Gambaran umum rute wisata sehari di Kawagoe
Jika baru pertama kali mengunjungi Kawagoe (Kawagoe), rute yang mudah dijalani adalah dari sekitar stasiun menuju Jalan Taishō Roman Yumedōri, lalu menghubungkan kawasan rumah gudang tua Kurazukuri, Toki no Kane (Menara Lonceng Waktu), Kashiya Yokochō (Gang Manisan), Kuil Kawagoe Hikawa (Kawagoe Hikawa-jinja), dan Honmaru Goten Kastel Kawagoe (Kawagoe-jō Honmaru Goten).
Rute wisata sehari di Kawagoe ini berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Honkawagoe (Honkawagoe Station) ke Toki no Kane, dan merupakan rute jalan-jalan khas kawasan Koedo (Edo kecil) yang bisa mengelilingi tempat-tempat utama dalam satu hari.
Dengan menempatkan kegiatan menjelajah kota dan makan di paruh pertama, lalu menempatkan kuil dan situs kastel di paruh kedua, kamu bisa menyesuaikan rencana sambil memperhatikan barang belanjaan dan keramaian orang.
Menuju pusat Koedo dari Stasiun Kawagoe
Sebagai titik awal, pilih Stasiun Kawagoe (Kawagoe Station) atau Stasiun Honkawagoe sesuai jalur kereta yang kamu gunakan, dan sambil menuju pusat, nikmati pemandangan yang berubah dari area kota modern ke distrik bersejarah.
Dari Stasiun Honkawagoe, perkirakan sekitar 8 menit berjalan kaki ke Jalan Taishō Roman Yumedōri dan sekitar 15 menit ke kawasan rumah gudang tua Kurazukuri.
Jika ingin mengurangi jalan kaki, akan lebih tenang bila memeriksa halte bus dan informasi operasional hari itu di depan stasiun sebelum berangkat.
Pagi menikmati arsitektur Kurazukuri, siang menikmati kuliner khas
Pada pagi hari, berkelilinglah dengan fokus pada tampak luar bangunan dan gang-gang, dan untuk makan siang pilihlah dari hidangan belut, hidangan ubi (satsumaimo), masakan Jepang, dan lainnya sesuai anggaran dan selera makanmu.
Jangan hanya sekadar makan sambil berjalan; menyisipkan waktu untuk duduk beristirahat akan membuatmu bisa mengunjungi kuil dan situs kastel di sore hari dengan lebih tenang.
Sore hari menuju Kuil Kawagoe Hikawa dan Honmaru Goten
Dari Kashiya Yokochō, menujulah ke Kuil Kawagoe Hikawa, dan setelah bersembahyang tambahkan Honmaru Goten Kastel Kawagoe sesuai minat pada sejarah dan stamina.
Periksalah status buka dan hari libur tiap fasilitas sebelum berkunjung.
Jika alur satu hari disusun berurutan, hasilnya seperti berikut.
| Urutan | Area | Kegiatan utama |
|---|---|---|
| 1 | Sekitar stasiun | Cek peta dan operasional |
| 2 | Jalan Taishō Roman Yumedōri | Menyusuri pemandangan kota |
| 3 | Kurazukuri・Toki no Kane | Arsitektur dan foto |
| 4 | Pusat kota | Makan siang khas |
| 5 | Kashiya Yokochō | Manisan dan oleh-oleh |
| 6 | Kuil Kawagoe Hikawa | Bersembahyang |
| 7 | Honmaru Goten | Sejarah kota kastel |
Pagi | Dari Jalan Taishō Roman Yumedōri ke kawasan rumah gudang tua Kurazukuri
Daya tarik Kawagoe adalah, cukup dengan berjalan di jalan yang sama, era dan desain bangunan berubah sedikit demi sedikit, sehingga kamu bisa memahami dari pemandangannya mengapa tempat ini disebut Koedo.
Alih-alih hanya mengejar toko, membandingkan atap, dinding, jendela, dan papan nama akan membuat pengalaman menyusuri kota lebih kaya.
Rasakan suasana kota yang berbeda di Jalan Taishō Roman Yumedōri
Jalan Taishō Roman Yumedōri adalah kawasan pertokoan yang dipenuhi bangunan dan toko bernuansa era Taishō, sehingga kamu bisa menikmati suasana retro yang berbeda dari kawasan rumah gudang tua Kurazukuri.
Bisa dijangkau sekitar 8 menit berjalan kaki dari Stasiun Honkawagoe, dan kamu bisa menuju kawasan rumah gudang tua Kurazukuri sambil memandangi toko-toko dan desain retronya.
Meski menemukan toko yang menarik perhatian, jangan menambah belanjaan terlalu banyak sejak awal; menyimpan tempat-tempat yang bisa disinggahi saat pulang di peta akan membuatmu berjalan lebih ringan.
Di kawasan rumah gudang tua Kurazukuri, amati detail bangunan
Kurazukuri Kawagoe adalah arsitektur yang berkembang sebagai bentuk rumah kota dengan siasat mencegah kobaran api menjalar, menciptakan pemandangan dinding tebal dan atap yang berderet.
Kawasan rumah gudang tua Kurazukuri di sekitar Ichibangai ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting tingkat nasional pada 1 Desember 1999, sebagai warisan sejarah yang mewarisi pemandangan Edo.
Distrik bersejarah ini sekaligus merupakan tempat wisata dan tempat kehidupan yang memiliki toko dan rumah tinggal, jadi saat berhenti melangkah, usahakan tidak menghalangi pintu masuk atau lahan pribadi.
Pandangi Toki no Kane dari jalan besar maupun dari gang
Toki no Kane (Menara Lonceng Waktu) konon pertama kali dibangun oleh Sakai Tadakatsu, tuan Kastel Kawagoe, pada era Kan'ei (sekitar 1627-1634) di awal zaman Edo, dan merupakan menara lonceng ikonik Kawagoe yang telah lama memberitahukan waktu kepada kota kastel.
Menara lonceng yang sekarang dibangun ulang pada tahun setelah kebakaran besar Kawagoe tahun 1893, dengan tinggi sekitar 16 meter dan struktur tiga tingkat.
Kini pun lonceng masih dibunyikan oleh mesin pemukul otomatis 4 kali sehari (pukul 6 pagi, tengah hari, 3 sore, dan 6 sore), dan pada 1996 terpilih dalam 100 Pemandangan Suara Jepang yang ingin dilestarikan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Selain komposisi yang memotret hanya menara lonceng dari dekat, memasukkan bangunan kayu dan jalan di sekitarnya akan menyampaikan skala kota yang khas Kawagoe.
Ambil foto di tempat yang tidak mengganggu lalu lalang
Karena di distrik bersejarah juga ada jalan yang dilalui kendaraan, saat memotret jangan terus menatap layar saja dan periksa pergerakan pejalan kaki dan mobil.
Dengan menata cara memotret tiap adegan, kamu bisa mengubah kesan foto meski waktu singgahmu singkat.
| Adegan foto | Ide komposisi | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Kurazukuri | Menumpuk dinding dan atap | Jangan melangkah ke badan jalan |
| Toki no Kane | Menempatkannya di ujung gang | Kosongkan pintu masuk |
| Tampak luar toko | Masukkan juga papan nama | Perhatikan pegawai toko |
| Makanan | Latar dibuat sederhana | Jangan berhenti terlalu lama |
Siang | Nikmati kuliner khas Kawagoe
Makan siang di Kawagoe lebih mudah dipilih jika kamu memisahkan hidangan yang dinikmati sambil duduk tenang dengan manisan yang dinikmati saat berjalan-jalan.
Karena hari operasional, jam penyajian, dan cara reservasi tiap toko berbeda, jika ada toko yang kamu incar, periksalah informasi resminya terlebih dahulu.
Hidangan belut cocok untuk makan siang sambil duduk
Belut (unagi) adalah makanan khas yang sejak dulu digemari di Kawagoe yang dikelilingi sungai, dan di distrik bersejarah terdapat kedai khusus yang sudah lama berdiri.
Karena terkadang perlu waktu setelah memesan, ini cocok dengan rencana yang tidak menjejalkan jadwal sore dan menikmati santapan itu sendiri sebagai salah satu tujuan perjalanan.
Hidangan ubi beragam mulai dari makanan manis hingga santapan utama
Kawagoe dikenal sebagai daerah penghasil ubi (satsumaimo), dan dengan adanya manisan ubi, es krim ubi, daigakuimo (ubi karamel), serta hidangan ubi, ada pilihan tidak hanya bagi pencinta makanan manis, tetapi juga bagi yang ingin mengenal budaya kuliner.
Jika ingin mencoba beberapa manisan ubi dalam satu hari, membaginya dalam porsi kecil dan memilih yang disukai sebagai oleh-oleh membantu agar tidak jenuh makan.
Padukan dango dan wagashi dengan waktu istirahat
Dango dan wagashi (manisan tradisional Jepang) cocok dengan jalan-jalan keliling kota, tetapi makan sambil berjalan di jalan yang ramai berisiko bersenggolan dengan orang di sekitar.
Gunakan tempat makan atau tempat istirahat yang ditunjukkan toko, dan buang sampah seperti kemasan dan tusuk sate sesuai petunjuk toko tempat kamu membeli.
Pilih santapan sesuai gaya perjalananmu
Menentukan prioritas santapan lebih dulu membuatmu tidak menghabiskan terlalu banyak waktu memilih toko dan menyisakan kelonggaran untuk wisata sore.
| Gaya perjalanan | Cara memilih santapan | Perpaduan |
|---|---|---|
| Mengutamakan budaya | Jadikan belut sebagai pemeran utama | Manisan terutama sebagai oleh-oleh |
| Mengutamakan yang manis | Manisan ubi sedikit demi sedikit | Makan siang ringan |
| Perjalanan keluarga | Pilih kedai yang ada tempat duduk | Perbanyak istirahat |
| Perjalanan sendiri | Pastikan mudah dimasuki | Manfaatkan juga pesanan bawa pulang |
Paruh awal sore | Mencari manisan kuno dan oleh-oleh di Kashiya Yokochō
Kashiya Yokochō (Gang Manisan) adalah gang kecil yang konon mulai memproduksi jajanan murah dagashi pada awal era Meiji; di sini berkumpul sekitar 30 toko manisan dan toko lainnya, dan kamu bisa menikmati mulai dari aromanya hingga suasana depan tokonya.
Permen, karumeyaki (Karumeyaki), dagashi, dango, dan lainnya berjajar, dan aromanya yang sederhana serta nostalgik terpilih dalam 100 Pemandangan Aroma Jepang dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2001.
Meski jalannya pendek, membandingkan produk tetap memakan waktu, jadi daripada terburu-buru memutuskan apa yang akan dibeli, ada juga cara berjalan sekali dulu lalu kembali.
Pilih dagashi dan permen sebagai pengalaman budaya
Wisatawan yang belum terbiasa dengan dagashi Jepang bisa menikmatinya sebagai bagian budaya kuliner yang akrab jika memperhatikan tidak hanya rasa, tetapi juga kemasan, bentuk, dan nama produk.
Ketika sulit memeriksa bahan baku atau label alergi, penting untuk tidak memaksakan penilaian; tanyakan kepada pegawai atau tahan diri untuk tidak membeli.
Untuk oleh-oleh, periksa juga kemudahan membawanya
Wisatawan yang masih punya waktu sebelum pulang ke negaranya sebaiknya memastikan tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan, dan tingkat kerapuhannya melalui label di toko atau dengan bertanya kepada pegawai.
Memilih secara terpisah antara manisan segar dan manisan yang bisa disimpan pada suhu ruang memudahkan memilah mana yang dimakan hari itu dan mana yang dibawa pulang.
Saat ramai, jangan berjalan berjajar
Ketika jalan ramai, jangan menyebar ke samping secara berkelompok, dan hindari menghalangi pintu keluar-masuk toko atau bagian depan rak barang dalam waktu lama.
Periksa sekitar sebelum memotret, dan untuk pemotretan di dalam toko, ikuti petunjuk tiap toko dan arahan pegawai.
Sore | Bersembahyang di Kuil Kawagoe Hikawa
Kuil Kawagoe Hikawa (Kawagoe Hikawa-jinja) konon didirikan sekitar 1.500 tahun lalu pada zaman Kofun (541), dan merupakan kuil pelindung utama Kawagoe yang memuja lima dewa.
Karena kelima dewa ini adalah satu keluarga yang mencakup dua pasangan suami istri, kuil ini sejak dulu diimani sebagai kuil untuk enmusubi (pengikat jodoh), keharmonisan keluarga, dan keharmonisan suami istri.
Meski berkunjung sebagai wisata, sadarilah bahwa area kuil adalah tempat berdoa dan usahakan bergerak dengan tenang.
Ubah suasana hati di depan torii
Ada tata krama umum untuk berjalan menghindari bagian tengah pada jalan menuju kuil, tetapi utamakan alur pergerakan dan tingkat keramaian di dalam area, dan jangan memaksakan diri menerobos kerumunan.
Melepas topi, merendahkan suara, dan tidak tiba-tiba memotong jalan di depan orang yang bersembahyang; kepedulian terhadap sekitar seperti itu menghantarkan pada persembahyangan yang tenang.
Enmusubi adalah kepercayaan yang memohon keterikatan antarmanusia
Enmusubi tidak terbatas pada percintaan, tetapi juga dipahami sebagai memohon hubungan dan keterikatan yang baik antarmanusia.
Jika menerima jimat atau ramalan omikuji, periksalah panduan di dalam area mengenai cara memperlakukan dan cara mengembalikannya.
Saat memotret, utamakan ritual dan orang yang bersembahyang
Di sekitar bangunan utama dan tempat pemberian jimat, terkadang sedang berlangsung doa atau ritual Shinto, jadi meski di tempat yang boleh memotret, penting untuk tidak mengganggu ritual.
Di tempat yang ada papan larangan memotret, pembatasan masuk, atau arahan petugas, selalu patuhi petunjuk setempat.
Perilaku saat bersembahyang dari sudut pandang kepedulian terhadap sekitar dapat dirangkum sebagai berikut.
| Situasi | Perilaku yang dianjurkan | Perilaku yang sebaiknya dihindari |
|---|---|---|
| Jalan menuju kuil | Melangkah dengan tenang | Menyebar ke samping |
| Depan balai sembahyang | Menunggu giliran | Menempati tempat terlalu lama |
| Pemotretan | Memeriksa papan pengumuman | Mendekati ritual |
| Tempat pemberian jimat | Membaca panduan | Memperlakukan seperti barang dagangan |
Tambahkan Honmaru Goten Kastel Kawagoe ke dalam rute
Bagi yang ingin mengenal Kawagoe bukan hanya sebagai pemandangan kota, melainkan sebagai kota kastel, menambahkan Honmaru Goten Kastel Kawagoe (Kawagoe-jō Honmaru Goten) akan memperdalam pemahaman perjalanan.
Bangunan yang dibuka untuk umum adalah bagian dari Honmaru Goten yang dibangun pada 1848, dan dari lobi masuk, aula besar, serta ruang tunggu karō (pejabat senior) yang dipindahkan dan direstorasi, kamu bisa merasakan arsitektur kalangan samurai domain Kawagoe yang bernilai 170.000 koku.
Biaya masuk 100 yen untuk dewasa, 50 yen untuk pelajar SMA dan mahasiswa, gratis untuk pelajar SMP ke bawah; jam buka pukul 9 pagi hingga 5 sore (masuk terakhir pukul 4.30 sore).
Bandingkan budaya rakyat kota dan budaya samurai
Di kawasan rumah gudang tua Kurazukuri kamu bisa membayangkan kehidupan pedagang dan sejarah perdagangan, sementara di Honmaru Goten kamu bisa mengarahkan pandangan ke ruang pihak yang mengelola kastel.
Dengan melihat keduanya di hari yang sama, kata Koedo menjadi lebih mudah dipahami bukan hanya sebagai kesan tampilan luar, melainkan sebagai struktur sebuah kota kastel.
Periksa hari libur dan tarif sebelum berangkat
Hari libur adalah setiap Senin (hari berikutnya bila hari libur nasional), Jumat keempat (kecuali hari libur), serta akhir dan awal tahun (29 Desember-3 Januari).
Jika waktumu tidak leluasa, alih-alih terburu-buru melihat bangunan, kamu juga bisa mengakhiri rute sampai Kuil Hikawa dan menyisakan tempat ini sebagai tujuan lain kali.
Berkunjunglah dengan tenang
Di bangunan bersejarah, jangan menyentuh daun pintu-jendela maupun benda pameran, dan majulah mengikuti rute yang ditunjukkan.
Boleh atau tidaknya memotret bisa berbeda menurut tempat dan pameran, jadi periksalah papan pengumuman di pintu masuk dan di dalam ruangan.
Perpindahan dan etika agar wisata Kawagoe nyaman
Dalam wisata sehari di Kawagoe, menentukan ruas yang akan dijalani dan tempat untuk beristirahat lebih menunjang kepuasan daripada menambah jumlah tujuan.
Akan lebih tenang bila menyiapkan susunan yang bisa mempersingkat paruh kedua sesuai keramaian, cuaca, dan status operasional toko.
Pilih sepatu yang nyaman dan barang bawaan yang membuat kedua tangan bebas
Karena kondisi permukaan jalan berubah-ubah—jalan berbatu, jalan di distrik bersejarah, hingga area kuil dan candi—sepatu yang sudah biasa dipakai lebih cocok.
Koper besar mudah mengganggu perpindahan dan pemotretan, jadi periksalah lebih dulu apakah tersedia loker koin atau fasilitas penitipan barang di sekitar stasiun.
Gunakan bus keliling Koedo untuk perjalanan pulang atau mengatur stamina
Cara berjalan kaki saat berangkat dan menggunakan bus keliling Koedo (Koedo Loop Bus) atau bus jalur saat pulang membuatmu bisa mengatur stamina sambil menikmati perubahan kota.
Periksa halte, tujuan, dan interval layanan melalui informasi operator transportasi pada hari itu, dan sisakan kelonggaran juga untuk sambungan dengan kereta terakhir.
Saat makan sambil berjalan, patuhi aturan toko dan kawasan
Makanlah yang sudah kamu beli di tempat yang ditentukan, dan hindari duduk berlama-lama di depan toko atau rumah warga.
Jika tidak menemukan tempat sampah, jangan membiarkannya begitu saja; menanyakan ke toko tempat membeli atau menyiapkan kantong untuk dibawa pulang akan lebih praktis.
Tentukan lebih dulu patokan untuk mengurangi rencana
Ketika lelah karena hujan, panas, atau keramaian, kamu bisa menyesuaikan seperti melewatkan Honmaru Goten, menggabungkan belanja di satu tempat, atau mengganti perjalanan pulang dengan bus.
Daripada mengelilingi semuanya, utamakan menikmati dengan saksama tiga hal: pemandangan kota, santapan, dan persembahyangan.
Ringkasan | Wisata sehari di Kawagoe untuk menikmati perlahan pemandangan kota dan budaya kuliner
Rute wisata sehari di Kawagoe mudah disusun dengan alur berjalan dari Jalan Taishō Roman Yumedōri melewati kawasan rumah gudang tua Kurazukuri dan Toki no Kane, lalu menuju kuliner khas, Kashiya Yokochō, dan Kuil Kawagoe Hikawa.
Jika ingin mengenal sejarah lebih dalam, tambahkan Honmaru Goten Kastel Kawagoe, dan menggunakan bus keliling Koedo sesuai stamina dan keramaian akan mengurangi rasa lelah.
Informasi operasional dan ketentuan akses periksalah di situs web resmi sebelum berkunjung, jangan lupakan kepedulian terhadap kawasan tempat warga tinggal dan tempat berdoa, dan nikmati pemandangan serta budaya kuliner Koedo・Kawagoe dengan iramamu sendiri.





Ulasan (0)