menuju kuil dengan Kuil Itsukushima (Itsukushima-jinja) sebagai pusatnya mudah diterapkan.

Jika berniat melangkah hingga Gunung Misen (Misen), waktu tinggal akan lebih lama, jadi lihat waktu kedatangan dan status pengoperasian kereta gantung (ropeway) lalu putuskan pada hari itu.

Menyeberang ke Miyajima dengan feri dari Miyajimaguchi

Ke Miyajima diseberangi dengan feri dari terminal penumpang di Miyajimaguchi (Miyajimaguchi), dan JR West Miyajima Ferry menyebutkan waktu pelayaran biasa sekitar 10 menit.

Miyajima Matsudai Kisen juga menghubungkan ruas yang sama dalam sekitar 10 menit, dan karena tarif biasa kedua perusahaan sama-sama 200 yen sekali jalan untuk dewasa, pilih layanan yang digunakan dengan melihat jadwal dan status pelayaran.

Dari Stasiun JR Miyajimaguchi kamu bisa melewati terowongan bawah tanah menuju terminal, sehingga alur transit mudah dipahami meski datang dengan JR dari Stasiun Hiroshima.

Jalur 2 Hiroden (Hiroshima Electric Railway) juga menghubungkan area Stasiun Hiroshima dengan Hiroden-Miyajimaguchi, jadi pilih sesuai tempat menginap dan ritme perjalananmu.

Di Kuil Itsukushima, pandang laut dan arsitektur sebagai satu kesatuan

Di Kuil Itsukushima, yang terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia pada 1996 (Heisei 8), alih-alih memandang bangunan kuil berwarna merah vermilion, koridor, Torii Besar, dan gunung di belakangnya secara terpisah, memandangnya sebagai satu lanskap yang terbentang di atas laut akan lebih menyampaikan ciri khasnya.

Karena tampilan permukaan air berubah menurut pasang surut, memeriksa informasi pasang surut sebelum perjalanan memudahkan membayangkan pemandangan saat berkunjung.

Ketika pasang naik melebihi 250 sentimeter, bangunan kuil tampak seperti mengapung di atas laut, dan ketika turun di bawah 100 sentimeter kamu bisa berjalan mendekat hingga Torii Besar, jadi menentukan waktu kunjungan sesuai pemandangan yang ingin diprioritaskan akan mengurangi kekecewaan.

Lantai koridor memiliki celah untuk mengantisipasi pasang tinggi sehingga sepatu hak tinggi dan sejenisnya bisa tersangkut, karena itu sepatu yang stabil lebih sesuai.


Menyusuri kawasan pertokoan Omotesando dan jalan Machiya

Setelah beribadah, kamu bisa makan dan berbelanja di kawasan pertokoan Omotesando (Omotesando Shotengai), dan saat memasuki jalan Machiya (Machiya-dori) kamu akan menemui kawasan kota yang berbeda dari keramaian jalan menuju kuil.

Kawasan pertokoan Omotesando adalah jalan yang berjajar aneka oleh-oleh khas Miyajima seperti momiji manju (kue panggang berbentuk daun maple) yang baru dipanggang, tiram bakar, dan anago meshi (nasi dengan belut laut), sehingga mudah dikenali sebagai titik untuk berjalan sambil menikmati jajanan.

Jalan Machiya adalah salah satu jalan menuju Kuil Itsukushima, dan karena rumah machiya tradisional bercampur dengan toko-toko kecil, berjalanlah sambil memperhatikan bukan hanya bagian depan bangunan, tetapi juga kisi-kisi dan bagian bawah atapnya.

Hari dan jam buka berbeda-beda tiap toko, jadi jika menargetkan toko tertentu, periksa informasi bukanya.



Gunung Misen ditambahkan pada hari dengan waktu dan cuaca yang leluasa

Kereta gantung Miyajima beroperasi dari Stasiun Momijidani (Momijidani) ke arah Stasiun Shishiiwa (Shishiiwa), dan dari puncak kamu bisa memandang pulau-pulau Laut Pedalaman Seto (Seto Inland Sea).

Namun, meski menggunakan kereta gantung, hingga puncak masih ada bagian berjalan kaki, dan dari Stasiun Shishiiwa ke puncak Gunung Misen sekitar 30 menit berjalan kaki.

Pada hari saat tiba terlambat, hujan, atau panas menyengat, meniadakan pendakian dan menggunakan waktu untuk Kuil Itsukushima dan berjalan-jalan di kota lebih kecil kemungkinan mengacaukan rencana.

Pembagian waktu di Miyajima dapat disesuaikan menurut prioritas perjalanan seperti berikut.

Rentang waktu Cara menghabiskan yang sesuai Poin untuk dilihat
Pagi Beribadah di kuil dengan saksama Bangunan kuil dan laut
Siang Menyusuri jalan menuju kuil dan machiya Toko dan arsitektur
Saat ada waktu lebih Ke arah Gunung Misen Pemandangan pulau-pulau


Hari 2|Menjelajahi jalan menanjak, kuil, dan kawasan pertokoan di Onomichi

Hari kedua berpindah dari Hiroshima ke Onomichi, dan setelah melihat laut dari tempat tinggi, urutan menuruni jalan menanjak sambil menyusuri kuil dan gang lebih mudah dilalui.

Karena kota Onomichi terbentang di lereng, alih-alih rencana menanjak saat pergi dan menanjak lagi saat pulang, menggunakan kereta gantung (ropeway) lalu menyusun rencana yang berpusat pada jalur menurun akan mengurangi beban.

Berpindah dari Hiroshima ke Onomichi dan menitipkan bagasi

Stasiun Onomichi (Onomichi Station) terhubung ke arah Hiroshima dan ke arah Fukuyama serta Okayama melalui Jalur Utama Sanyo (Sanyo Main Line), sehingga cocok sebagai titik transit perjalanan keliling yang menuju ke timur di dalam Prefektur Hiroshima.

Setibanya di stasiun, jangan menuju jalan menanjak sambil membawa bagasi besar, tetapi periksa dulu penginapan atau tempat penitipan yang tersedia.

Pada akhir pekan atau hari saat ada acara, transportasi dan keramaian di kota berubah, jadi periksa informasi dari JR West dan Asosiasi Pariwisata Onomichi (Onomichi Tourist Association) sebelum berangkat.

Naik ke tempat tinggi dengan kereta gantung Senkoji-yama

Kereta gantung Senkoji-yama (Senkoji-yama Ropeway) menghubungkan stasiun kaki gunung di kawasan kota dengan stasiun puncak di sisi Taman Senkoji dalam sekitar 3 menit, dan dari jendela kamu bisa memandang Selat Onomichi (Onomichi Channel) serta kawasan kota.

Di sisi puncak, alih-alih hanya memandang pemandangan, memastikan hubungan posisi antara kawasan kota dengan atap-atap yang bertumpuk, Selat Onomichi yang tampak seperti selat, dan Pulau Mukaishima (Mukaishima) di seberang akan membuatmu memahami struktur kota.

Jam operasional bisa diperpanjang menurut musim dan acara, dan operasional dihentikan sementara saat cuaca buruk, jadi periksa informasi operasional pada hari penggunaan.

Menyusuri rute kuil tua sambil menuruni lereng dari Senkoji

Berjalan dari sisi puncak menuju Senkoji, memilih tangga batu dan gang sempit sambil menurun ke kawasan kota, membuatmu merasakan langsung perbedaan ketinggian yang khas Onomichi.

Rute wisata kuil tua memiliki panjang total sekitar 2 kilometer dan sekitar 3 jam berjalan kaki, jadi dalam perjalanan keliling 3 hari 2 malam lebih realistis untuk tidak terburu-buru menuntaskan seluruh rute, melainkan memilih sekitar Senkoji atau kuil yang diminati.

Di sepanjang rute tersebar lebih dari 20 kuil dan altar seperti Jikoji (Jikoji), Tenneiji (Tenneiji), dan Kairyuji (Kairyuji), dan kamu juga bisa menjumpai pemandangan yang pernah muncul di film dan televisi.

Di kuil dan altar, jangan menghalangi lalu-lalang peziarah atau warga setempat, dan ikuti papan petunjuk agar tidak memasuki tanah pribadi.

Beristirahat di kawasan pertokoan Hondori dan jalan tepi pantai

Setelah menuruni jalan menanjak, masuklah ke kawasan pertokoan Onomichi Hondori (Onomichi Hondori Shotengai) dan beristirahatlah di jalan yang datar sambil melihat rumah makan dan toko oleh-oleh.

Onomichi juga dikenal dengan kuliner lokalnya, ramen Onomichi (Onomichi ramen), dan karena kedai yang menyajikannya tersebar di sekitar kawasan pertokoan dan stasiun, perhitungkan pula waktu tunggu saat ramai.

Kawasan pertokoan terdiri dari beberapa jalan tempat toko lama dan toko baru berjajar, sehingga sejarah kota pelabuhan tampak bukan hanya pada tokonya, tetapi juga pada papan nama dan lebar bangunannya.

Pada sore hari, kembali ke sekitar Stasiun Onomichi atau jalan tepi pantai, memandang tepi air tempat kapal penyeberangan berlalu-lalang sebelum menuju penginapan, membuatmu merasakan baik sisi gunung maupun sisi laut.


Hari 3|Menyusuri kota pelabuhan Tomonoura yang berkembang mengikuti arus pasang

Hari terakhir menjadikan Stasiun Fukuyama sebagai titik awal transportasi menuju Tomonoura (Tomonoura), lalu berjalan menghubungkan lampu batu joyato (joyato), fasilitas pelabuhan tua, kuil dan altar, serta rumah machiya.

Jika menginap di Onomichi, berpindahlah ke Fukuyama pada pagi hari, dan jika menginap di Fukuyama, merapikan bagasi di penginapan atau sekitar stasiun sebelum berangkat akan terasa ringan.

Menuju Tomonoura dengan bus jurusan dari Stasiun Fukuyama

Jalur Tomo bus Tomotetsu (Tomotetsu Bus) beroperasi dari halte di depan Stasiun Fukuyama menuju arah Tomonoura dan Pelabuhan Tomo (Tomo Port), dan hingga Pelabuhan Tomo sekitar 30–35 menit.

Jadwalnya berbeda menurut hari dalam seminggu dan periode, jadi periksa jadwal bukan hanya keberangkatan tetapi juga bus pulang sebelum mulai berjalan-jalan.

Pusat Tomonoura mudah dinikmati dengan berjalan kaki, tetapi karena gangnya sempit, berhati-hatilah terhadap lalu lintas di sekitar pada jalan kendaraan.

Membaca sejarah pelabuhan Tomonoura dari lampu joyato

Tomonoura berkembang sebagai pelabuhan penanti pasang tempat menunggu arus pasang surut berubah, dan hingga kini lampu joyato, rumah machiya, serta kuil dan altar masih tersisa dalam area yang berdekatan.

Di sekitar joyato, alih-alih hanya memotret mercusuar, memandang bersama tumpukan batu, gangi (tangga batu turun ke dermaga, gangi), tempat tambat perahu, dan kawasan kota di belakangnya membuatmu membayangkan bagaimana pelabuhan itu dahulu digunakan.

Karena ada pula jalan untuk kehidupan sehari-hari dan rumah tinggal, perlu kehati-hatian untuk tidak menutup pintu masuk bangunan atau berdiri lama di jalan yang sempit.

Memandang panorama menakjubkan Laut Pedalaman Seto dari Taichoro

Taichoro (Taichoro), yang bersebelahan dengan Kuil Fukuzenji (Fukuzenji), adalah balai tamu yang memiliki sejarah menyambut utusan Joseon (Chosen Tsushinshi) pada zaman Edo, dan dari ruang tatami kamu bisa memandang laut ke arah Pulau Bentenjima (Bentenjima) dan Pulau Sensuijima (Sensuijima).

Konon utusan Joseon memuji pemandangan ini sebagai “Nitto Daiichi Keisho” (panorama terindah di timur Jepang), dan pemandangan Laut Pedalaman Seto yang terbingkai bagai lukisan itulah daya tarik Taichoro.

Di ruangan bertatami, habiskan waktu dengan tenang, dan jika ada petunjuk pada hari itu terkait pemotretan atau masuk, ikutilah.

Setelah berkunjung, kembali menyusuri jalan yang dipenuhi rumah machiya tua, lalu naik bus menuju Stasiun Fukuyama dengan waktu yang leluasa, sehingga lebih mudah menyambung ke Shinkansen (Shinkansen) atau jalur konvensional setelahnya.


Cara memilih kawasan menginap dalam perjalanan keliling Hiroshima

Jangan menentukan tempat menginap hanya berdasarkan popularitas objek wisata, tetapi memilih berdasarkan kemudahan perpindahan keesokan pagi dan penanganan bagasi akan membantu menekan kelelahan selama tiga hari.

Pembagian malam pertama di pusat kota Hiroshima dan malam kedua di Onomichi atau Fukuyama mudah disusun pada rute keliling ini.

Malam pertama di sekitar Stasiun Hiroshima atau pusat kota

Jika keesokan pagi berpindah ke Onomichi, sekitar Stasiun Hiroshima yang mudah menggunakan JR akan praktis.

Jika setelah kembali dari Miyajima ingin juga makan atau berjalan-jalan di pusat kota Hiroshima, pilih penginapan di pusat kota dengan melihat trem dan cara menuju stasiun.

Jika memasukkan Kubah Bom Atom (Genbaku Dome) dan Taman Peringatan Perdamaian (Peace Memorial Park) ke dalam rencana, menginap di pusat kota memudahkan mampir pada hari pertama atau terakhir.

Menginap di Onomichi cocok untuk yang ingin menikmati kota pelabuhan pagi dan malam

Jika menginap di Onomichi, kamu bisa menyusuri jalan tepi pantai pada malam hari dan sekitar kawasan pertokoan pada pagi hari, yang sulit dilakukan dalam perjalanan sehari.

Meski begitu, penginapan di puncak tanjakan meski menarik karena pemandangannya, perlu memeriksa terlebih dahulu jalur untuk mengangkut bagasi besar.

Menginap di Fukuyama cocok untuk yang mengutamakan akses ke Tomonoura pada hari ke-3

Jika menginap di sekitar Stasiun Fukuyama, mudah menyambung bus menuju Tomonoura sejak pagi, dan penggunaan kereta untuk perjalanan pulang pun lebih mudah dirangkum.

Karena Shinkansen Sanyo (Sanyo Shinkansen) berhenti di Stasiun Fukuyama, sambungannya mulus meski berpindah ke arah Shin-Osaka (Shin-Osaka) atau Hakata (Hakata) untuk menutup perjalanan.

Karena berpindah ke Fukuyama setelah menuntaskan wisata Onomichi, periksa kereta setelah sore dan syarat check-in penginapan.

Perbedaan tiap tempat menginap dapat dibandingkan dengan kriteria berikut.

Tempat menginap Cocok untuk siapa Hal yang perlu diperhatikan
Sekitar Stasiun Hiroshima Mengutamakan perpindahan dengan kereta Berpindah dari Miyajima
Onomichi Jalan-jalan kota pagi dan malam Tanjakan dan bagasi
Fukuyama Mengutamakan Tomonoura Berpindah setelah Onomichi

Kiat agar tidak keliru soal transportasi, bagasi, dan pakaian

Itinerary ini bisa ditempuh dengan transportasi umum, tetapi karena menggunakan kereta, feri, kereta gantung, dan bus jurusan, penting untuk menentukan lebih dulu perpindahan terakhir tiap hari.

Alih-alih menambah tempat wisata, memperjelas titik naik dan penanganan bagasi akan menghasilkan itinerary yang membuat wisatawan yang berkunjung ke Jepang dapat bergerak dengan tenang.

Periksa jadwal baik sebelum perjalanan maupun pada hari itu

Kondisi transportasi dapat berubah karena operasional musiman, pemeriksaan, cuaca, acara, pekerjaan konstruksi, dan sebagainya.

Periksa informasi operasional JR West, perusahaan feri, kereta gantung, dan bus Tomotetsu secara terpisah, dan jangan hanya mengandalkan jadwal lama dari hasil pencarian.

Jangan membawa bagasi besar ke jalan menanjak dan kota pelabuhan

Onomichi dan Tomonoura memiliki jalan sempit dan anak tangga, dan di Miyajima pun kamu berjalan lama di jalan menuju kuil serta kuil dan altar.

Titipkan koper pada layanan resmi di penginapan atau sekitar stasiun, dan mengemas hanya barang berharga serta yang diperlukan pada hari itu ke dalam tas kecil akan memudahkan perpindahan.

Pilih sepatu antiselip dan pakaian yang bisa menyesuaikan suhu tubuh

Selama tiga hari kamu berjalan di tempat dengan pijakan yang berbeda-beda, seperti koridor kuil, tangga batu, jalan menanjak, dan jalan batu di pelabuhan.

Daun musim gugur di Miyajima kira-kira pada pertengahan hingga akhir November dan bergeser menurut iklim, jadi menyiapkan jaket yang bisa dikenakan sewaktu-waktu akan terasa nyaman.

Pilih sepatu yang biasa kamu pakai berjalan, dan pada hari hujan bergeraklah sambil memeriksa sekitar agar payung tidak mempersempit jarak pandangmu.

Kami merangkum tindakan untuk perjalanan keliling yang aman ke dalam contoh yang OK dan yang sebaiknya dihindari.

Situasi Disarankan Sebaiknya dihindari
Transportasi Memeriksa layanan pulang Bergantung pada layanan terakhir
Bagasi Dititipkan lalu jalan-jalan Membawanya ke tanjakan
Kuil dan altar Mengikuti petunjuk Menguasai jalan lintasan
Jalan-jalan kota Memperhatikan kehidupan warga Masuk ke tanah pribadi

Kesimpulan|Perjalanan Hiroshima yang menghubungkan Miyajima, Onomichi, dan Tomonoura

Itinerary Hiroshima 3 hari 2 malam mudah disusun dengan menempatkan Miyajima pada hari 1, Onomichi pada hari 2, dan Tomonoura pada hari 3, serta bergerak dari barat ke timur.

Dengan memperhatikan Kuil Itsukushima dan laut di Miyajima, kota dengan perbedaan ketinggian dan kuil-kuilnya di Onomichi, serta sejarah pelabuhan dan rumah machiya di Tomonoura, perbedaan ketiga kawasan menjadi jelas.

Memeriksa status operasional transportasi, penerimaan di fasilitas, dan syarat penitipan bagasi, serta menyesuaikan sejauh mana menjelajah Gunung Misen atau wisata kuil tua sesuai cuaca dan stamina, akan mengarah pada perjalanan keliling yang tidak memaksakan diri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Bergerak dari Miyajima di barat menuju Tomonoura di timur cukup efisien: hari ke-1 Miyajima, hari ke-2 Onomichi, dan hari ke-3 Tomonoura. Jika titik masuk ditetapkan di Stasiun Hiroshima dan titik keluar di Stasiun Fukuyama, Anda tidak perlu kembali lewat jalan yang sama, dan karena Shinkansen jalur Sanyo berhenti di Fukuyama, Anda bisa menyambung dengan lancar ke arah Shin-Osaka atau Hakata untuk menutup perjalanan.
A. Feri dari Miyajimaguchi ke dermaga di sisi pulau memakan waktu sekitar 10 menit, dan tarif biasa sekali jalan untuk dewasa adalah 200 yen. Dua perusahaan, JR West Miyajima Ferry dan Miyajima Matsudai Kisen, mengoperasikan rute yang sama, dan saat masuk pulau dikenakan pajak kunjungan Miyajima sebesar 100 yen secara terpisah. Karena tarif dan pajak juga dipotong saat memakai kartu IC transportasi, memeriksa saldo terlebih dahulu akan memperlancar Anda melewati gerbang tiket.
A. Sebagai patokan, ketika permukaan air pasang melebihi 250 cm bangunan kuil tampak mengapung di atas laut, dan ketika turun di bawah 100 cm Anda bisa berjalan hingga ke Torii Besar. Karena jam pasang surut berubah setiap hari, periksalah nilai prakiraan untuk hari kunjungan Anda pada tabel pasang surut Asosiasi Pariwisata Miyajima. Pada hari ketika pasang tinggi maupun surut rendah sama-sama masuk dalam jam kunjungan, Anda bisa membandingkan kedua pemandangan itu dengan diselingi ibadah dan santap.
A. Biaya masuk (biaya untuk memasuki koridor di dalam bangunan kuil) adalah 300 yen untuk dewasa, 200 yen untuk siswa SMA, dan 100 yen untuk siswa SD dan SMP. Pada prinsipnya gerbang buka pukul 6:30, sedangkan waktu tutup berubah antara pukul 17:00 dan 18:00 tergantung musim. Tempat ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia pada 1996, dan karena papan lantai koridor memiliki celah, sepatu yang nyaman untuk berjalan lebih cocok daripada sepatu hak tipis.
A. Momiji manju yang baru dipanggang, tiram bakar arang, dan anagomeshi (nasi belut laut) adalah tiga sajian khas jalan pertokoan Omotesando. Anagomeshi adalah masakan lokal yang lahir pada era Meiji sebagai bento stasiun di Miyajimaguchi, dan yang membedakannya dari nasi belut daerah lain adalah nasinya ditanak bersama potongan kecil belut laut. Di sela-sela menikmati jajanan, menyusuri lorong machiya yang masih menyisakan kisi-kisi dan atap teritis juga membantu menghindari keramaian.
A. Dari Dermaga Miyajima ke Stasiun Shishiiwa, dengan menggabungkan jalan kaki dan kereta gantung, patokannya sekitar 1 jam. Dari dermaga ke Stasiun Momijidani sekitar 20–30 menit jalan kaki, naik kereta gantung termasuk pindah jalur sekitar 20–25 menit, dan dari Stasiun Shishiiwa ke puncak Gunung Misen masih perlu sekitar 30 menit jalan kaki. Pada hari hujan atau hari sangat panas, mempersingkat perjalanan hanya sampai Dek Pandang Shishiiwa membantu menjaga kelonggaran waktu.
A. Kereta gantung Senkoji-san dikenai 500 yen sekali jalan dan 700 yen pulang-pergi untuk dewasa, dan bisa juga dipakai hanya sekali jalan. Dari stasiun kaki gunung ke stasiun puncak memakan waktu sekitar 3 menit, sehingga Anda bisa naik saat mendaki lalu turun berjalan kaki melewati Jalan Setapak Sastra dan Kuil Senko-ji. Dari ketinggian, Anda bisa melihat jelas kota dengan atap-atap yang bertumpuk, Selat Onomichi, dan letak Pulau Mukaishima.
A. Onomichi ramen adalah hidangan yang di banyak kedai menaburkan lemak punggung babi di atas kuah rasa kecap asin dan memadukannya dengan mi pipih. Racikan kaldunya berbeda-beda tiap kedai, ada yang memakai seafood, ada yang memakai ayam, sehingga tampilan yang ringan dan gurihnya lemak punggung hadir bersamaan. Kedai-kedai tersebar di sekitar stasiun dan sepanjang jalan pertokoan Hondori, jadi bila ingin menghindari keramaian siang, masuk tepat pada jam buka membantu memangkas waktu tunggu.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.