Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Wisata Gyoda Sehari: Kastel Oshi, Makam Kuno & Gudang Tabi

Wisata Gyoda Sehari: Kastel Oshi, Makam Kuno & Gudang Tabi
Rute sehari di Gyoda, Saitama: Kastel Oshi, museum lokal, makam kuno Sakitama, dan gudang tabi. Dari sejarah kuno hingga modern, dengan tips jalan dan hujan.

Ringkasan Cepat

Pesona perjalanan sejarah sehari di Gyoda

Contoh rute perjalanan sehari di Gyoda mengunjungi Reruntuhan Kastel Oshi dan Museum Rakyat Kota Gyoda, Kelompok Makam Kuno Sakitama, serta jalanan dengan gudang tabi untuk menelusuri sejarah kuno, periode Sengoku, dan sejarah modern dalam satu hari; berjalanlah di pusat kota, pilih bus keliling kota, sepeda sewaan, atau taksi menuju kelompok makam, dan nikmati pula makanan khas Gyoda.

Tiga daya tarik utama

Menara tiga tingkat hasil rekonstruksi yang menggambarkan sejarah Kastel Oshi, “kastel terapung” yang bertahan dari serangan air; pedang besi berinskripsi bertatah emas, Pusaka Nasional yang digali dari Makam Kuno Inariyama dan dipamerkan di Museum Situs Bersejarah Sakitama; serta jalanan gudang tabi Gyoda, yang pada masa jayanya memproduksi sekitar 80% tabi di seluruh negeri.

Urutan kunjungan

Reruntuhan Kastel Oshi→Museum Rakyat→Kelompok Makam Kuno Sakitama→kawasan gudang tabi→pusat kota. Rute juga dapat ditempuh secara terbalik sesuai stasiun keberangkatan: Stasiun Gyodashi di Chichibu Railway atau Stasiun JR Gyoda.

Akses dan transportasi

Berjalanlah di pusat kota, lalu pilih bus keliling kota (Rute Keliling Pusat Wisata, sekitar 44 menit untuk satu putaran), sepeda sewaan, atau taksi untuk menuju Kelompok Makam Kuno Sakitama.

Panduan harga tiket

Tiket dewasa Museum Rakyat Kota Gyoda seharga 200 yen, sedangkan tiket umum Museum Situs Bersejarah Sakitama seharga 200 yen. Jalan-jalan di luar ruangan di keduanya memiliki ketentuan berbeda, dan jam buka umumnya 9:00–16:30.

Rute saat hujan

Saat hujan, fokuslah mengunjungi Museum Rakyat dan Museum Situs Bersejarah Sakitama, serta batasi pendakian ke puncak makam kuno dan berjalan kaki jarak jauh di kota.

Kuliner Gyoda

Di pusat kota, Anda dapat mencicipi “Furai”, makanan lokal yang mirip okonomiyaki, dan “Zeri Furai”, yang dibuat dengan menggoreng okara dan kentang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Saitama

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Itinerary Wisata Sehari di Gyoda: Kastil Oshi, Kofun Sakitama, dan Tabigura

Rute model wisata sehari di Gyoda, yang menyusuri Kota Gyoda (Gyoda-shi) di Prefektur Saitama dalam satu hari, adalah jalan-jalan sejarah yang menghubungkan tiga daya tarik—reruntuhan Kastil Oshi (Oshijōshi), kompleks makam kuno Sakitama (Sakitama Kofun-gun), dan deretan bangunan tabigura (Tabigura)—secara mengalir tanpa terasa berat.

Dalam jalan-jalan sejarah Gyoda, jika kamu memisahkan pemikiran antara pusat kota kastil dan kompleks makam kuno Sakitama, kamu akan lebih mudah bergerak tanpa tersesat.

Menggabungkan reruntuhan Kastil Oshi dan deretan tabigura di kawasan pusat kota, sedangkan untuk menuju kompleks makam kuno Sakitama menggunakan bus keliling dalam kota, sepeda sewaan, atau taksi, adalah susunan yang praktis.

Rute Dasar Disusuri Berurutan: Kastil Oshi, Makam Kuno, Tabigura

Pada pagi hari, resapi sejarah dari zaman Sengoku hingga kota kastil di reruntuhan Kastil Oshi dan Museum Lokal Kota Gyoda; setelah itu berjalanlah menyusuri lanskap kuno di kompleks makam kuno Sakitama; dan terakhir telusuri ingatan tentang industri modern di deretan tabigura.

Karena kamu bisa menata sejarah yang berbeda-beda—kuno, Sengoku, dan modern—dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, alurnya mudah dipahami bahkan bagi orang yang baru pertama kali berkunjung.

Urutan penyusuran dan tujuan di tiap lokasi dirangkum dalam tabel rencana perjalanan berikut.

Urutan Tempat singgah Tema utama
1 Reruntuhan Kastil Oshi Kastil dan pengepungan air
2 Museum lokal Sejarah menyeluruh Gyoda
3 Kompleks makam kuno Sakitama Kekuasaan kuno
4 Kawasan tabigura Industri modern
5 Kawasan pusat kota Makan dan belanja

Tukar Urutan Penyusuran Sesuai Stasiun Keberangkatan

Jika menggunakan Stasiun Gyoda-shi (Gyoda-shi Station) di jalur Kereta Chichibu, memulai dari tabigura atau reruntuhan Kastil Oshi yang dekat dengan pusat kota akan lebih mudah untuk bergerak.

Jika menggunakan Stasiun Gyoda (Gyoda Station) di jalur JR Takasaki, karena rute keliling titik-titik wisata pada bus keliling dalam kota menghubungkan depan Stasiun JR Gyoda, Taman Makam Kuno Sakitama, dan Terminal Bus Kastil Oshi, kamu juga bisa memilih arah sebaliknya, yaitu mengunjungi kompleks makam kuno Sakitama lebih dulu lalu bergerak ke arah Kastil Oshi.

Karena transportasi umum memiliki jeda antar-keberangkatan, penting untuk memeriksa jadwal sebelum perjalanan, bukan setelah tiba.

Periksa Dahulu Status Buka dan Tiket Masuk Fasilitas Kunjungan

Bagian taman dari reruntuhan Kastil Oshi dan jalan-jalan luar ruangan di taman makam kuno memiliki syarat yang berbeda dengan kunjungan ke museum.

Museum Lokal Kota Gyoda dikenakan 200 yen untuk dewasa, 100 yen untuk mahasiswa dan siswa SMA, serta 50 yen untuk siswa SMP dan SD; sedangkan Museum Situs Bersejarah Sakitama Prefektur Saitama (Sakitama) dikenakan 200 yen untuk umum, 100 yen untuk siswa SMA dan mahasiswa, dan gratis untuk siswa SMP ke bawah.

Museum Lokal Kota Gyoda buka dari pukul 9:00 hingga 16:30 (masuk terakhir pukul 16:00), sedangkan Museum Situs Bersejarah Sakitama Prefektur Saitama biasanya buka dari pukul 9:00 hingga 16:30 (masuk terakhir pukul 16:00), dan hingga pukul 17:00 pada 1 Juli sampai 31 Agustus (masuk terakhir pukul 16:30).

Jika kamu menyusun jadwal dengan mengutamakan fasilitas dalam ruangan dan menempatkan jalan-jalan luar ruangan di sebelum dan sesudahnya, penyesuaian pada hari itu akan lebih mudah.

Mengenal Kota Kastil di Reruntuhan Kastil Oshi dan Museum Lokal Kota Gyoda

Di reruntuhan Kastil Oshi, mengamati tanpa mencampuradukkan bangunan yang masih ada dengan bangunan hasil pemugaran adalah poin untuk memahami sejarah dengan benar.

Menara Gosankai Yagura yang bisa dilihat sekarang adalah bangunan yang dibangun kembali pada tahun 1988 di lokasi yang dipindahkan, meniru bangunan yang dirobohkan saat pembongkaran Kastil Oshi pada era Meiji, dan Museum Lokal Kota Gyoda berdiri di bekas lahan honmaru (kompleks utama) Kastil Oshi.

Menara Gosankai Yagura, Simbol “Kastil Terapung”

Kastil Oshi dikisahkan sebagai kastil yang bertahan menghadapi pengepungan air pada zaman Sengoku, dan juga dikenal dengan julukan "kastil terapung".

Dikisahkan bahwa pada saat penyerbuan Odawara tahun Tenshō 18 (tahun 1590), kastil tidak tenggelam meski menghadapi pengepungan air yang dipimpin Ishida Mitsunari (Ishida Mitsunari) dan lainnya, sehingga nama "kastil terapung" pun menyebar.

Saat memandang bagian luar, alih-alih hanya memotret menara, masukkan pula elemen sekitar seperti tembok batu, tepi air, dan tanggul tanah ke dalam bingkai, agar tersampaikan suasana khas kastil di dataran rendah.

Bahkan orang yang mengenal Kastil Oshi lewat film atau cerita pun akan lebih dalam pemahamannya jika mengunjunginya langsung sambil memisahkan fakta sejarah dari penggambaran hasil rekonstruksi.

Menghubungkan Gyoda dari Zaman Kuno hingga Modern di Museum Lokal

Di Museum Lokal Kota Gyoda, kamu bisa mempelajari bukan hanya Kastil Oshi, tetapi juga sejarah dan budaya Gyoda dari zaman kuno hingga masa kini melalui benda-benda asli.

Karena ini juga menjadi persiapan untuk kompleks makam kuno dan tabigura yang akan dikunjungi setelahnya, disarankan membaca penjelasan pameran sambil memperhatikan kata-kata yang berkaitan dengan makam kuno, kota kastil, dan industri tabi.

Museum yang berdiri di bekas lahan honmaru dan menara Gosankai Yagura terhubung di bagian dalam, dan dari ruang pandang menara kamu bisa memandang seluruh kawasan kota Gyoda.

Karena ketersediaan materi berbahasa asing maupun boleh-tidaknya memotret di dalam ruang pameran dapat berubah, periksalah papan petunjuk di pintu masuk atau arahan staf.

Di Reruntuhan Kastil, Usahakan Berjalan-jalan dengan Tenang

Reruntuhan kastil merupakan tempat wisata sekaligus tempat bernilai budaya yang mewariskan sejarah daerah.

Jangan masuk ke area terlarang, jangan menyentuh tembok batu atau benda pameran, dan hindari pemotretan lama yang menghalangi jalur.

Jika kamu berencana memotret menggunakan tripod atau peralatan besar, atau memotret untuk tujuan komersial, memastikannya lebih dulu kepada pengelola akan membuat lebih tenang.


Berjalan Menyusuri Gyoda Kuno di Kompleks Makam Kuno Sakitama

Kompleks makam kuno Sakitama adalah Situs Bersejarah Khusus yang ditetapkan negara, tempat makam-makam kuno berukuran besar dari zaman Kofun tersisa berkumpul.

Di dalam kawasan yang luas, jika kamu terlebih dahulu melihat benda-benda temuan dan struktur makam kuno di museum sebelum keluar ke ruang terbuka, akan lebih mudah membaca gundukan-turunan tanah dan bentuk gundukan makam.

Lihat Dulu Pedang Besi Harta Nasional di Museum Situs Bersejarah Sakitama

Museum Situs Bersejarah Sakitama Prefektur Saitama memamerkan berbagai materi terkait kompleks makam kuno, termasuk pedang besi berukir emas (kinsakumei tekken) yang merupakan Harta Nasional, yang digali dari makam kuno Inariyama (Inariyama Kofun) pada tahun Shōwa 43 (tahun 1968).

Pada pedang besi ini terpahat prasasti sebanyak 115 karakter, dan dari nama "Raja Agung Wakatakeru (Wakatakeru)" serta catatan tahun Xinhai, pedang ini dianggap sebagai sumber kelas satu untuk mengetahui kekuasaan raja agung zaman kuno.

Karena isi pameran dapat berganti-ganti, jika kamu sudah menetapkan materi yang ingin dilihat, periksalah panduan pameran di situs web resmi.

Ketika kamu mengetahui bentuk makam kuno, fasilitas pemakaman, dan peran benda bekal kubur sebelum keluar ke kawasan, kamu bisa memandangnya bukan sekadar bukit, melainkan situs yang menunjukkan kekuasaan dan ritual pada masa itu.

Bandingkan Makam Kuno Inariyama, Maruhakayama, dan Shōgunyama

Karena tiap makam kuno berbeda dalam bentuk dan cara berkunjung, penting untuk tidak mencoba menaiki semuanya dengan cara yang sama, melainkan berjalan mengikuti papan petunjuk di lokasi.

Perbedaan makam-makam kuno yang mewakili dirangkum dari sudut pandang pengamatan.

Makam kuno Bentuk Poin yang dilihat
Makam kuno Inariyama Makam berbentuk lubang kunci Tempat penggalian pedang besi
Makam kuno Maruhakayama Makam bundar besar Legenda penyerbuan kastil
Makam kuno Shōgunyama Makam berbentuk lubang kunci Fasilitas pameran di dalam
Makam kuno Futagoyama Makam berbentuk lubang kunci Mengamati dari sekitar

Bayangkan Hubungan dengan Kastil Oshi dari Makam Kuno Maruhakayama

Makam kuno Maruhakayama adalah makam bundar berukuran salah satu terbesar di Jepang dengan diameter 105 meter, dan diperkirakan dibangun pada awal abad ke-6.

Makam kuno Maruhakayama ini memiliki legenda bahwa pada saat penyerbuan Kastil Oshi tahun Tenshō 18 (tahun 1590), Ishida Mitsunari mendirikan markasnya di puncak, dan tanggul Ishida dibangun untuk pengepungan air.

Pada hal bahwa makam dari zaman Kofun dikisahkan sebagai panggung penyerbuan kastil di zaman Sengoku, terdapat daya tarik tersendiri saat sejarah Gyoda tampak bertumpang tindih.

Meski kamu bisa naik ke gundukan makam, gunakan tangga atau jalur yang ditentukan, dan jangan menaiki lereng berumput sebagai jalan pintas.

Di Taman Makam Kuno, Jangan Merusak Situs

Makam kuno bukanlah bukit yang membentuk lanskap taman, melainkan cagar budaya yang dilindungi.

Hindari masuk ke gundukan makam yang terlarang, membawa pulang tanah atau batu, dan mengikatkan benda pada pepohonan atau fasilitas.

Jika kamu berencana memotret dalam skala yang melampaui foto kenang-kenangan pribadi, atau menggunakan peralatan yang memakai ruang taman, konsultasikanlah lebih dulu dengan pengelola.


Menelusuri Industri Modern Gyoda di Deretan Tabigura

Dalam jalan-jalan di kawasan tabigura, alih-alih melihat bangunan satu per satu, yang penting adalah membayangkan bagaimana produksi, penyimpanan, dan penjualan tabi saling terhubung di dalam kota.

Pembuatan tabi Gyoda dimulai sekitar 300 tahun lalu, dan pada masa kejayaannya menjadi sentra produksi nomor satu di Jepang yang membuat sekitar 80 persen tabi seluruh negeri; deretan tabigura itu diperkenalkan sebagai kisah Warisan Jepang.

Jadikan Museum Tabigura Machizukuri sebagai Titik Panduan

Deretan tabigura Gyoda adalah panggung dari "Gyoda, kota tabigura yang terus menopang kaki budaya busana tradisional", yang pada tahun Heisei 29 (tahun 2017) untuk pertama kalinya ditetapkan sebagai Warisan Jepang (Japan Heritage) di Prefektur Saitama.

Jika kamu terlebih dahulu mampir ke Museum Tabigura Machizukuri (Tabigura Machizukuri Museum), akan lebih mudah memahami letak dan latar belakang bangunan tabigura yang disebut masih tersisa sekitar 70 buah di dalam kota.

Jika ada materi untuk jalan-jalan di kawasan, ambillah, dan berangkatlah setelah membedakan fasilitas yang dibuka untuk umum dengan bangunan yang hanya bisa dilihat dari luar.

Karena pengalaman membuat tabi maupun pembukaan khusus belum tentu selalu diadakan, jika tujuanmu untuk ikut serta, periksalah syarat reservasi dan tanggal penyelenggaraan pada informasi resmi.

Perhatikan Perbedaan antara Gudang, Pabrik, dan Toko

Di deretan industri tabi, bukan hanya gudang yang menyimpan produk, tetapi juga bangunan pabrik dan toko yang terkait dengan pembuatan tetap tersisa.

Selain gaya gudang berdinding tanah, tabigura memiliki beragam cara pembangunan seperti batu, bata, plester mortar, dan kayu, dan salah satu cirinya adalah banyak yang berdiri di gang belakang, bukan di jalan utama.

Sudut pandang saat melihat bangunan dirangkum menurut perannya.

Jenis bangunan Bagian yang diperhatikan Yang dapat dibaca
Tabigura Dinding dan pintu Penyimpanan produk
Pabrik Atap dan jendela Pencahayaan dan pekerjaan
Toko Lebar muka dan papan nama Sejarah penjualan
Fasilitas revitalisasi Material lama dan baru Pemanfaatan masa kini

Jangan Masuk ke Lahan Pribadi, Amati dari Luar

Sebagian besar tabigura berada di lahan milik pribadi, dan pada dasarnya merupakan bangunan yang diamati dari luar.

Jangan masuk tanpa izin melewati gerbang atau ke dalam lahan, dan jangan mengarahkan kamera ke jendela atau ruang kehidupan rumah warga.

Di jalan sempit, mendahulukan kendaraan dan sepeda serta tidak melebar ke jalan demi memotret juga merupakan etika penting untuk menjaga keseharian warga setempat.

Sisipkan Kuliner Gyoda dan Waktu Istirahat dalam Wisata Sejarah

Jika kamu makan siang di kawasan pusat kota dan menyelipkan istirahat di antara jalan-jalan di reruntuhan Kastil Oshi dan tabigura, kamu bisa membagi beban perpindahan.

Karena hari buka dan kondisi kehabisan berbeda-beda tiap toko, lebih tenang jika tidak mematok jadwal hanya pada satu toko tertentu.

Ketahui Perbedaan antara Fry Khas Gyoda dan Zerī Fry

"Fry (Fry)" khas Gyoda adalah masakan lokal yang mirip okonomiyaki, yaitu adonan tepung terigu yang dilarutkan dengan air dipanggang tipis di atas wajan besi lalu dipadukan dengan isian seperti daun bawang, daging, telur, serta saus atau olesan berbahan kecap.

Sementara itu, "Zerī Fry" bukanlah kudapan jeli, melainkan masakan mirip kroket berbentuk lonjong yang dibuat dari okara (ampas kedelai) dan kentang, digoreng tanpa lapisan tepung, dan namanya konon merupakan perubahan bunyi dari "zeni (uang logam) fry".

Karena hanya dari namanya sulit membayangkan wujud masakannya, memeriksa foto atau label makanan saat memesan akan memudahkan pemilihan bahkan pada kali pertama.

Sampaikan Pantangan Makanan sebelum Memesan

Karena daging, telur, terigu, kedelai, dan sebagainya mungkin digunakan, orang yang memiliki alergi atau pantangan makanan karena alasan agama sebaiknya memeriksa bahan baku dan cara memasak sebelum memesan.

Jika sulit menyampaikan dalam bahasa Jepang, menyiapkan kartu yang menuliskan bahan yang ingin dihindari dalam bahasa Jepang akan membantu berkomunikasi.

Makanan yang dibawa pulang jangan disantap sambil berjalan; nikmatilah di tempat yang tidak menghalangi lalu lintas seperti taman atau tempat istirahat.

Cara Menyesuaikan Moda Transportasi, Pakaian, dan Hari Hujan

Rute model Gyoda akan lebih nyaman jika kamu bersiap dengan memisahkan perpindahan dengan berjalan kaki di kawasan pusat kota dari perpindahan jarak menengah menuju kompleks makam kuno.

Sesuaikan dengan cuaca dan stamina; jangan hanya bersikeras berjalan kaki, tetapi padukan transportasi umum dan sepeda sewaan.

Gunakan Bus, Sepeda, dan Taksi Sesuai Kebutuhan

Rute keliling titik-titik wisata pada bus keliling dalam kota menghubungkan depan Stasiun JR Gyoda, Taman Makam Kuno Sakitama, dan Terminal Bus Kastil Oshi, dan lainnya dalam satu arah, dengan satu putaran sekitar 44 menit.

Untuk sepeda sewaan wisata memang diinformasikan beberapa titik peminjaman, tetapi syarat penggunaan, tempat pengembalian, dan ketersediaannya harap diperiksa lebih dulu.

Bagi orang yang ingin menghindari waktu menunggu bus, atau yang membawa banyak barang, ada juga cara menggunakan taksi terbatas pada satu ruas tertentu.

Pilih Sepatu dan Barang Bawaan yang Cocok untuk Menyusuri Makam Kuno

Karena di taman makam kuno kamu berjalan di atas rumput, jalan tanah, dan tangga, sepatu yang tidak licin dan nyaman untuk berjalan sangat cocok.

Pada musim panas, waspadai sinar matahari dan udara panas, dan setelah hujan waspadai becek di bawah kaki, serta bawalah minuman atau perlengkapan hujan.

Karena koper besar cenderung mengganggu perpindahan dan kunjungan, disarankan memeriksa lebih dulu tempat penitipan barang di sekitar stasiun dan menyusuri kawasan dengan ringan.

Utamakan Fasilitas Dalam Ruangan Sesuai Cuaca

Pada hari hujan lebat, pusatkan kunjungan pada Museum lokal dan Museum Situs Bersejarah Sakitama, serta persingkat pendakian makam kuno dan jalan-jalan panjang di kawasan.

Cara menyesuaikan menurut cuaca dirangkum berikut ini.

Kondisi Yang diutamakan Yang dikurangi
Cerah Menyusuri makam kuno Berlama-lama di dalam ruangan
Hujan rintik Berpusat di museum Lereng tanah
Angin kencang Menyusuri kawasan kota Payung besar
Panas terik Memperbanyak istirahat Berjalan terus-menerus

Karena pada cuaca buruk juga mungkin terjadi keterlambatan transportasi dan penanganan sementara oleh fasilitas, sebelum berangkat periksalah situs web resmi dan pengumuman dari penyedia transportasi.


Kesimpulan | Jalan-jalan Gyoda yang Menghubungkan Zaman Kuno, Sengoku, dan Modern dalam Satu Hari

Jika kamu menyusun rute model wisata sehari di Gyoda dengan struktur menelusuri zaman Sengoku dan kota kastil di reruntuhan Kastil Oshi, zaman kuno di kompleks makam kuno Sakitama, dan industri modern di deretan tabigura, kamu bisa memahami sejarah daerah ini secara tiga dimensi.

Menggunakan bus keliling dalam kota atau sepeda sewaan untuk perpindahan antara kawasan pusat kota dan kompleks makam kuno, serta memeriksa lebih dulu status buka museum dan jadwal transportasi, adalah poin untuk menyusuri kawasan tanpa terasa berat.

Hormatilah papan petunjuk cagar budaya dan ruang kehidupan warga, jangan masuk ke area terlarang atau lahan pribadi, dan nikmatilah perlahan perbedaan zaman yang bertumpuk-tumpuk di Gyoda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Urutan yang umum adalah Reruntuhan Kastel Oshi dan Museum Sejarah Lokal Kota Gyoda, kemudian Gugusan Kofun Sakitama, lalu kawasan gudang tabi; alur ini memudahkan Anda menyusun zaman kuno, Sengoku, dan modern secara kronologis. Jika berangkat dari Stasiun Gyodashi di Jalur Kereta Chichibu yang dekat pusat kota, mulailah dari gudang tabi atau Kastel Oshi; jika dari Stasiun JR Gyoda, rute terbalik dengan naik bus keliling ke Gugusan Kofun Sakitama terlebih dahulu lebih mudah ditempuh. Menyesuaikan urutan dengan stasiun keberangkatan mengurangi perjalanan yang tidak perlu.
A. Kastel Oshi terkenal karena bertahan dari pengepungan dengan banjir pada Tensho 18, yaitu tahun 1590. Karena menurut kisah kastel tidak jatuh meskipun dikepung pasukan termasuk pasukan Ishida Mitsunari, kastel ini disebut “Kastel Terapung” dan juga menjadi latar novel serta film Nobou no Shiro. Saat memotret menara tiga lantai, sertakan perairan dan tanggul tanah untuk menunjukkan susunan khas kastel dataran rendah.
A. Menara tiga lantai yang ada sekarang bukan bangunan asli; menara yang dirobohkan pada zaman Meiji dibangun kembali pada tahun 1988 di lokasi yang berbeda. Bagian dalamnya terhubung dengan Museum Sejarah Lokal Kota Gyoda yang berdiri di bekas kompleks utama, sedangkan ruang observasi teratas menawarkan pemandangan menyeluruh pusat Gyoda. Membedakan bangunan yang masih bertahan dan bangunan hasil rekonstruksi membantu Anda memahami sejarah kastel dengan lebih utuh.
A. Biaya masuk adalah 200 yen untuk dewasa, 100 yen untuk mahasiswa dan siswa SMA, serta 50 yen untuk siswa SD dan SMP. Museum buka pukul 9:00–16:30 dengan batas masuk pukul 16:00, dan menyatukan pameran tentang Kastel Oshi, kofun, dan industri tabi. Memeriksa istilah pameran sebelum menuju gugusan kofun dan gudang tabi akan memudahkan Anda memahami penjelasan di lokasi.
A. Pedang Besi Berinskripsi Bertatah Emas yang merupakan Pusaka Nasional memiliki prasasti 115 karakter dan digali dari Kofun Inariyama. Pedang ini ditemukan pada Showa 43, yaitu tahun 1968, dan memuat ukiran “Raja Agung Wakatakeru” serta tahun Shingai. Di pameran, bandingkan tatahan emas pada huruf dari depan dan sudut miring, lalu ikuti rangkaian nama yang menunjukkan silsilah agar lebih mudah memahami perluasan negara kuno.
A. Biaya masuk museum adalah 200 yen untuk pengunjung umum dan 100 yen untuk siswa SMA serta mahasiswa, sedangkan siswa SMP dan yang lebih muda masuk gratis. Biasanya museum buka pukul 9:00–16:30 dengan batas masuk pukul 16:00; dari 1 Juli hingga 31 Agustus, museum buka sampai pukul 17:00 dengan batas masuk pukul 16:30. Karena taman kofun tetap dapat digunakan untuk berjalan-jalan setelah museum tutup, melihat bagian dalam terlebih dahulu lalu pindah ke luar dapat mengurangi waktu berada di luar saat cuaca paling panas.
A. Anda dapat naik ke puncak Kofun Maruhakayama dan merasakan skala gundukan makam bundar besar yang berdiameter 105 m ini. Kofun tersebut diperkirakan dibangun pada awal abad ke-6, dan menurut kisah, Ishida Mitsunari mendirikan kemah di puncaknya saat pengepungan Kastel Oshi dengan banjir. Kenakan sepatu antiselip untuk menaiki tangga dan lereng, lalu dari puncak bandingkan arah Kastel Oshi dengan posisi Tanggul Ishida untuk memperdalam pemahaman.
A. Kawasan gudang tabi di Gyoda ditetapkan sebagai Warisan Jepang karena melestarikan sejarah industri tabi yang berlangsung sekitar 300 tahun. Pada masa puncaknya, daerah ini menghasilkan sekitar 80% produksi nasional, dan pada Heisei 29, yaitu tahun 2017, ditetapkan sebagai situs Warisan Jepang pertama di Prefektur Saitama. Memulai dari Museum Pengembangan Kawasan Gudang Tabi memudahkan Anda membandingkan gudang tanah, bangunan batu, bangunan bata, dan jenis bangunan lainnya.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.